Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

IKLAN KOA ADS
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Kamis, 20 September 2018

Senpi Revolver di Tangan Pelaku Diduga Milik Polri " Pemiliknya Masih Diselidiki"

Kapolres Lotim, AKBP M Eka Fathurrahman,Sik sedang periksa senpi jenis revolver yang ditemukan barang bukti dari tangan pelaku.‎
Lombok Timur - Kepala Kepolisian Resor Lombok Timur,AKBP M Eka Fathurrahman mengatakan senpi jenis revolver yang ditemukan dari tangan pelaku kawanan perampok diduga milik senpi yang biasa digunakan Polri. Namun begitu pihaknya masih sedang melakukan penyelidikan terhadap kepemilikan senpi tersebut.

" Saya menduga kalau senpi yang ditemukan dari tangan pelaku mirip dengan milik Polri,makanya sedang diusut siapa pemiliknya," tegas Kapolres Lotim kepada wartawan di kantornya.

Ia menjelaskan dari keterangan pelaku yang ditangkap kalau senpi diperoleh dari pinjam dari teman pelaku.Untuk kemudian digunakan dalam aksi perampokan yang terjadi di Rensing, Kecamatan Sakra Barat terhadap petani tembakau yang menyebabkan tewas tertembak.

Namun pelaku tidak mengetahui dari siapa tempat temannya meminjam senpi tersebut. Sehingga terus dilakukan pengembangan penyelidikan terhadap kasus ini.

" Pelaku utama yang menggunakan senpi untuk menembak korban tersebut saat ini sedang buron,sedangkan yang ditangkap kawanan dari kelompok tersebut," ujar Kapolres Lotim.

Sementara itu, lanjutnya, keempat pelaku yang masih buron masih sedang dilakukan pengejaran. Karena identitasnya sudah kami ketahui semuanya.

Sehingga meminta kepada pelaku untuk segera menyerahkan diri,dengan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Yang jelas cepat atau lambat pelaku yang masih buron berjumlah empat orang akan bisa ditangkap,untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tandasnya.

Editor : Bayu‎

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.
close