Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

IKLAN KOA ADS
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Selasa, 21 Agustus 2018

Ribuan Warga Lotim Tidur di Jalan Raya, Akibat Dampak Gempa ‎

Kondisi warga di Lotim yang tidur di jalan raya mengamankan diri dari gempa
Lombok Timur - Pasca terjadinya gempa yang mengguncang Lombok Timur ribuan warga memilih mengungsi di jalan raya seperti  yang terjadi di jalan TGKH M.Zainuddin Abdul Madjid, Jalan Prof. M.Yamin,Jalan Ahmad Yani,Jalan Rinjani, Jalan Pattimura dan Jalan Jurusan HL.Muhdar menuju Reban Tebu,Kelurahan Sandubaya.

Bahkan tidak itu saja,para warga juga membuat tenda pengungsian di gang-gang yang ada di kampung masing-masing. Meski banyak diantara dari warga juga memilih melakukan pengungsian di lokasi tempat aman. Seperti lapangan, perkantoran, sekolah-sekolah maupun fasilitas umum.

Hasil pantauan media ini di lapangan sejak terjadi gempa susulan dengan kekuatan 7.0 SR,Minggu malam (19/8) dari warga yang ada di sekitar Lombok Timur. Seperti yang terlihat di jalan ada di Kota Selong sudah terlihat tiga malam berturut-turut membuat tenda pengungsian di jalan raya.

Dengan tujuan untuk menjaga keselamatan dirinya dan keluarganya dari reruntuhan akibat gempa yang terjadi. Karena sampai saat ini gempa susulan masih terjadi.

" Mau gimana lagi kami terpaksa harus mengungsi di jalan raya dengan hanya beralas tikar dan karpet,meski ada diantara warga membuat dengan menggunakan tenda maupun terpal," kata warga Pancor dan Selong kepada media ini.

Para warga juga tidak membuat tempat pengungsian di jalan raya dengan permanen.Agar cepat dibuka kalau datang pagi,karena jalan yang digunakan untuk mengungsi paginya banyak dilewati kendaraan.

Begitu juga kalau malam harinya kami hanya menggunakan setengah badan jalan saja. Dengan menaruhkan drum maupun kursi di tengah jalan sebagai penanda kalau kami tidur mengungsi di tengah jalan.

" Kami hanya menggunakan setengah jalan saja untuk mengungsi tidur pada malam hari saja,sedangkan paginya kami kembali kerumah," ujar para warga lagi.

Selain itu, lanjut para warga, memang kami menginginkan mengungsi ke taman rinjani Selong maupun tugu yang lebih aman. Akan tetapi karena lokasinya sangat jauh dari rumah,makanya kami tidak mau dengan memilih dekat rumah saja yang penting aman dari gempa.

" Selama kami tidur di jalan raya aman dari gempa,tapi kedinginan menghantui kami,akan tapi apa boleh buat yang penting aman," tegas para warga.

Camat Selong, GN Parhan membenarkan kalau banyak diantara warganya yang membuat tempat pengungsian dadakan di jalan raya. Dengan menggunakan setengah badan jalan,meski diantaranya banyak juga yang membuat tempat pengungsian di berbagai tempat yang aman.

" Warga memilih tempat mengungsi karena dianggap aman dari gempa," ujar Parhan.


Editor : Bayu

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.
close