Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

IKLAN KOA ADS
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Selasa, 25 September 2018

Pertemuan IMF-Bank Dunia Kesempatan Bangkitkan Pariwisata Lombok

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB menjadi salah satu destinasi yang ditawarkan untuk dikunjungi para delegasi pertemuan IMF dan Bank Dunia.
Mataram - Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat Lalu Moh Faozal menilai pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Bali diharapkan menjadi kesempatan emas bagi promosi pariwisata Lombok, untuk kembali bangkit pasca gempa.

"Saat ini kami terus berupaya agar Lombok bisa menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi para delegasi IMF dan Bank Dunia," kata Faozal di Mataram, Senin.

Ia mengatakan meski NTB sempat mengalami bencana gempa, namun secara umum kondisi destinasi wisata di Lombok masih baik dan aman dikunjungi, termasuk untuk pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia.

"Kita menyiapkan enam paket dan sudah MoU bersama CEO IMF," ujarnya.

Faozal menyebutkan keenam paket tersebut antara lain, paket city tour Kota Mataram, kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, tiga Gili, golf, dan kuliner.

"Kita juga telah menyediakan delapan hotel yang siap menjamu para delegasi IMF dan Bank Dunia selama di Lombok," jelas Faozal.

Menurut dia, penyelenggaraan pertemuan IMF dan Bank Dunia merupakan kesempatan emas untuk promosi wisata Lombok.

"Ini soal `trust` kepercayaan, kalau IMF kita gagal meyakinkan, dampaknya bagi citra promosi, makanya tetap kita jaga enam paket itu agar tetap terjaga," ucapnya.

Mantan Kepala Museum NTB ini, menambahkan sebagian besar hotel di Lombok sudah beroperasi normal pasca gempa. Adapun hotel yang belum beroperasi normal karena masih melakukan perbaikan.

Untuk kawasan tiga gili, yakni Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno, menurutnya, 80 persen hotel dan homestay mulai berangsur-angsur pulih. Sedangkan, 20 persen lainnya mengalami kerusakan cukup parah.

"Kalau tingkat kunjungan jelas pasti menurun karena gempa. Tapi kalau `head to head` dengan tahun lalu tentu drop. Untuk jumlah kunjungan sekarang masih kita masih hitung. Namun yang pasti kunjungan wisatawan sudah mulai berjalan, meski belum banyak," katanya.


Editor : Bayu

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.
close