Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

IKLAN KOA ADS
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Rabu, 31 Oktober 2018

Caleg Protes Bawaslu dan Panwascam Soal Penertiban APK

APK yang masih berdiri tegak terpasang belum ditertibkan Bawaslu dan Panwascam di wilayah Dapil 2 Lotim.‎
Lombok Timur - Penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) Pemilihan Legislatif yang dilakukan Panwascam Keruak bersama jajaranya mendapatkan protes keras dari sejumlah calon legislatif Dapil 2 DPRD Lotim yang merasa dirugikan. Pasalnya penertiban APK diduga dilakukan tembang pilih dengan tidak merata dilakukan penertiban.

" Saya protes penertiban APK yang dilakukan Panwascam Keruak karena diindikasi tembang pilih dalam penertiban," tegas salah seorang Caleg PDIP Lotim Dapil 2 Lotim, M.Taufik Hidayat kepada media ini.

Ia menjelaskan seharusnya Panwascam Keruak dalam melakukan penertiban itu jangan tembang pilih. Karena banyak ‎APK yang berdiri tegak dengan tegak tidak dilakukan penertiban padahal sesuai dengan  PKPU No 23 tahun 2018 dan PKPU No.33 tahun 2018 maka semua baliho yang berdiri tegak harus ditertibkan.

Begitu juga Penertiban yang dilakukan panwascam seharusnya memberikan rasa keadilan bagi semua parpol dan caleg. Sehingga  tidak terjadi kecurigaan kepada Bawaslu dan Panwascam. Dengan meminta untuk  bekerja secara profesional dan netral sebagai  wasit pada Pileg 2019. Dengan jangan menjadi kepentingan bagi oknum untuk melakukan intrik yang tidak sehat.

" Masak baliho saya banyak yang ditertibkan sedangkan baliho milik caleg lainnya masih berdiri kokoh terpasang tanpa Panwascam melakukan penertiban,sehingga ini namanya ketidakadilan," tukasnya.

Oleh karena itu, lanjut Taufik meminta kepada Bawaslu Lotim untuk menindak tegas ‎ oknum panwascam yang diduga bermain dengan  kepentingan lain. Karena kalau dibiarkan maka tentunya akan membuat marwah Bawaslu dan Panwascam akan menjadi rusak akibat ulah segelintir oknum tersebut.

Selain itu, penertiban APK  yang dilakukan  Panwascam  diduga melanggar SOP,karena seharusnya penertiban APK dilakukan dengan tim gabungan,akan tapi penertiban APK yang dilakukan oleh oknum  Panwascam Keruak adalah cara-cara preman.

Karena melakukan penertiban APK menggunakan dua unit sepeda motor dan hanya bertiga saja dengan operasi malam hari.Karena seharusnya itu dilakukan pada siang hari bersama tim gabungan.

" Apa namanya kalau oknum Panwascam melakukan penertiban pada malam hari tanpa melibatkan tim gabungan," tegasnya penuh tanda tanya.

Oleh karena itu, tambah Aktivis pergerakan ini,atas persoalan ini ‎maka dirinya akan melaporkan masalah ini ke Bawaslu NTB kalau pihak Bawaslu Lotim tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini. Dan tidak memberikan rasa keadilan terhadap para parpol dan caleg yang bertarung dalam Pileg 2019.

" Saya akan bawa masalah ini ke Bawaslu NTB," ancam Taufik.‎

 Ketua Bawaslu Lotim, Retno Sirnopati menegaskan kalau pihaknya bersama jajarannya dalam melakukan penertiban APK tetap sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada. Dengan tentunya semua APK yang dianggap melanggar ditertibkan tanpa adanya tembang pilih.

Sama halnya dengan Pilkada kemarin kalau Panwaslu|Bawaslu dianggap tidak adil,namun tentunya kita buktinya dengan menegakkan aturan tanpa pandang bulu. Dengan tetap menjaga integritas dan netralitas.

" Tidak ada istilah tembang pilih di kami,kalau melanggar aturan harus kami proses,begitu juga dengan APK yang melanggar kami tertibkan," tegasnya.

Retno menambahkan meski pihaknya mengakui kalau Sumber Daya Manusia (SDM) masih kurang,akan tapi tetap melakukan tugasnya sesuai aturan yang ada diatas kekurangan tersebut. Karena bayangkan saja satu desa satu pengawas,tidak seperti jajaran di KPU yang di desa PPS-nya tiga orang.

Oleh karena itu, kami akan sisir semua baliho yang tidak sesuai ketentuan dan sebagian ada temuan. Karena hari ini dibersihkan besok muncul atau dipasang lagi baliho tersebut dipasang oleh Caleg.

" Prinsipnya semua pengawas bekerja sesuai dengan tugas kewenangan yang ada, bahkan dalam penertiban APK kami instruksikan untuk melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat," tegasnya.

Sementara kalau ada anggapan Bawaslu dan Panwascam tembang pilih, Retno menegaskan kalau anggaran seperti itu harus terklasifikasi agar tidak salah tafsir, Karena dari awal kita sudah mengingatkan semua pengawas di bawah untuk menjaga marwah lembaga ini.

" Kalau ada yang dianggap tembang pilih laporkan ke Bawaslu kabupaten untuk kami proses," tandasnya lagi.

Sementara Ketua Panwascam Keruak,Aminullah saat dikonfirmasi melalui via telepon selulernya tidak diangkat meski tersambung.


Editor : Bayu

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.
close