Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

IKLAN KOA ADS
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Selasa, 21 Agustus 2018

Kawasan Gunung Rinjani Tempat Sakral Minta Ditutup Total Dari Pendaki‎

Panorama kawasan Gunung Rinjani
Lombok Timur - Kalangan masyarakat Lombok Timur meminta kepada pihak pemerintah pusat, daerah,taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) untuk menutup secara total pendakian ke gunung rinjani yang dianggap sebagai tempat sakral oleh masyarakat di Lotim.

Pasca terjadinya gempa yang sampai saat ini mengguncang Lotim khususnya dan NTB pada umumnya. Apalagi kondisi kawasan gunung Rinjani yang merupakan salah satu geofax dunia mengalami longsor akibat gempa tersebut.‎

" Apapun alasannya pendakian ke gunung rinjani harus ditutup total jangan ada pendakian untuk wisatawan asing maupun lokal lagi," kata Anwar,Warga Selong kepada media ini.

Ia melihat bencana gempa yang menimpa pulau Lombok saat ini dengan tidak terlepas dari kondisi yang ada di kawasan gunung rinjani tersebut yang rusak. Dengan adanya indikasi dugaan perbuatan tidak terpuji dilakukan oknum  wisatawan yang naik ke gunung Rinjani tersebut.

Sementara pada satu sisi kawasan gunung rinjani merupakan tempat yang sakral harus dijaga dari perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.Saat melakukan pendakian di atas gunung rinjani yang sudah termasyur tersebut.

" Dari penuturan nenek moyang kita dulu tidak sembarangan orang bisa naik ke Gunung Rinjani dan kalaupun mau naik harus gunakan pemangku,tidak sekarang ini semua orang bisa naik," ujarnya.

Sementara Ketua PD Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Lotim, Sayadi mengaku tidak setuju kalau kawasan rinjani ditutup total. Apalagi sudah masuk dalam salah satu geofax dunia yang tersohor sehingga banyak para wisatawan asing maupun lokal datang untuk menikmati keindahan rinjani tersebut.

" Harus buatkan awik-awik atau aturan bagi mereka yang ingin naik ke Gunung Rinjani,karena merupakan tempat sakral,bukan malah memberikan kebebasan kepada siapapun untuk naik," tegasnya.

Sayadi mengatakan dari hasil diskusi dengan para tokoh-tokoh adat Sembalun bahwa terjadinya bencana saat ini tentunya tidak terlepas dari keberadaan gunung Rinjani. Bahkan bencana gempa yang terus menerus terjadi saat ini tidak pernah terjadi sebelumnya.

Begitu juga pihak TNGR jangan hanya menginginkan retribusi besar masuk ke negara melalui pendakian Gunung Rinjani.Tanpa melihat kesucian dan kesakralan yang dimiliki Gunung Rinjani tersebut,sehingga inilah yang dilupakan oleh pihak TNGR.‎

" Kawasan rinjani harus segera disucikan dengan mengadakan ritual penyucian menurut para tokoh-tokoh adat di Lombok ini,agar kawasan Rinjani kembali kepada posisi semula," pintanya.

‎Sementara Kepala Balai TNGR NTB,Sudiyono mengaku tidak sependapat kalau kawasan gunung Rinjani ditutup secara total dari pendakian wisatawan. Melainkan hendaknya harus membuat regulasi mengenai masalah tata cara pendakian kedepannya seperti membuat aturan atau awik-awik bagi pendaki.

Namun semuanya itu harus dimusyawarahkan bersama dengan duduk bersama semua pihak. Agar keberadaan kawasan Gunung Rinjani ini terus penuh dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati keindahannya.

" Contoh saja kalau ada tikus yang masuk atau mengganggu ke dalam rumah,apakah semua isi rumah akan kita bakar kan tidak,begitu juga halnya kawasan Gunung Rinjani," tandas Sudiyono.


Editor : Bayu

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.
close