Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

IKLAN KOA ADS
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Selasa, 16 Oktober 2018

Orang Tua Wali Murid SDN 1 Selong Lotim Protes Imunisasi Campak Rubella

Siswa SDN 1 Selong sedang melaksanakan imunisasi campak dan rubella
Lombok Timur - Sejumlah orang tua wali murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Selong Lombok Timur melakukan protes terhadap kegiatan imunisasi campak rubella. Dengan mendatangi Kasek SDN 1 Selong,Titik Setiawati, Selasa (16/10).

Bahkan orang tua itu tidak memberikan anaknya untuk dilakukan imunisasi campak rabella. Karena dianggap berbahaya bagi kesehatan anaknya, apalagi dengan adanya indikasi kalau vaksin yang digunakan untuk melakukan imunisasi campak rubella itu diduga berasal dari babi.

Sementara pada satu sisi  pihak sekolah telah memberikan surat pernyataan untuk diisi,kemudian ditandatangani diatas materai 6000 orang tua wali murid,menerima atau menolak anaknya dilakukan imunisasi campak rubella.

"Kami datang bersama dengan orang tua wali murid yang lain ke SDN 1 Selong, untuk memprotes adanya surat pernyataan yang diberikan kepada siswa untuk diisi orang tua wali," kata salah seorang wali murid, Juanda di ruang guru SDN 1 Selong.

Ia menuturkan dalam surat pernyataan itu orang tua wali diminta untuk mengisi lima alasan menerima dan menolak dilakukan imunisasi campak rubella pada anaknya di sekolah.

Bahkan tidak itu saja pernyataan itu yang orang tua wali tidak terima kalau dikemudian hari terjadi sesuatu terhadap anak saya (siswa,red) yang menimbulkan penularan terhadap teman-teman,baik itu di sekolah maupun di rumah saya (orang tua,red).

Maka saya (orang tua,red) akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap anak saya dan teman-teman anak saya serta tidak akan menuntut apapun jenisnya dari pihak sekolah.

"Masak orang tua semua yang bertanggung jawab,sedangkan pihak sekolah lepas tangan kalau mengacu dari isi surat pernyataan tersebut, ini tidak benar kalau seperti ini," ujarnya.

"kalau melihat pihak sekolah lainnya yang melaksanakan kegiatan yang sama tidak pernah membuat surat pernyataan seperti ini dan ini tentu sangat memberatkan orang tua wali," keluh para orang tua wali.

Ditempat yang sama Kasek SDN 1 Selong,Titik Setiawati saat dikonfirmasi mengatakan surat pernyataan yang kami berikan kepada siswa untuk diberikan kepada orang tuanya agar isi dilakukan sebagai penguat kami di sekolah.

Apalagi komunikasi kami dengan orang tua siswa tentunya sangat kurang,termasuk mengenai masalah kegiatan imunisasi campak rubella yang dilakukan saat ini.

"Surat pernyataan ini kami buat sebagai penguat pihak sekolah saja," tegasnya.

Selain itu, lanjut Titik, pihak sekolah juga bukan untuk menakuti-nakuti orang tua maupun siswa dalam masalah ini.‎Apalagi kalau ada orang tua yang anaknya tidak mau di suntik imunisasi campak dan rubella tersebut.

Maka tentunya harus ada hitam diatas putih dengan tidak cukup hanya dengan kata-kata saja. Begitu juga pihak sekolah tidak memaksakan untuk melakukan tersebut.

"Kenapa orang tua tidak mau anaknya disuntik imunisasi campak rubella,maka tentu ada alasannya yang dituliskan di surat pernyataan yang diberikan," jelasnya.

Sementara hasil pantauan media ini di SDN 1 Selong terlihat petugas puskesmas melakukan imunisasi campak rubella kepada siswa yang orang tuanya tidak keberatan anaknya dilakukan imunisasi campak tersebut. Meski diantara siswa ada yang menangis dan berteriak histeris karena takut dengan tajamnya jarum suntik tersebut.

Namun kegiatan imunisasi campak rubella berjalan lancar,dengan petugas bersama pihak guru berusaha menenangkan anak muridnya agar tidak takut pada jarum suntik tersebut.

Editor : Bayu

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.
close