Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

IKLAN KOA ADS
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Senin, 26 November 2018

Bupati Lombok Utara Buka Gawe Beleq Jilid IV di Yogyakarta

 Bupati KLU Najmul Akhyar, Membuka acara Begawe Beleq jilid IV di Yogyakarta
Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, menghadiri sekaligus membuka kegiatan tahunan Gawe Beleq IV yang diadakan Ikatan Pelajar Mahasiswa Lombok Utara (IPMLU) di Yogyakarta (22/11). Acara yang berlangsung keempat kalinya tersebut, dilaksanakan di Monumen Nasional Serangan Umum 1 Maret, tepatnya di Nol Kilometer Malioboro yang mendapat sambutan meriah warga serta wisatawan yang menyaksikan acara tersebut.

Hadir pula Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara Muhammad, Plt. Kepala Dispora Lombok Utara  Fauzan, Kepala DP2KBPMD Kholidi, dan beberapa unsur OPD lingkup Pemda Lombok Utara, Paracamat dan BPD se-Lombok Utara, Paramahasiswa yang tergabung dalam IPMLU beserta tamu undangan lainnya.

Gawe Beleq pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015 dengan mengangkat tema "Rahayu Melbao" di Monumen Serangan Umum 1 Maret. Kedua kalinya pada tahun 2016, bertema "Eling Sira Mhaling Wiwitan" di Lapangan Tastura Yogyakarta. Sedangkan pada tahun 2017 dengan tema "Kembang Rampe" kembali dilaksanakan di Monumen Nasional Serangan Umum 1 Maret. Pada tahun ini bertajuk "Memule Ngasuh Gumi". Acara tahunan ini adalah kreasi Mahasiswa Lombok Utara yang menempuh pendidikan di Yogyakarta yang sepenuhnya didukung oleh Pemda Lombok Utara.

Najmul dalam sambutannya, menyatakan acara tahunan tersebut efektif dalam memperkenalkan seni budaya Lombok Utara di pentas nasional. "Jogja dapat dikatakan kota yang geliat kebudayaannya sudah menjadi sorotan mata nasional bahkan dunia. Dengan kita menggelar kegiatan di Yogyakarta sama artinya kita mempresentasikan kesenian kita di mata nasional dan dunia," ungkap Najmul.

Kegiatan seperti ini, lanjut bupati, perlu terus diagendakan. Kegiatan seperti ini dapat menampung kreatifitas pemuda KLU yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Dapat mempromosikan seni dan budaya Lombok Utara serta dapat menciptakan enterpreneur- enterpeneur sejati yang pada saatnya nanti dapat bermanfaat bagi  Lombok Utara.

"Saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkankan jumlah wisatawan yang datang ke KLU. Terima kasih pula untuk Pemda Yogyakarta yang telah memberikan tempat representatif dalam pelaksanaan acara ini.  Hal ini merupakan wujud kerja sama yang baik antara Pemda Yogyakarta dan Pemda Lombok Utara," tutur Najmul.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Utara menyatakan acara semacam Gawe Beleq tersebut diadakan secara bergilir di daerah lainnnya."Kedepan kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Yogyakarta, saya berharap kegiatan Gawe Beleq juga dilaksanakan di Bandung, Jakarta atau daerah-daerah lainnya, guna memperluas promosi daerah," tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya, KLU sekarang sedang membangun geliat pariwisata di wilayah daratan dengan membangun infrastruktur dan melaksanakan acara seni dan budaya. Ada keseimbangan pengunjung yang menuju tiga Gili dan destinasi yang ada di darat serta memperbanyak pilihan destinasi yang dituju.

Kegiatan Gawe Beleq diawali dengan kirab Bupati Lombok Utara dengan beberapa OPD serta mahasiswa yang tergabung dalam IPMLU. Rombongan kirab bergerak dari titik awal menuju halaman Museum Vredeburg menggunakan Andong. Sesampai di lokasi, rombongan disambut Sekaha Gendang Beleq, kemudian berjalan menuju lokasi kegiatan, tepat di halaman Monumen Nasional Serangan Umum 1 Maret.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Penyelenggara Gawe Beleq, Wahyu berterimakasih kepada Pemda Lombok Utara. "Kami berterimakasih kepada pemda, karena telah sepenuhnya mendukung acara ini. Selain sebagai ruang berekspresi bagi pelajar Lombok Utara, Gawe Beleq ini juga sebagai media promosi seni budaya Lombok Utara, saya berharap kegiatan ini dapat tetap dilaksanakan," ungkapnya.

