Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

IKLAN KOA ADS
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Selasa, 14 Agustus 2018

Hipmi NTB Desak Presiden Jokowi Tetapkan Lombok Menjadi Status Bencana Nasional

Ketua HIPMI NTB, Sawaluddin ‎
Lombok Timur - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Nusa Tenggara Barat mendesak kepada Pemerintah Pusat dibawah kepemimpinan Presiden H.Joko Widodo untuk segera menetapkan bencana gempa bumi yang terjadi di pulau seribu masjid ini. Untuk segera ditetapkan menjadi status bencana nasional.

Karena  melihat dampak yang ditimbulkan akibat bencana tersebut melumpuhkan sendi-sendi perekonomian masyarakat yang ada di Pulau Lombok.

" Hipmi mendesak kepada Presiden RI Jokowi untuk tetapkan bencana Lombok sebagai bencana nasional," tegas Ketua DPD HIPMI NTB, Sawaluddin kepada media ini.

Ia menjelaskan dengan nantinya dijadikan bencana gempa bumi Lombok sebagai bencana nasional. Maka tentunya penanganan yang diberikan kepada para korban gempa akan lebih maksimal lagi diberikan pemerintah pusat.

Karena kalau hanya statusnya bencana daerah tentunya penanganan setelah selesai tanggap darurat tentunya tidak akan maksimal. Meski dari pemerintah pusat telah meminta kepada para menteri terkait untuk memberikan penanganan yang maksimal dalam pemulihan pasca gempa di Lombok ini.

" Kalau bencana nasional ditetapkan penanganan akan semakin jelas,namun kalau tidak maka tentunya kami khawatir nantinya penanganan pasca tanggap darurat akan menjadi masalah,apalagi wilayah yang menjadi dampak gempa hampir semua pulau Lombok," ujar Aweng.

Oleh karena,lanjutnya, pihaknya sangat memberikan apresiasi atas kedatangan Presiden Jokowi bersama Kapolri, Panglima TNI,para menterinya di pulau Lombok yang terkena bencana gempa ini. Namun akan lebih bangga dan berterima kasih masyarakat pulau Lombok kalau status bencana Lombok ini dijadikan bencana Nasional.

" Seharusnya pada saat kunjungan bapak Presiden RI di Lombok saat ini langsung memutuskan dan menetapkan menjadi bencana nasional," pintanya lagi.

Lebih jauh Ketua HIPMI NTB menambahkan dirinya ‎ tidak bisa dipungkiri akibat dampak gempak‎ semua masyarakat yang ada di kabupaten|kota di Pulau Lombok ini sangat merasakan betul dampak dari gempa bumi yang mengguncang pulau Lombok. Dengan dimulai gempa pendahuluan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR),kemudian gempa puncak 7,0 SR dan lanjutkan setelah gempa dengan kekuatan 6,2 SR.

Bahkan sampai saat ini masih terjadi gempa susulan meskipun kekuatannya tidak sedahsyat gempa sebelumnya. Dengan telah menyebabkan ratusan warga menjadi korban meninggal dunia akibat gempa tersebut.‎Belum lagi ribuan warga mengalami luka-luka.

Selain itu rumah-rumah warga luluh lantah diguncang gempa,sehingga ratusan ribu warga hingga saat ini masih berada di lokasi pengungsian yang tentunya kondisinya sungguh memprihatinkan sekali.‎

" Untuk mengembalikan kondisi perekonomian di NTB membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa normal,sehingga inilah yang harus menjadi perhatian para pemegang kebijakan untuk memikirkan nasib para korban gempa Lombok," tandasnya.

Editor : Bayu‎

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.
close