Menu Right

Top Social Icons

Slider Area 1

Slider Area 2

Slider Area 3

Responsive Full Width Ad

IKLAN KOA ADS
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Latest Updates

Olah raga

Kesehatan

Ekonomi Bisnis

Ntb

Mataram

Lombok Barat

Lombok Timur

Lombok Tengah

Lombok Utara

Rabu, 19 Desember 2018

Tolah Hasil Pengumuman 10 Besar Timsel, Para Calon Komisioner KPU Kab/Kota Di NTB Merasa Dirugikan

Mataram - Para calon komisioner Komisi Pemilihan Umum Kabupaten dan Kota se-NTB menggugat hasil pengumuman tes kesehatan dan wawancara yang diumumkan tim seleksi tanggal 11 Desember 2018.

Karena dianggap adanya dugaan indikasi permainan dalam penentuan 10 besar dalam pengumuman tersebut, sehingga menyebabkan puluhan calon komisioner KPU Kab/kota harus terpental, setelah dikeluarkan pengumuman itu oleh timsel.

" Rencananya kami akan melayangkan gugatan ke Timsel dan KPU RI mengenai hasil pengumuman seleksi kesehatan dan wawancara tersebut," tegas juru bicara calon komisioner KPU Lotim,Andi Purna Hendri saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Ia menjelaskan untuk calon yang tidak lulus di Lotim dalam tes kesehatan dan wawancara yang sudah menandatangani surat pernyataan keberatan terhadap hasil pengumuman tersebut sebanyak sembilan orang dari 15 orang yang tidak lulus. Untuk kemudian nantinya akan kami bawa ke pusat bersama dengan calon komisioner lainnya yang ada di pulau Lombok dan Sumbawa merasa dirugikan akibat pengumuman itu.

Bahkan tidak itu, pihaknya sudah melakukan konsultasi dan komunikasi dengan pihak KPU RI mengenai masalah tersebut. Dengan meminta untuk mengajukan keberatan atau gugatan saja secara tertulis nantinya sebagai dasar untuk ditindaklanjuti apa yang menjadi keinginan dari calon komisioner KPU kab/kota se-NTB yang merasa dirugikan.

" Satu yang kami inginkan dengan adanya keberatan dan gugatan yang dilakukan adalah untuk membatalkan hasil seleksi tes kesehatan dan wawancara yang telah diumumkan timsel," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya untuk calon dari Lotim telah melakukan pertemuan di salah satu rumah calon komisioner, guna membahas mengenai masalah tersebut.

Sehingga sepakat untuk untuk mengajukan gugatan terhadap hasil test tersebut, kemudian dibawa bersama-sama hari Senin tanggal 17 Desember 2018 ke Jakarta bersama dengan kabupaten/kota di NTB.

" Calon yang dari Pulau Lombok dan Sumbawa sudah sepakat untuk mengajukan gugatan dengan dikuatkan tanda tangan surat pernyataan keberatan dengan hasil pengumuman hasil tes wawancara dan kesehatan," tandas Andi Purna Hendri.

Hal yang sama juga dikatakan calon komisioner lainnya, Abdurrahim mengaku sangat menolak hasil pengumuman 10 besar yang telah dilakukan timsel. Karena dianggap banyak calon komisioner yang dirugikan akibat pengumuman tersebut yang diindikasi syarat dengan kepentingan.

Seperti contoh ada salah satu calon yang masuk 10 besar itu, suaminya maju menjadi calon legislatif di Lotim,sehingga kalau sampai diluluskan tentunya akan berdampak pada legalitas dan kenetralan sebagai penyelenggara pemilu. Belum lagi yang lainnya, sehingga harus menjadi perhatian dari KPU RI untuk membatalkan hasil pengumuman 10 besar tersebut.

" Kami sepakat meminta hasil pengumuman 10 besar seleksi calon komisioner KPU di NTB dibatalkan," tegas Abdurrahim yang saat ini menjabat sebagai Ketua Panwascam Kecamatan Selong.

Sementara salah seorang calon Komisioner KPU Kota Mataram, Agus Zaironi dalam pernyataannya melalui press releasenya menegaskan kalau timsel dinilai jelas tidak tertib administrasi dan lalai administrasi mengenai teks dan bunyi pengumuman yang dikeluarkan dan sudah ada di ranah publik.

Begitu juga apa yang dilakukan timsel dinilai jelas melanggar hukum atau cacat hukum karena tidak sesuai dengan PKPU nomor 7 dan juknis nomor 35 dan perubahannya yang mengatur tentang seleksi.

" Ranah yang kami tempuh bersurat ke KPU RI dengan meminta untuk meninjau kembali dan membatalkan seluruh hasil pengumuman 10 besar yang dihasilkan oleh seluruh timsel, karena dinilai cacat hukum dan akan berdampak terhadap kepada produk lain yang lain akan cacat hukum," tegas Agus Zaironi.

