Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

IKLAN KOA ADS
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Selasa, 09 Oktober 2018

Bupati Hadiri Deklarasi Desa Pendua Bangkit

Tanjung Seputar-NTB - Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH, didampingi Camat Kayangan H. M. Thohir, SH, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, dan Pararelawan mendeklarasikan Desa Pendua Bangkit (8/10).

Kepala Desa Pendua Agus Salim, dalam sambutannya menyampaikan deklarasi Desa Pendua Bangkit adalah langkah awal untuk membangun kembali masyarakat, khususnya di Desa Pendua untuk bangkit setelah bencana melanda. "Kita memulai aktivitas, meskipun dengan kondisi terbatas Kita bangun semangat. Boleh saja, rumah kita rata dengan tanah, tetapi semangat kita untuk membangun kembali, harus ada dan kuat," tegasnya.

Menurutnya, Deklarasi Desa Pendua Bangkit disuarakan, agar terpatri jiwa semangat untuk peduli membangun desa dan masyarakat. "Ada beberapa hal yang perlu kita tanamkan khususnya bagi masyarakat yang ada di Pendua. Pertama, bersyukur karena kita masih diberikan keselamatan hingga saat ini. Kedua, sabar menghadapi bencana. Ketiga, percaya diri dengan kemampuan untuk mandiri. Keempat, tetap jaga kekompakan dan yang terakhir  kembali ke jati diri kita sendiri," jelasnya.
Pada masa darurat, Pemdes Pendua cukup banyak menerima bantuan, baik dari pemerintah maupun relawan. Kini, telah mulai didirikan huntara pada beberapa dusun, sebagai pemicu semangat untuk bangkit dan bangun kembali di Desa Pendua.

Dalam pada itu, Najmul berterima kasih kepada para relawan yang telah membantu masyarakat, khususnya di Lombok Utara. Pemda KLU tak bisa membalas, kecuali dengan mendoakan hal-hal yang terbaik bagi pararelawan dan lembaga yang berdonasi.

Najmul juga mengajak masyarakat untuk bangkit dari kesedihan. "Kesedihan tak pernah bisa membantu kita menyesaikan masalah. Adapun yang mampu menyelesaikannya adalah dengan bangkit beraktivitas kembali seperti dulu. Memanfaatkan puing bangunan yang masih tersisa, untuk membangun kembali hunian," tuturnya.


Najmul menjelaskan karakter paling berharga dari masyarakat KLU yaitu tak adanya fenomena pengemis. "Meskipun presentasi kemiskinan tertinggi di NTB, tetapi nyaris tak ada masyarakat KLU yang menjadi pengemis," ungkap Najmul. Ia (Najmul-red) berpesan, tangis tak bisa menyelesaikan masalah, semangat mampu membangkitkan diri kita, bangkit dari keterpurukan. Pendua Bangun Kembali, Pendua Bangkit. (F&D) 

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.
close