Menu Right

Top Social Icons

Slider Area 1

Slider Area 2

Slider Area 3

Responsive Full Width Ad

IKLAN KOA ADS
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Latest Updates

Olah raga

Kesehatan

Ekonomi Bisnis

Ntb

Mataram

Lombok Barat

Lombok Timur

Lombok Tengah

Lombok Utara

Selasa, 11 Desember 2018

25 Calon Komisioner Lotim Dag Dig Dug Menunggu Hasil

Lombok Timur - Sebanyak 25 orang calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Timur yang mengikuti seleksi sampai akhir merasa Dag Dig Dug atau berdebar-debar menunggu hasil final yang rencananya akan diumumkan tanggal 11 Desember 2018.


" Rata-rata kami yang 25 orang yang sampai babak akhir seleksi merasa dag dig dug menunggu hasilnya,apakah masuk nominasi ataukah tidak," kata sejumlah calon komisioner KPU Lotim kepada awak media.

Sementara jumlah komisioner KPU Lotim yang dicari sebanyak 5 orang,sehingga sisanya yang akan terpental sebanyak 21 orang dari sebanyak 25 orang calon komisioner KPU Lotim yang mengikuti seleksi sampai akhirnya.

Miftahurrahman, salah seorang calon Komisioner Lotim mengatakan dirinya telah berusaha maksimal dalam mengikuti setiap tahapan seleksi. Dengan memperoleh nilai terbaik.

" Ikhtiar sudah saya lakukan tentunya tinggal menyerahkan hasilnya kepada yang diatas,apapun hasil nantinya," kata Miftahurrahman yang juga mantan komisioner KPU Lotim.

Hal yang sama dikatakan calon komisioner KPU Lotim, Ratna Dewa mengatakan dirinya sangat bersyukur sekali sudah sampai ke babak terakhir seleksi. Dengan menunggu hasil dari semua seleksi yang dilakukan bersama dengan teman-teman calon komisioner KPU Lotim.

" Alhamdulillah saya bersyukur sekali dengan sudah sampai ke babak akhir dari semua tahapan seleksi calon komisioner KPU Lotim,apalagi baru pertama kali ikut," kata Ratna Dewi.

Namun begitu,lanjutnya Jurnalis perempuan pertama ikut seleksi ini, majunya ikut dalam seleksi calon komisioner KPU Lotim tentunya akan bisa mewakili jatah perempuan 30 persen. Sehingga tentunya inilah yang dirinya perjuangan untuk bisa masuk didalamnya.

Dengan tentunya mengedepankan rasa optimisme yang tinggi dari setiap usaha yang dilakukan. Karena  apapun hasilnya nanti tentunya saya akan terima,karena sampai sanalah akhirnya dari perjuangan yang dilakukan.

" Perempuan harus bisa menangkap peluang di semua lini,"ujar Ratna yang juga anggota PPS Kelurahan Ijobalit ini.

" Yang jelas proses telah saya lalui,tinggal Tawakkal," katanya.

Sementara calon lainnya, Abdurrahim mengatakan dirinya telah berusaha maksimal untuk mengikuti setiap tahapan seleksi sampai ke akhirnya. Dengan tinggal menunggu hasilnya saja.

" Apapun hasilnya itulah yang terbaik, karena dirinya telah menjalankan ikhtiar untuk kemudian menyerahkan hasilnya kepada yang diatas," tegas Abdurrahim.


Editor : Bayu

Bupati Minta Jangan ada Pemberhentian Perangkat Desa

Bupati Lotim,HM.Sukiman Azmy membuka kegiatan sosialisasi mengenai masalah undang-undang desa.
Lombok Timur - Bupati Lombok Timur,HM.Sukiman Azmy meminta jangan ada pemberhentian perangkat desa lagi,sebab perbedaan pendapat.Tapi ‎perbedaan itu boleh, karena perbedaan itu adalah pendapat.

Demikian ditegaskan Bupati Lotim dalam pembukaan,buka Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan tentang Desa Tahun 2018 sosialisasi peraturan perundang-undangan tentang Desa, tahun 2018 di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD)  Lotim, Senin (10/12).

