Menu Right

Top Social Icons

Slider Area 1

Slider Area 2

Slider Area 3

Responsive Full Width Ad

IKLAN KOA ADS
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Latest Updates

Olah raga

Kesehatan

Ekonomi Bisnis

Ntb

Mataram

Lombok Barat

Lombok Timur

Lombok Tengah

Lombok Utara

Senin, 05 November 2018

Dubes RI untuk Aljazair dan PWNU Jatim Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa NTB

Mataram - Ikatan emosional dan rasa empati membuat Warga Indonesia (WNI) di Aljazair turut menggalang donasi bantuan untuk korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LPBP) Republik Indonesia untuk negara Republik Demokratik Aljazair, Hj Safira Rosa Machrusah, Sabtu (3/11), kepada Pelaksana Tugas (PLT) Ketua PWNU NTB Prof Masnun Tahir di Sekretariat PWNU NTB, di Mataram.

Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LPBP) Indonesia untuk negara Republik Demokratik Aljazair, Hj Safira Rosa Machrusah mengatakan, sumbangan yang diserahkan untuk para korban bencana gempa bumi di NTB itu, berasal dari 2.000 warga Indonesia yang tinggal di Aljazair.

"Kami juga menerima sumbangan dari warga Aljazair yang ikut bersimpati atas bencana gempa bumi yang menimpa warga NTB, khususnya Lombok," kata Safira.

Menurutnya, bantuan berupa uang ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa simpati warga Indonesia di Aljazair, termasuk warga Aljazair agar masyarakat NTB segera bangkit kembali pasca gempa bumi.

"Begitu mendengar kejadian gempa bumi,  kami warga Indonesia yang berada di Aljazair juga melakukan salat gaib mendoakan para korban yang tertimpa musibah agar selalu tetap tabah dan bersabar," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga banyak mendapat simpati dari masyarakat Aljazair atas musibah di NTB.

"Mereka juga mendoakan agar masyarakat NTB itu bangkit. Karena namanya musibah harus kita terima," sambungnya.

Untuk itu, Safira Rosa Machrusah, mengajak warga NTB menerima semua yang telah terjadi. Karena bagaimanapun semua ini sudah merupakan ketentuan Allah SWT.

Namun, demikian ia tidak bisa menyebutkan berapa nilai nominal sumbangan yang diberikan warga Indonesia di Aljazair dan masyarakat Aljazair yang bersimpati atas bencana tersebut.

"Bagi yang masih hidup, mari kita mengambil hikmah dari semua ini dan kita tidak boleh melakukan kalkulasi irasional atas apa yang terjadi. Karena itu, tadi semua ini sudah menjadi ketentuan Allah," katanya.

Sementara itu, warga NU Jawa Timur juga menyalurkan bantuan donasi senilai Rp6 Miliar lebih.

Bantuan diserahkan oleh Ketua NU Jawa Timur, Marzuki Mustamar kepada Posko NU Peduli Lombok, Sabtu (3/11) di Mataram.

Hadir dalam kegiatan itu, Rektor UNU Mataram yang juga Koordinator Posko NU Peduli, Baiq Muliyana, dan juga Sekjen NU NTB, Lalu Winengan.

"Bantuan donasi sekitar Rp6 miliar. Itu yang dari PW (pengurus wilayah). Belum termasuk yang dari PC (pengurus cabang)," kata Ketua NU Jawa Timur, Marzuki Mustamar.

Menurutnya, bantuan tersebut digalang oleh warga Nahdliyin Jatim sebagai bentuk keprihatinan pada korban gempa di Lombok.

"Ada uang receh, saking amanahnya ditukar juga enggak. Kita sesama anak bangsa, kalau sakit kita juga sakit. Kita dirikan juga masjid, huntara, sumur bor, medis," katanya.

Sementara itu, Sekjen NU NTB Lalu Winengan mengapresiasi kepedulian dan bantuan  WNI di Aljazair dan juga warga NU Jawa Timur.

Winengan mengatakan, dukungan bantuan dan doa sangat dibutuhkan masyarakat terdampak gempa bumi di NTB.

"Semangat saling membantu dan bahu membahu ini menjadi bukti bahwa persatuan dan kesatuan anak bangsa masih terjaga utuh. Dimana satu kena musibah yang lain ikut merasakan juga," kata dia.

Ia berharap, bantuan bisa disalurkan ke masyarakat yang sangat membutuhkan.

Rektor UNU NTB yang juga Koordinator Posko NU Peduli Lombok, Baiq Muliyana mengatakan, bantuan yang disalurkan NU Jawa Timur merupakan bantuan yang digalang sejak 1-2 bulan lalu.

