Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

IKLAN KOA ADS
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Senin, 27 Agustus 2018

Kemensos Salurkan Bansos Gempa Lombok Rp1,25 triliun

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri), menyerahkan bantuan untuk korban gempa melalui Kepala Dinas Sosial Nusa Tenggara Barat Ahsanul Khalik, di posko pengungsian kantor Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (25/8). (Foto Humas Kemensos)
Lombok Barat - Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan bantuan sosial tanggap darurat untuk korban gempa bumi di Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, senilai Rp1,25 triliun.

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita, ketika mengunjungi posko pengungsian di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu malam, menyebutkan, bansos triliunan rupiah tersebut terdiri atas bantuan logistik, santunan ahli waris, uang duka untuk relawan yang gugur dalam penanganan korban bencana gempa.

Selain itu, santunan paket kebutuhan pokok beras reguler, peralatan dapur keluarga, bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan nontunai.

"Seluruh upaya tersebut merupakan perwujudan hadirnya negara dalam memberikan perlindungan dan jaminan sosial kepada rakyat yang tertimpa bencana," kata Agus yang dilantik sebagai Menteri Sosial oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (24/8), menggantikan Idrus Marham.

Ia mengatakan sejak gempa mengguncang NTB pada 29 Juli, pihaknya telah melakukan langkah-langkah tanggap darurat meliputi pemenuhan kebutuhan dasar yang terdiri atas pemenuhan tempat tinggal sementara, pemenuhan kebutuhan permakanan.

Selain itu, pengerahan tim penanganan terpadu untuk proses pendampingan dan verifikasi data sampai masa tanggap darurat berakhir, serta penyerahan santunan bagi ahli waris korban meninggal.

Dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara, lanjut Agus, telah terdistribusi sebanyak 1.519 tenda gulung, tenda keluarga, dan tenda serbaguna.

Sementara untuk tambahan bantuan penyediaan shelter, Kemensos mengaktifkan klaster nasional pengungsian.

Untuk pemenuhan kebutuhan makanan pemerintah provinsi dapat mengeluarkan cadangan beras pemerintah hingga 200 ton dan tiap kabupaten dapat mengeluarkan 100 ton dari gudang Perum Badan Urusan Logistik.

"Kemensos juga menyalurkan sembako berupa beras dan lauk pauk sebanyak 21.000 paket dan 1.000 paket peralatan dapur keluarga," ujarnya.

Dalam masa tanggap darurat yang berakhir 25 Agustus, kata dia, pemerintah secara bertahap menyalurkan santunan ahli waris korban meninggal untuk 563 orang dengan nilai total Rp8,34 miliar.

Selain korban jiwa, Data Dinas Sosial NTB dan Posko Induk hingga 25 Agustus, tercatat sebanyak 1.116 orang mengalami luka berat/rawat inap, 71.937 rumah rusak dan 417.529 jiwa mengungsi.

"Mereka yang berada di pengungsian diberikan layanan pemulihan sosial, meliputi layanan dukungan psikososial, perlindungan sosial berkelanjutan, dan pengerahan taruna siaga bencana serta pendamping PKH," ucap Mensos Agus.

Menteri dari Partai Golkar ini mengatakan sesuai arahan Presiden Joko Widodo, agar korban bencana harus mendapat prioritas utama, maka Kemensos akan terus memberikan pendampingan dan dukungan penuh kepada Pemerintah Provinsi NTB untuk melaksanakan proses rehabilitasi sosial pasca gempa.

"Dengan semangat gotong royong, rela berkorban, dan bekerja ikhlas tuntas, saya mengajak semua pihak ?bersama-sama turun tangan membantu saudara-saudara kita di NTB, agar bangkit kembali menata hidup dan masa depan," kata Agus.


Editor : Bayu

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.
close