" ‎Ikuti regulasinya Kalau tidak mengikuti akan menjadi dampak atau resiko pada diri kita sendiri, dan berharap tidak ada pemberhentian dan pengangkatan lagi,"tegasnya.

Dalam sambutannya juga Sukiman ‎ mengatakan, tiga hal penting di ingatkan Bupati dalam sosialisasi itu. Diantaranya meminta regulasi diikuti secara konsisten, hilangkan akses Pilkades dan bagaimana agar menghilangkan akses Pilkada.

Oleh karena itu,dirinya ‎ berharap, semua Kades menghindari penyimpangan, dan tetap mengikuti aturan yang ada. Dengan  jangan sampai apa yang dilakukan, berurusan dengan hukum yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga.

"Janganlah melakukan hal-hal yang tidak patut kita lakukan," tegasnya.

Mantan Dandim 1615 Lotim ini juga menyinggung mengenai masalah ADD ‎meminta kepada kades untuk berdiskusi dengan DPMD, sehingga program yang dituangkan Pemerintah Desa, sejalan dengan visi dan misi, yang tertuang dalam RPJMD lima tahun kedepan.

Disamping itu pula, ia berharap seluruh Kepala Desa bekerjalah sesuai waktu atau Jam kerja, yang telah ditetapkan. Ia juga meminta semua Kades mengikuti sosialisasi ini dengan sebaik-baiknya dan bisa diturunkan ke bawah.

"IPM kita yang menurun dalam 5 tahun harus meningkat, dengan memperbaiki bidang pendidikan dan Kesehatan," ketusnya.

Sebelumnya Kepala PMD Lotim H. Juani Taofik, dalam laporannya mengatakan,  setelah 4 tahun pelaksanaan Undang-undang  Desa, selain itu juga fokus terhadap perencanaan pembangunan Desa, tata kelola keuangan Desa, juga tidak kalah pentingnya terhadap tata kelola Pemerintah Desa.

Pentingnya perbaikan tata kelola Pemerintah  ungkap Taofik, untuk menjaga supaya penyelenggara Pemerintah Desa bisa berjalan dengan baik,  tertib,  aman dan lancar tanpa tersangkut masalah hukum. Terlebih dengan meningkatnya dana Desa pada tahun 2019 dari Rp. 252 Milyar menjadi Rp. 307 Miliar,  ini diluar  ADD dan bagi hasil pajak dan retribusi daerah.

"Peran Pemerintah Kabupaten dalam pelaksanaan bimbingan dan pengawasan, sangatlah penting. Karena pemerintah daerah yang memegang tanggung jawab terhadap hal tersebut,"jelasnya.

Pada tahun 2019 nanti lanjut Taofik, diharapkan dalam penyusunan APBdes dapat mengakomodir beberapa hal seperti fokus pada peningkatan SDM di Desa. Salah satunya, dalam bidang Pendidikan dan Kesehatan dalam lingkup kewenangan lokal berskala Desa. 

"Penting juga peningkatan Kapasitas Masyarakat dan Penyelenggara Pemerintah Desa seperti mengirim pemuda desa untuk mengikuti pelatihan keterampilan di BLK serta pemberian insentif terhadap guru ngaji, marbot, imam, pekasih dan RT/RW," tandas Taofik.

Editor : Bayu

Bupati Kukuhkan APBL Lotim

Bupati Kukuhkan APBL Lotim.
Lombok Timur - Bupati Lombok Timur,HM.Sukiman Azmy mengukuhkan pengurus  Asosiasi Peternak Broiler Lombok (APBL) Kabupaten Lombok Timur yang diketuai H. L. Satriadi, berlangsung di Pendopo Bupati Lotim, Senin (10/12).‎

Bupati Lotim,  H. M. Sukiman Azmy dalam sambutannya  APBL menjadi  embrio yang dilahirkan pada hari ini, yang bermula dari Kabupaten Lombok Timur, diharapkan akan menular ke Kabupaten/ kota lain.