Lebih lanjut menegaskan semua calon komisioner yang tidak lulus dalam hasil seleksi kesehatan dan wawancara tersebut sangat menyayangkan pihak timsel yang tidak transparan dan akuntabilitas dalam proses seleksi ini. Karena tanggung jawab moral dan kepastian hukum bagi demokrasi di NTB bisa terancam dari legalitas dan trust publik kepada lembaga KPU.

" Kami minta kepada setiap komponen masyarakat, partai politik lembaga resmi DPRD dan pemerintah untuk bisa konsen dan ikut dalam memperhatikan proses seleksi yang dilakukan karena akan berdampak kepada proses demokrasi di NTB," tukasnya.

Sementara Ketua Timsel satu KPU Kab/kota NTB, Dr. Jumarin dan Ketua Timsel dua, Dr. Kahar sampai berita ini diturunkan belum ada jawaban meski telah menghubungi melalui whatsapp pribadinya.

Editor:Bayu

Puluhan Ribu Blangko KTP Dimusnahkan Dinas Dukcapil Lotim

Dinas Dukcapil Lombok Timur musnahkan puluhan ribu blangko KTP
Lombok Timur - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lombok Timur memusnahkan sebanyak 28.272 lembar blangko E-KTP di kantor Dinas Dukcapil Lotim, Selasa (18/12). E-KTP yang dimusnahkan tersebut merupakan yang sudah rusak, invalid, gagal cetak maupun pergantian.

Sementara kegiatan pemusnahan E-KTP tersebut langsung dilakukan Kepala Dinas Dukcapil Lotim, Satriadi, Sekdis Dukcapil, Azis dengan disaksikan KBO Reskrim, IPDA Sahiman, Polsek Kota Selong dan anggota Pol.PP Lotim.

Kepala Dinas Dukcapil Lotim,Satriadi menegaskan kalau pemusnahan blangko E-KTP tersebut dilakukan dalam rangka untuk mengantisipasi dan meminimalisir terjadi penyalahgunaan KTP di tengah-tengah masyarakat. Apalagi menjelang Pileg dan Pilpres 2019.

" Blangko KTP yang dimusnahkan adalah yang sudah tidak dipakai dan rusak," tegas Satriadi.

Ia menjelaskan pihaknya tidak menginginkan kasus yang terjadi di daerah lain terjadi di Lotim. Seperti halnya mengenai masalah blangko KTP tercecer dan dibuang di selokan, sehingga tentunya ini sangat berbahaya disalahgunakan masyarakat.

" Blangko KTP yang dimusnahkan itu ditaruh di kardus dan karung untuk kemudian dibakar dengan menggunakan bensin," ujarnya.

Editor : Bayu

Anggota Polres Lotim di PTDH,Berprestasi Diberikan Reward

Pemberian reward ke anggota yang berprestasi di Polres lotim
Lombok Timur - Bertampat di Markas Komando Polres Lotim,Senin (17/12) berlangsung upacara pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH),Briptu I Gede Edy Wijaya dan pemberian penghargaan atau reward kepada anggota Polres Lotim yang berprestasi.

Dimana kegiatan itu langsung dipimpin Kapolres Lotim,AKBP Ida Bagus Made Winarta,S.ik. Dengan dihadiri para pejabat utama Polres Lotim, para Kapolsek,bintara dan PNS.

Sementara itu anggota yang di PTDH tidak menghadiri kegiatan upacara pemecatan tersebut. Dengan digantikan anggota Provost untuk menerima SK pemecatan yang tertuang dalam SK Kapolda NTB Kep/532/X tertanggal 15 Oktober 2018.

Kapolres Lotim,AKBP Ida Bagus Made Winarta,S.ik dalam sambutannya mengatakan kalau dirinya sangat menyesali adanya upacara PTDH.Akan tapi secara organisasi harus tetap dilaksanakan dengan mengharapkan agar upacara PTDH ini merupakan yang terakhir kalinya.

Dengan jangan lagi ada anggota yang bersalah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kode etik Polri.

" Secara pribadi saya menyesali adanya kegiatan upacara PTDH ini,tapi hendaknya ini yang terakhir kalinya," tegasnya.

Ia menjelaskan sementara terhadap anggota yang berprestasi tentunya kami berikan reward atau penghargaan terhadap prestasi dalam rangka untuk memberikan semangat dan memacu yang lainnya.

" penghargaan yang diberikan ini hendaknya dijadikan cambuk dan ujian,dengan mampu mempertahankan dan untuk menjadi motivasi kepada anggota yang lainnya," ujarnya.

Editor : Bayu

Pemdes dan Pemuda Desa Dasan Lekong Ikut Berbaur Bersihkan Kali Jangkok Mataram

Mataram - Dibalik peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi NTB ke-60 yang jatuh pada tanggal 17 Desember 2018. Dari Pemerintahan Desa,Karang Taruna Bina Bakti,pengurus bank sampah Inges Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia ikut berbaur untuk membersihkan kali Jangkok di Mataram.

