Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

IKLAN KOA ADS
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Kamis, 27 September 2018

H. Nasruddin : Pembayaran Zakat adalah Pembersihan Harta untuk Berkah

Mataram - Membayar zakat adalah salah satu bagian dari rukun Islam, dimana pelaksanaannya wajib dilakukan oleh setiap umat Islam yang telah memenuhi syarat seperti yang ditentukan dalam Al-Qur’an dan hadis, namun kesadaran membayar zakat umat Islam di daerah melalui lembaga resmi pengumpul zakat, masih perlu ditingkatkan, pasalnya, jumlah pengumpulan zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS) masih rendah dan jauh dari potensi yang ada.

Hal ini menjadi salah satu perhatian Bidang Bimas Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB untuk melaksanakan kegiatan Workshop Literasi Sadar Zakat Tahun Anggaran 2018, “Workshop Literasi sadar zakat dilaksanakan untuk mengingatkan kepada umat Islam bahwa zakat itu adalah kewajiban dan masuk rukun Islam”,  ujar Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat H. Nasruddin saat menyampaikan sambutan dan arahannya sekaligus membuka secara resmi dimulainya kegiatan ini.

“Jangan sampai ada umat Islam yang tidak menunaikan zakat, namun merasa biasa-biasa saja, padahal, pembayaran zakat diwajibkan dalam ajaran agama Islam, bila tidak mampu menunaikannya, maka umat Islam bisa membayar infak dan melakukan amalan lainnya seperti memindahkan duri dari jalanan”, tambah H. Nasruddin didepan 30 orang Peserta Workshop Literasi Sadar Zakat yang kegiatan ini direncanakan akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 26 sampai dengan 28 September 2018 bertempat di Hotel Grand Madani Mataram.

Menurut H. Nasruddin bahwa zakat ini sangat perlu adanya pelayanan agar bagaimana zakat ini benar-benar dikelola dengan baik dan profesional, sehingga Pemerintah memberikan pengetahuan melalui workshop, pelatihan dan bimbingan agar pelaksanaan zakat itu dapat tercapai sesuai dengan rencana, karena melalui zakat ini dapat mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan umat yang kurang mampu, “Pembayaran zakat sebagai bagian dari upaya membersihkan harta agar mendapatkan berkah dari Allah SWT”, tegas H. Nasruddin.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara H. Saiful Hamdani melaporkan bahwa 30 peserta Workshop ini terdiri dari unsur BAZNAS, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan perwakilan dari Organisasi Islam yang berada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan “Pengelolaan zakat adalah serangkaian dalam pengumpulan, pendistribusian dan pemberdayagunaan zakat, maka dengan optimalisasi zakat akan dapat membantu mengentaskan kemiskinan”, tutup H. Saiful Hamdani.


Editor : Bayu

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.
close