Sehingga nantinya, akan terakumulasi dalam Asosiasi tingkat Provinsi NTB. Kita mulai dari Lombok Timur,  seperti pepatah mengatakan " 1 kilo sejauh apapun kita berjalan, harus dimulai dengan langkah pertama".

"Kita memulai langkah pertama APBL ini, dari Lombok Timur. Asosiasi yang sudah berjalan ini, nanti kita disahkan dengan SK," kata Sukiman.

Oleh karena itu lanjut Sukiman, Pemerintah Daerah sebagai bidan kelahiran dari pada asosiasi ini tentu semua mempunyai kewajiban bersama. Asosiasi ini dibawah kendali Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra, untuk keterpaduan pada masa yang akan datang. 

Untuk itu Asosiasi ini harus dibesarkan, dikawal dan diperjuangkan. Dalam dunia perdagangan yang menjurus ke arah kapitalisme seperti sekarang.Karena  dapat melihat dimana-mana,  " yang kecil dimakan yang besar,  yang lemah dikuasai oleh yang kuat.

" keadaan ini tidak boleh diamkan terus menerus, karena akan mematikan usaha-usaha kecil masyarakat," tegasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya ‎Dengan keberadaan Asosiasi ini   sangat penting sebagai tempat kita berhimpun, sebagai tempat kita bermusyawarah, sebagai tempat mengkoordinasikan kekuatan untuk menghadapi hal-hal  yang selama ini tidak terbayangkan dalam kehidupan kita.

"Mari kita besarkan rasa persatuan dan kesatuan, ada rasa senasib dan sepenanggungan inilah yang kita besarkan, mari kita hadapi dengan rasa kebersamaan," pinta Mantan Dandim 1615 Lotim ini.

Editor : Bayu

Ratusan Mahasiswa dan Warga Tuntut Usir TNGR, PT SKE dan PT Sadhana Arifnusa

Ratusan massa dari FPR Lotim melakukan aksi ke kantor DPRD dan Bupati Lotim.
Lombok Timur - Ratusan Mahasiswa dan Warga Dari Tiga Kecamatan Sembalun, Wanasaba dan Sambelia yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Lombok Timur melakukan aksi ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim dan Kantor Bupati Lotim,Senin (10/12). Dengan menuntut agar pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR),PT Sadhana Arifnusa dan PT Sembalun Kencana Emas (SKE) diusir dari Lotim, karena dianggap selama ini dinilai meresahkan dan merugikan warga.

Aksi yang dilakukan ratusan massa tersebut dengan membawa berbagai pamflet maupun selebaran yang memuat berbagai tulisan kecamatan terhadap perusahaan dan TNGR maupun pemerintah daerah. Dengan dimulai dari simpang empat BRI Cabang Selong dengan melakukan long march ke kantor DPRD dan Kantor Bupati Lotim,sambil menyampaikan orasinya.

Dengan mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian. " Kami minta agar pihak TNGR di usir dari Jurang Koak, PT Sadhana dari Lendang Tengak dan Deduman dan PT SKE dari Sembalun, Karena dianggap merugikan masyarakat," teriak orator dalam oratornya secara bergantian.

Selain itu,massa aksi juga meminta agar menghentikan intimidasi, politik adu domba dan kriminalitas terhadap masyarakat yang saat berada di jurang Koak, Lendang Tengak dan Deduman maupun di Sambelia oleh pihak TNGR maupun perusahaan yang memiliki kepentingan di dalam persoalan tersebut.

" DPRD Lotim dan pemerintah daerah harus memperhatikan masyarakat yang saat ini mendapatkan masalah mengenai lahan yang digarapnya, dengan memberikan solusi atas masalah itu agar tidak selalu dihantui rasa ketakutan," kata orator aksi lagi.

Sementara di kantor DPRD Lotim perwakilan aksi diterima Pelaksana Tugas (Plt) Setwan Lotim, L.Taufikurrahman. Dengan meminta  agar para massa aksi menyampaikan surat jauh sebelumnya kepada dewan untuk diagendakan hearing terhadap apa yang menjadi tuntutannya atau aspirasinya.