Jumlah sekitar Rp6 Miliar akan disalurkan untuk pembangunan dua Masjid senilai Rp2.5 Miliar, 320 unit Huntara masing masing senilai Rp7 juya, 4 Mushola, dan bantuan untuk sejumlah Ponpes.

"Ini bantuan dalam tahap rekonstruksi. Sebelumnya bantuan juga dilakukan dalam tanggap darurat," katanya.

Menurutnya, NU sangat peduli dengan musibah gempa bumi di NTB dan Sulawesi Tengah.

Sehingga bantuan dari NU Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, serta daerah lainnya masih akan terus bertambah.

"Sebab NU sudah berkomitmen akan mengcover bantuan selama enam bulan ke depan. Jadi semua masih akan bertambah," kata dia.


Editor : Bayu

Sabtu, 03 November 2018

Pemprov Aceh Bantu Pembangunan Masjid An Nur Aceh di Gondang

Bupati KLU Najmul Akhyar Menerima bantuan pembangunan masjid An-Nur Aceh Desa Gondang dari Pelaksana Tugas Harian Gubernur Aceh Nova Iriansyah
Gangga - Kunjungan kerja Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek, Kadis Sosial Aceh Alhudri, Kadis Syariat EMK Alizar, Kadis Perkim Teuku Mirzuan, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Aceh Nasir Nurdin dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan Masjid An Nur Aceh di Gondang, Kecamatan Gangga yang diterima Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar(27/10).

Dalam sela sambutannya، Najmul Akhyar menguraikan hikmah, mengapa ujian diberikan oleh Allah SWT. "Dalam tiap ujian, Allah mempunyai rencana lain yang lebih baik, walaupun Allah mengambil sebagian dengan bencasna, namun yakinlah, Allah pasti menggantikannya dengan yang lebih baik," tutur Najmul. Ia berterima kasih tiada terhingga atas empati yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Aceh, yang membantu pembangunan Masjid An Nur yang terletak di Gondang.
Penutupan Acara serah terima bantuan dengan doa bersama

Plt Gubernur Aceh. Nova Iriansyah menyampaikan pada intinya bahwa pemerintah Aceh konsen dengan pembangunan Masjid An Nur dan berkomitmen  merampungkan pembangunan masjid tersebut hingga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Dipilihnya lokasi Masjid An Nur, karena menurut informasi bahwa masjid tersebut makmur dengan jamaahnya."Saya membawa amanah dari masyarakat Aceh, menyukseskan pembangunan masjid hingga bisa dimanfaatkan. 

Berusaha melaksanakan (pada saatnya nanti) sholat Jum'at di masjid ini, Masjid An Nur Aceh," imbuhnya. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat ucapan terima kasih oleh Bupati Lombok Utara kepada Plt Gubernur Aceh dan begitu pula sebaliknya. Acara ditutup dengan ramah tamah. (Satria) 

Kamis, 01 November 2018

HBK : Generasi Muda Harus Dorong Nasionalisme Pangan

Mataram - Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK) mengajak para pemuda, generasi millenial Indonesia, untuk bisa berkontribusi nyata mendukung program cinta produk pangan lokal .

Salah satu yang utama adalah keterlibatan mereka bersumbangsih ide, gagasan dan kerja nyata di sektor pertanian secara luas.

"Nasionalisme pangan ini perlu ditanamkan sejak dini. Sebab, perang kita ke depan, atau yang diperebutkan oleh dunia ini ke depan, adalah *perang memperebutkan sumber daya pangan*," kata HBK, melalui siaran pers , Kamis ( 1/11) .

Dipaparkan, saat ini banyak negara-negara yang kemampuan lahannya tidak lagi sanggup memenuhi kebutuhan pangan penduduknya. Hal ini karena luasan lahan yang tetap, sementara peningkatan populasi penduduk terus meningkat setiap tahunnya.

"Banyak negara yang mulai merasakan kesulitan karena keterbatasan lahan, atau karena cuaca atau karena musim yang tidak mendukung," katanya.

Menurut HBK, fenomena itu juga lambat laun bisa terjadi di Indonesia, jika masyarakatnya terutama generasi mudanya acuh, tak peduli, dan meninggalkan mata pencaharian di sektor pertanian.

HBK mengajak generasi muda Indonesia, termasuk di P. Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk kembali menyadari dan memahami keunggulan kompetitif yang dimiliki bangsa ini.

