Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

IKLAN KOA ADS
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Kamis, 13 September 2018

H. Sirojuddin : Berikan Contoh dan Ciptakan Anak Berkarakter

Mataram - Senjata yang paling ampuh untuk mencapai predikat yang termulia bagi Guru yang menjadi penentu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Bangsa di semua Negara harus menguasai 4 (empat) kompetensi dasar yaitu Profesional, Pedagogik, Sosial dan Kepribadian (PROPEDSOSDIAN) sehingga kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Hindu Tingkat SMP ini menjadi sangat penting.

Dengan tema “Ciptakan Guru Pendidikan Agama Hindu yang berkompeten dalam peningkatan kualitas dan pengembangan kecerdasan peserta didik yang berkarakter, bermartabat, religius dan berbudaya”  sesuai dengan 2 hal dari 11 Program Direktif Pemerintah tentang Pendidikan yang dikenal dengan NGOPI-AH (Ngobrol Pendidikan Agama Hindu) dan MENGAJI (Mengasah Jati Diri).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha H. Sirojuddin membuka secara resmi pelaksanaan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Hindu Tingkat SMP se Provinsi Nusa Tenggara Barat siang ini,Rabu (12-9-2018) di Hotel Fave Mataram.

“Seorang Guru yang dituntut untuk menciptakan siswa didiknya menjadi anak-anak yang berkarakter, maka Guru  harus dapat memberikan contoh yang baik kepada siswa didiknya”, disampaikan H. Sirojuddin didepan 40 peserta Workshop yang terdiri dari unsur Guru Pendidikan Agama Hindu Kabupaten/Kota se Provinsi Nusa Tenggara Barat pada saat memberikan sambutan dan arahan yang sekaligus membuka kegiatan Workshop ini secara resmi.

Selanjutnya H. Sirojuddin sangat mengharapkan hasil yang tertulis dari Workshop ini yang akan dijadikan pedoman dalam melaksanakan pembelajaran, maka diminta kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti kegiatan ini sampai dengan selesai yang direncanakan akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 12 sampai dengan 14 September 2018.

Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara Dewa Ketut Mertayasa dalam laporannya menyampaikan bahwa NGOPI-AH (Ngobrol Pendidikan Agama Hindu ini bermakna agar selalu secara stagnan didiskusikan mengingat perkembangan dunia Pendidikan yang bersifat dinamis, inovatif dan kreatif, sedangkan MENGAJI (Mengasah Jati Diri) ini bermakna bahwa sebagai tenaga Pendidik wajib mengasah kemampuan diri dalam mengedukasi dan mentransformasi ilmu untuk mencerdaskan anak Bangsa, papar Dewa Ketut Mertayasa.


Editor : Bayu

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.
close