" Apa yang disampaikan massa aksi akan kami teruskan ke pimpinan dewan, karena saat ini semua pimpinan sedang ada tugas ke luar kota," kata Taufikurrahman.

Setelah mendapatkan jawaban itu, kemudian massa aksi melanjutkan aksinya ke kantor Bupati Lotim dengan long march. Sampai di kantor Bupati Lotim massa kembali menyampaikan aspirasinya di pintu gerbang kantor Bupati. Karena aparat keamanan dari kepolisian yang menjaga tidak memberikan massa aksi masuk ke kantor Bupati Lotim.

Namun begitu kemudian beberapa perwakilan aksi diterima Wakil Bupati Lotim, H.Rumaksi. Dengan menyampaikan bahwa mengenai masalah PT Sadhana di Sambelia dan PT SKE Sembalun sudah disampaikan ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Karena kewenangan masalah hutan ada di Provinsi,bukan di kabupaten lagi.

" Silahkan para warga yang menjadi penggarap untuk menyiapkan bukti alas kepemilikan lahan yang diklaim tersebut, bahkan warga bersama dirinya yang akan membawa langsung ke Gubernur nantinya," kata Rumaksi.

" Kedepan pihaknya akan mengundang PT Sadhana untuk membicarakan persoalan ini," tegasnya.

Setelah mendapatkan jawaban yang jelas, kemudian massa aksi membubarkan diri setelah sebelumnya berencana akan melanjutkan aksi ke kantor TNGR akan tapi urung dilakukan. Dengan membubarkan diri setelah menyampaikan pernyataan sikapnya.

Editor : Bayu

Minggu, 09 Desember 2018

Wisatawan : Pantai Ampenan Terkesan Kumuh

Mataram - Kondisi objek wisata Pantai Ampenan yang dikelola Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, memprihatinkan karena sarana dan prasarana tidak terawat dengan baik.

Padahal anggaran yang dikucurkan pihak pemerintah daerah setempat untuk mengembangkan potensi wisata tersebut, mencapai angka miliaran rupiah. Bahkan anggaran itu tidak hanya pemerintah setempat melainkan juga dari Pemprov NTB.
Dari pantauan Antara, Sabtu, penataan lapak pedagang makanan dan minuman yang disediakan oleh pemerintah, terkesan kumuh dan banyak sampah.

Kemudian area taman juga, sampah berserakan sehingga mengganggu keindahan areal objek wisata tersebut.
Bangunan "baywatch" yang berbentuk panggung dengan sejumlah anak tangga dan konon menelan biaya ratusan juta, tidak terpelihara juga.

Termasuk pula pembangunan panggung permanen menjelang areal pantai, mengganggu keasriannya. Pembangunan panggung seni itu, terkesan dipaksakan dan tidak dibuat dengan benar.

"Saya menyayangkan saja kondisi ini, pengelolaannya tidak becus. Saya sendiri merasa kurang nyaman berlibur ke sini," kata Doni, wisatawan asal Jakarta.
Hal serupa dibenarkan oleh istri Doni, Sri, yang menyebutkan pemerintah setempat tidak memiliki nilai seni untuk menata Pantai Ampenan.

"Masa ada panggung permanen, dan buat apa juga ada baywatch, tokoh di pantai pengunjung tidak bisa berenang mengingat ombak di Pantai Ampenan besar," katanya.

Pantai Ampenan itu merupakan bagian dari Kota Tua yang memiliki sejarah panjang, bermula dari pembangunan pelabuhan oleh Pemerintah Kolonialisme Belanda pada tahun 1896 untuk mengatasi persaingan dagang dengan pelabuhan milik kerajaan di Bali.

Dari Pantai Ampenan ini, wisatawan bisa menikmati matahari terbenam bahkan kalau beruntung dengan cuaca cerah bisa melihat siluet Gunung Agung, Bali.

Pewarta : Ulfa

Editor : Bayu

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.
close