Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

IKLAN KOA ADS
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Selasa, 25 September 2018

Perbaiki Rumah Jemaat Ahmadiyah , Warga Greneng Tetap Menolak

Rumah salah satu jemaat Ahmadiyah yang mulai dilakukan perbaikan di wilayah Desa Greneng
Lombok Timur - Warga Desa Gereneng, Kecamatan Sakra Timur tetap menolak perbaikan rumah jemaat ahmadiyah yang rusak massa beberapa waktu lalu. Meski biaya yang dipakai untuk memperbaiki rumah tersebut adalah dari pemerintah provinsi tetap dilakukan penolakan demi keamanan bersama.

"Apapun alasannya warga sudah sepakat untuk menolak perbaikan rumah jemaat ahmadiyah tersebut, hanya murni untuk menjaga kondusifitas tetap aman," kata Amaq Herpi,tokoh masyarakat Desa Greneng kepada wartawan.

Oleh karena,lanjutnya, pemerintah daerah hendaknya harus mempertimbangkan kembali masalah tersebut. Apalagi saat ini sudah ada salah satu jemaat ahmadiyah yang mulai memperbaiki rumahnya.

Dengan alasannya kalau rumah itu nantinya,akan dijual setelah selesai diperbaiki. Namun dalam kenyataan dilapangan justru informasinya berbeda sekali,maka inilah yang tentunya menjadi masalah.

Maka sepertinya mulai mencari masalah baru, karena masyarakat sudah dengan jelas-jelas melakukan penolakan terhadap apapun aktivitas dari jemaat ahmadiyah tersebut. Sebelum mereka kembali ke ajaran islam yang sesungguhnya.

"kalau jemaat ahmadiyah itu memperbaiki rumahnya untuk kemudian nanti dijual,seharusnya dilakukan musyawarah dengan mengundang semua tokoh kemudian membuat pernyataan diatas materai agar menjadi jelas," tegasnya.

Hal yang sama dikatakan Anggota LKMD Desa Greneng, Saiyyah menegaskan pada intinya masyarakat tetap menolak adanya perbaikan rumah jemaat ahmadiyah tersebut.Karena dikhawatirkan akan menjadi resah dan pemicu keributan kembali,sedangkan masyarakat menginginkan damai dan tentram.

" Lebih baik pemerintah membuat tempat khusus bagi jemaat ahmadiyah itu ketimbang akan dikembalikan ke rumahnya akan membuat masalah lagi," tandasnya.

Sementara Kades Greneng,Budi Harlin mengatakan memang betul jemaat ahmadiyah mendapatkan bantuan perbaikan rumah dari Gubernur NTB sebesar Rp 40 juta per Kepala Keluarga (KK).

Namun yang menjadi masalah saat ini warga Greneng masih tetap melakukan penolakan terhadap perbaikan rumah jemaat ahmadiyah tersebut. Sebelum kembali ke ajaran islam yang sesungguhnya sebagaimana yang diinginkan masyarakat.‎

"  Kami selaku aparatur di desa tetap meminta kepada masyarakat untuk menjaga kondusifitas agar tetap aman dan damai,apalagi memasuki masa kampanye Pileg dan Pilpres 2019," tegasnya.

Harlin mengatakan dari laporan yang diterima memang ada salah satu jemaat ahmadiyah yang telah mulai melakukan perbaikan rumahnya.Dengan mendatangkan alat bangunan,bahkan sudah mulai melakukan perbaikan bagian depan atap rumahnya.

" Yang jadi masalah sekarang warga tetap menolak,sedangkan aparatur desa berada ditengah-tengah," ujarnya.

Kapolsek Sakra Timur,Ipda L Mahrum saat dikonfirmasi mengatakan memang betul ada warga yang menolak atas kegiatan perbaikan rumah jemaat ahmadiyah yang mulai dilakukan atau kerjakan.

" Makanya kami minta pengamanan dari Polres Lotim untuk membackup kami yang dari Polsek Sakti," tegas Mahrum.

Editor : Bayu

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.
close