"Kita ini di Indonesia, termasuk di P. Lombok punya keunggulan kompetitif yang sangat luar biasa sebagai anugerah dari Allah SWT, karena daerah kita berada di bawah garis khatulistiwa, sehingga sektor pertanian sangat memungkinkan untuk terus didorong dan dikembangkan," kata HBK.

Semangat nasionalisme, menurut HBK, tak cukup hanya dengan melaksanakan empat pilar berbangsa semata, tetapi harus mulai diwujudnyatakan dalam tindakan nyata, terutama memproteksi bangsa ini di sektor pertanian.

HBK berharap, generasi muda mulai berani terjun langsung menggeluti mata pencaharian di sektor pertanian.

Di P. Lombok, papar HBK, bisa menjadi contoh bagaimana subur dan berkahnya lahan pertanian yang ada.

Sekarang tinggal bagaimana para pemuda P. Lombok bisa mengambil sikap dan keberanian untuk terjun mengolahnya.

"Para pemuda kita harus mulai berani terjun dengan memilih jalan hidup menjadi seorang petani, memproduksi produk-produk unggulan seperti sayuran  dan buah-buahan organik. Ayo kita olah tanah P. Lombok yang subur ini, untuk meningkatkan kesejahteraan kita", paparnya.

Selain melaksanakan tugas pimpinan, majunya HBK di P. Lombok juga lantaran ia sendiri sangat terkesan dengan kesuburan dan keindahan alam Pulau ini.

Cinta HBK untuk P. Lombok

"Saya bisa saja memilih Dapil lain, tapi karena saya terlanjur cinta sama P. Lombok maka saya harus berbuat dan memberikan manfaat yang terbaik untuk Dapil  ini," kata HBK.

Pembangunan sektor pertanian merupakan visi utama HBK untuk masa depan P. Lombok dan masyarakatnya.

Menurutnya, sektor ini bukan hanya bisa membantu meningkatkan perluasan lapangan kerja, tapi sekaligus mendorong peningkatan perekonomian daerah.

Sebab hasil komoditi pertanian secara umum tentu bisa menopang kebutuhan sektor lain seperti industri pariwisata, dimana sektor pariwisata juga tengah dikembangkan di NTB ini.

Itu sebabnya, setiap kali berada di P.  Lombok, HBK selalu turun ke lapangan, ke Desa-Desa di pelosok P. Lombok, dan terus menyemangati masyarakat agar terus berkarya di sektor ini.

"Percayalah, bahwa di negara kita yang agraris ini kekuatan utamanya ada di sektor Pertanian", tukas dia.

Nasionalisme pangan, menurut HBK, bisa menjadi jawaban untuk semakin kokohnya bangsa Indonesia di mata dunia.


Editor : Bayu

Caleg PDIP Laporkan Panwascam ke Bawaslu

Caleg PDIP bersama pendukungnya mendatangi Bawaslu Lotim
Lombok Timur - Calon Legislatif (Caleg) dapil 2 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP),M.Taufik Hidayat bersama dengan para pendukungnya mendatangi kantor Bawaslu Lombok Timur, Rabu (31/10). Guna melaporkan Panwascam Keruak dan Panwasdes-nya terkait dengan penertiban APK yang dilakukan,karena dianggap merugikan Caleg yang bersangkutan.

Caleg tersebut juga membawa print foto APK yang tidak ditertibkan oleh Panwascam dan Panwasdes. Sebagai bukti untuk diperlihatkan kepada Bawaslu Lotim mengenai kinerja anak buahnya yang dianggap tidak menjalankan aturan main yang ada.

Dengan tembang pilih dalam melakukan penertiban APK tersebut. " Kami datang ke kantor Bawaslu Lotim untuk melaporkan Panwascam dan Panwasdes terkait masalah penertiban APK," tegas Taufik di Kantor Bawaslu.

Kedatangan Caleg PDIP bersama massanya tersebut, diterima langsung Ketua Bawaslu Lotim, Retno Sirnopati bersama komisioner lainnya.

" Masak baliho saya yang ditertibkan,sedangkan banyak APK milik caleg lain tidak ditertibkan,bahkan lebih parah lagi ada APK dekat kantor Panwascam tidak ditertibkan,ada ini," ujarnya lagi dihadapan Komisioner Bawaslu dengan penuh tanda tanya.

Selain itu, lanjutnya pihaknya sangat menghargai pihak Bawaslu bersama jajarannya dalam menjalankan aturan. Termasuk penertiban APK secara merata bukan ada tembang pilih sebagaimana yang disaksikan dirinya.