Bersama dengan Gubernur NTB,Zulkieflimansyah,Wagub NTB,Hj.Sitti Rohmi Djalillah bersama para pejabat Pemprov,Walikota Mataram, ASN dan masyarakat umum. Dengan mengambil sampah-sampah yang ada di sepanjang kali jangkuk tersebut.

Kepala Desa Dasan Lekong, L.Rajabul Akbar yang ikut mendampingi warganya dalam kegiatan bersih-bersih kali Jangkuk Mataram dalam rangka memperingati HUT NTB ke-60 mengatakan apa yang kami lakukan saat ini sebagai bentuk wujud kepedulian terhadap betapa pentingnya kebersihan.

Meski kami datang dari jauh dengan berbaur bersama para petinggi di Pemprov NTB dan kota Mataram. Namun tentunya semangat kepedulian kami yang tinggi untuk menjaga kebersihan tentunya ini yang menjadi faktor utama untuk ikut bergabung bersama-sama.

" Apa yang dilakukan Pemprov maupun Pemkot Mataram dalam rangka untuk menyambut HUT NTB ke-60 dengan melakukan bersih-bersih kali maupun tempat lain adalah sebuah pekerjaan yang mulai dan sangat baik," tegas Rajabul Akbar.

Ia juga menambahkan pihaknya merasa bangga bisa berbaur dengan Gubernur,Wagub maupun pejabat lainnya dalam kegiatan tersebut. Apalagi di Desa kami juga terus melakukan kegiatan yang sama dengan menjaga lingkungan sekitarnya.

Termasuk juga menjadikan sampah bekas menjadi uang, dengan tentunya harus diolah kembali dengan kerjasama pihak ketiga. Termasuk juga membangun bank sampah dalam rangka untuk tempat mengumpulkan sampah milik masyarakat yang diangkut setiap harinya.

" Apa yang kami lakukan tentunya tidak akan bisa berjalan tanpa adanya kerjasama yang baik antara pemerintah desa dengan masyarakat," tandas mantan Jurnalis Radio ini.


Editor : Bayu

Selasa, 11 Desember 2018

25 Calon Komisioner Lotim Dag Dig Dug Menunggu Hasil

Lombok Timur - Sebanyak 25 orang calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Timur yang mengikuti seleksi sampai akhir merasa Dag Dig Dug atau berdebar-debar menunggu hasil final yang rencananya akan diumumkan tanggal 11 Desember 2018.


" Rata-rata kami yang 25 orang yang sampai babak akhir seleksi merasa dag dig dug menunggu hasilnya,apakah masuk nominasi ataukah tidak," kata sejumlah calon komisioner KPU Lotim kepada awak media.

Sementara jumlah komisioner KPU Lotim yang dicari sebanyak 5 orang,sehingga sisanya yang akan terpental sebanyak 21 orang dari sebanyak 25 orang calon komisioner KPU Lotim yang mengikuti seleksi sampai akhirnya.

Miftahurrahman, salah seorang calon Komisioner Lotim mengatakan dirinya telah berusaha maksimal dalam mengikuti setiap tahapan seleksi. Dengan memperoleh nilai terbaik.

" Ikhtiar sudah saya lakukan tentunya tinggal menyerahkan hasilnya kepada yang diatas,apapun hasil nantinya," kata Miftahurrahman yang juga mantan komisioner KPU Lotim.

Hal yang sama dikatakan calon komisioner KPU Lotim, Ratna Dewa mengatakan dirinya sangat bersyukur sekali sudah sampai ke babak terakhir seleksi. Dengan menunggu hasil dari semua seleksi yang dilakukan bersama dengan teman-teman calon komisioner KPU Lotim.

" Alhamdulillah saya bersyukur sekali dengan sudah sampai ke babak akhir dari semua tahapan seleksi calon komisioner KPU Lotim,apalagi baru pertama kali ikut," kata Ratna Dewi.

Namun begitu,lanjutnya Jurnalis perempuan pertama ikut seleksi ini, majunya ikut dalam seleksi calon komisioner KPU Lotim tentunya akan bisa mewakili jatah perempuan 30 persen. Sehingga tentunya inilah yang dirinya perjuangan untuk bisa masuk didalamnya.

Dengan tentunya mengedepankan rasa optimisme yang tinggi dari setiap usaha yang dilakukan. Karena  apapun hasilnya nanti tentunya saya akan terima,karena sampai sanalah akhirnya dari perjuangan yang dilakukan.

" Perempuan harus bisa menangkap peluang di semua lini,"ujar Ratna yang juga anggota PPS Kelurahan Ijobalit ini.

" Yang jelas proses telah saya lalui,tinggal Tawakkal," katanya.

Sementara calon lainnya, Abdurrahim mengatakan dirinya telah berusaha maksimal untuk mengikuti setiap tahapan seleksi sampai ke akhirnya. Dengan tinggal menunggu hasilnya saja.

" Apapun hasilnya itulah yang terbaik, karena dirinya telah menjalankan ikhtiar untuk kemudian menyerahkan hasilnya kepada yang diatas," tegas Abdurrahim.


Editor : Bayu

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.
close