Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

IKLAN KOA ADS
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Minggu, 02 September 2018

Siswa SMPN 2 Selong Belajar di Trotoar Pendopo Bupati

Kondisi siswa SMPN 2 Selong belajar di luar areal halaman sekolah.
Lombok Timur - Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Selong yang lokasinya persis di samping pendopo Bupati Lotim belajar di tanah lapang,tanpa ada bangku,papan tulis. Dengan melaksanakan kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Trotoar,Jalan Raya Ahmad Yani Depan Pendopo Bupati Lotim dan memanfaatkan lapangan tugu Selong.

Sementara  pada satu sisi gedung sekolahnya berlantai dua masih layak untuk ditempati proses kegiatan belajar mengajar.‎

"Kami belajar di trotoar, jalan raya dan lapangan tugu ini sejak masuk sekolah pasca gempa bumi sampai saat ini," kata para siswa SMPN 2 Selong kepada media ini.

Para siswa juga mengatakan kami trauma dengan kejadian gempa tersebut,karena pada saat proses KMB berlangsung tiba-tiba terjadi gempa,sehingga itulah yang membuat kami khawatir dan was-was kalau belajar di dalam kelas.

Apalagi sampai saat ini gempa bumi masih saja terus terjadi menggoncang,tanpa kami mengetahuinya sampai kapan bencana ini akan berhenti.

"Seperti contoh Jumat kemarin gempa terjadi dua kali saat sedang belajar berlangsung,sehingga kami berhamburan dari dalam kelas dengan kemudian pihak sekolah memulangkan lebih pagi," ujar para Siswa sambil sesekali melihat buku pelajarannya.‎

Sementara salah seorang Guru Matematika SMPN 2 Selong, M.Rifai mengatakan pihak sekolah terpaksa mengambil kebijakan untuk menjalankan proses KMB di lapangan tugu Selong atau di trotoar depan Pendopo Bupati Lotim.

Karena masih khawatir dan was-was dengan gempa yang masih ada. Selain itu para siswa juga masih trauma dengan gempa ini.

"Kami melaksanakan KBM di lapangan tugu karena kondisi yang tidak memungkinkan," ujarnya.

Ia juga menandaskan meski gedung bangunan kondisi kokoh,akan terdapat retak-retak tapi tidak terlalu parah.Namun begitu proses pendidikan harus jalan meski dalam kondisi seperti ini.

Begitu juga siswa tentunya sangat terganggu dengan proses KBM saat ini. Apalagi dengan suara bising,akan tapi mau tidak mau harus dilakukan,ketimbang proses KBM tidak berjalan.

"Mudah-mudahan bencana gempa bumi ini segera berakhir agar anak-anak kita bisa maksimal pendidikan," tandasnya.


Editor : Bayu

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.
close