Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

IKLAN KOA ADS
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Sabtu, 13 Oktober 2018

HBK : Komoditas Pertanian NTB Harus Bisa Terserap Pasar Modern


Mataram - Potensi sektor pertanian di Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menjadi kekuatan daerah untuk mampu melesat lebih maju ke depan
sekaligus membawa peningkatan aspek kesejahteraan masyarakat NTB.

Hanya saja, potensi ini masih harus dimaksimalkan pengelolaannya, mulai dari
hulu (petani) hingga ke hilir, di tingkat pasca produksi dan pemasaran.

Oleh karenanya, selain sumber daya alam yang sudah tersedia, sektor pertanian NTB juga harus terus didorong mutu dan nilai tambahnya
dengan melibatkan para Sarjana Pertanian yang terjun langsung hingga ke pelosok pedesaan.

"Sumber daya pertanian kita secara alamiah luar biasa. Lombok ini tanahnya subur dan bisa ditanami apa saja. Sekarang tinggal bagaimana kita bisa melibatkan lulusan-lulusan Sarjana Pertanian untuk bersama-sama melakukan gerakan peningkatan mutu dan nilai tambah di sektor ini," kata Ketua Badan Pengawas dan Disiplin Partai Gerindra , H. Bambang Kristiono (HBK), Jumat (12/10) di Mataram.

Menurut HBK, pelibatan Sarjana Pertanian dalam membangun sektor pertanian di NTB akan membawa dua hal positif secara bersamaan. Di
satu sisi, ini membuka lapangan pekerjaan untuk lulusan Pertanian, dan disisi lain mutu dan kualitas hasil pertanian akan lebih memiliki
nilai tawar untuk menembus ke pasar-pasar antar daerah dan pasar-pasar modern.


Ia mencontohkan, hasil produksi sayur-sayuran di wilayah Lombok Utara dan Lombok Timur selama ini terkenal sangat melimpah ruah. Hampir semua jenis dan komoditi sayuran bisa diproduksi petani. Namun, saat ini komoditas-komoditas tersebut baru bisa memenuhi pasar masyarakat lokal dan belum mampu menembus dunia industri, seperti restoran atau perhotelan.Akibatnya, tingginya produksi sayuran di P. Lombok tidak membuat  kesejahteraan petani bisa meningkat secara signifikan.

"Ini yang harus didorong dan ditingkatkan. Kalau mutu dan kualitas komoditas pertanian yang dihasilkan petani Lombok bagus dan layak masuk ke pasar modern dan industri pariwisata seperti hotel-hotel dan restauran-restauran tentu nilai tambah juga akan meningkat untuk kesejahteraan petani kita," katanya.

HBK menjelaskan, konsep Sarjana Pertanian Desa akan ia dorong dan suarakan di tingkat pusat saat terpilih mewakili masyarakat NTB di DPR-RI kelak. Pola kerja dan skema pembiayaannya, papar HBK, sangat sederhana dan bisa dianggarkan dari pos anggaran Desa.

Keberadaan Sarjana Pertanian Desa minimal dua orang dalam satu wilayah desa, juga sangat membantu tugas dan kinerja petugas penyuluh lapangan yang disediakan Pemerintah Daerah.

"Saya akan perjuangkan ini di DPR-RI kelak. Dan harapannya jika ini sudah berjalan di NTB, maka daerah lain bisa belajar dari kita, dan NTB bisa jadi pilot projectnya," tukas HBK yang juga Caleg DPR RI Dapil Lombok No urut 1.


Editor : Bayu

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.
close