" Kami datang kesini untuk meminta keadilan dari Bawaslu dalam penertiban APK," jelasnya.

Sementara Ketua Bawaslu Lotim, Retno Sirnopati menegaskan pihaknya akan segera melakukan pemanggilan terhadap Panwascam Keruak dan Panwasdes-nya. Guna melakukan klarifikasi terhadap laporan atau pengaduan yang disampaikan salah satu Caleg dari PDIP yang datang ke kantor.

" Kami akan segera panggil Panwascam dan Panwasdes untuk melakukan klarifikasi," tegasnya.

Namun yang jelas, lanjutnya, pihaknya dalam menjalankan penertiban APK tetap pada aturan main yang ada. Karena kalau APK tidak sesuai akan ditertibkan tanpa pandang bulu.

Oleh karena itu diminta kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja jajaran kami di lapangan. Sehingga kalau ada yang tidak sesuai silahkan laporkan saja.

" Kami sangat berterima kasih dengan adanya kepedulian masyarakat yang datang melapor terhadap kinerja anak buahnya di bawah untuk kemudian akan kami lakukan peneguran kalau salah," tandasnya.

Editor : Bayu

Rabu, 31 Oktober 2018

Kapolres Lotim : Masih Banyak Jabatan Kasat dan Kapolsek Berstatus PS ‎

Kapolres Lotim, AKBP M Eka Fathurrahman,S.ik memimpin sertijab dan pengambilan sumpah Kasat dan Kapolsek Jajaran.
Lombok Timur - Sejumlah jabatan penting di lingkup Polres Lotim masih banyak Berstatus Pejabat Sementara (PS). Diantaranya Kasat Sabhara, Kasat Intel, Kasat Tahti, Kasat Binmas. Termasuk juga  diantaranya jabatan Kapolsekyang ada di jajaran Polres Lotim.

Demikian ditegaskan Kapolres Lotim, AKBP M Eka Fathurrahman, Sik kepada wartawan usai sertijab dan mengambil sumpah jabatan para sejumlah Kasat dan Kapolsek jajaran di Mako Polres Lotim,Sabtu (26/10).

" Memang kami akui kalau saat ini masih banyak posisi Kasat dan Kapolsek statusnya masih Penjabat Sementara (PS)," tegasnya.

Ia mengatakan memang saat ini di Polda NTB mengalami kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ditempatkan sesuai dengan bidang dan ahlinya. Seiring dengan status Polda NTB dari tipe B menjadi tipe A sehingga tentu harus dilakukan penyesuaian.

Karena seharusnya posisi Kasat itu harus pangkatnya Ajun Komisaris Polisi (AKP),akan tapi ada yang masih Inspektur Dua (IPDA) dan Inspektur Satu (IPTU). Begitu juga halnya jabatan Kapolsek.

" Memang masih kekurangan perwira yang menempati jabatan sesuai bidang dan pangkatnya, tapi yang menentukan dari Polda tentunya kita jalannya sambil mencari personil yang sesuai bidangnya," ujarnya.

Pada kesempatan itu Mantan Kapolres Bima ini meminta kepada personel yang masih berangkat brigadir hendaknya bisa meningkatkan karirnya. Untuk menjadi perwira dengan mengikuti Sekolah Inspektur Polisi (SIP) maupun Sekolah Alih Golongan (SAG) selama masih memiliki kesempatan dan peluang.

" Personel yang masih brigadir masih memiliki kesempatan untuk menjadi perwira dalam peningkatan kariernya," tegasnya.

‎Sementara dari data yang ada Kasat yang diserahterimakan antara lain Kasat Sabhara dari Iptu Daniel Tri Nugroho ke Iptu Muhammad Rianto,Kasat Binmas dari Iptu Sigit Sugijanto ke Iptu Muhajirin, Kasat Tahti dari Ipda M Amin kepada Ipda Rahmadi.

Sedangkan Kapolsek Sikur dari AKP Muh Fatoni ke Iptu I Wayan Tanaya, Kapolsek Labuhan Haji dari Iptu Muhajirin ke Iptu Wahyu Indrawan,Kapolsek Suele dari Ipda Wahyu Indrawan ke Ipda Suharto, Kapolsek Sakti dari Ipda L Mahrum ke Ipda M.Amin,Kapolsek Pringgasela dari Iptu Iskandar kepada Ipda Lalu Jaharudin, Kapolsek Montong Gading dari Ipda Lali Jaharudin ke Ipda Halidi dan Kapolsek Jerowaru dari Ipda Mastar ke Ipda Abdul Rasyid.

Editor : Bayu

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.
close