Dikatakannya, kegiatan ini sudah lama dipersiapkan. Hampir tiga bulan lebih, walau efektifnya sekitar satu bulan. Banyak hal yang dipersipakan, terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Segala rangkaian kesenian yang tampil, disesuaikan dengan tema yang diangkat. Kali ini temanya kondisi yang dialami Lombok Utara yang ditimpa musibah Gempa Bumi.

Senada yang disampaikan Ketua Panitia, Ketua umum IPMLU Raden Jaka Sarwadhamana menyampaikan perlu terus mempromosikan seni budaya Lombok Utara."Kami punya tanggung jawab untuk mempromosikan KLU di mata nasional juga internasional, karena telah dikukuhkan sebagai duta budaya Lombok Utara. Kami harus kreatif dalam merancang bentuk kegiatan yang menarik dan efektif dalam mempromosikan KLU," urainya.

Sebelum masuk pada acara inti, penonton disuguhi atraksi ritual Ngasuh Gumi. Ritual ini bertujuan untuk "membersihkan" bumi supaya terhindar dari segala petaka atau musibah. Kegiatan ritual, dipimpin Arnowadi yang juga merupakan Kabid Kebudayaan dan Tokoh Adat  Lombok Utara.

Dalam acara ini, tidak hanya pelajar dan mahasiswa Lombok Utara saja yang ikut memeriahkannya, tetapi pelajar dari kabupaten dan kota  di NTB juga ikut ambil bagian pada acara ini.

"Tidak hanya mahasiswa dari KLU yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, tapi juga dari kabupaten lain yang ada di NTB bahkan beberapa dari mahasiswa asal Jogja turut memberikan sumbangsihnya, guna kelancaran Gawe Beleq," ungkap Benny Usman selaku supervisor acara sekaligus senior IPMLU.

Acara semakin meriah saat penampilan atraksi Presean. Terlebih ketika Bupati Lombok Utara dan Kadis Budpar beradu kemampuan dalam bermain presean. Tak kalah menariknya, empat tarian secara memukau tampil dihadapan penonton,  diantaranya Tari Ngalu Datu dan Tari Lang Lang  hasil kreasi Koreografer Senior Lombok Utara Ibu Ayu Kartini yang berkolaborasi dengan Siswa SMAN 1 Bayan, dilanjutkan dengan tari karya dari seniman muda lulusan seni tari Yogyakarta, Dila dengan karyanya Tari Ngayoh Lebuan. Kemudian Desak seorang koreografer yang mewarnai atmosfer sakral seni tari  bertajuk tentang ritual menyiuang  atau nyoyang.

Semua tarian yang ditampilkan merupakan tari kreasi yang memiliki nilai spiritual bagi masyarakat KLU. Selain dimanjakan dengan kreasi tari penonton juga disuguhkan teaterikal puisi yang dibacakan Raden Jayawangsa. Penonton masih belum beranjak dari tempat duduknya. Semakin larut, halaman tugu nasional justru makin banyak didatangi pengunjung, pada pementasan pamungkas: Drama Cupak Gurantang. 


Dalam pada itu, secara terpisah ketika ditemui dalam momen yang berbeda di Yogyakarta. Sekda KLU . Suardi, mengapresiasi acara  Gawe Beleq IV itu. Kegiatan tersebut ikhtiar memperkenalkan seni, budaya dan potensi pariwisata KLU. Kedepannya sekda berharap, ada perencanaan yang lebih matang, berkolaborasi dengan OPD daerah lain, guna membangun mitra kepariwisataan. Akhir kegiatan Gawe Beleq, seluruh kru acara pose bersama bupati dan jajaran Pemda Lombok Utara. (satria) 

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.
close