Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

IKLAN KOA ADS
Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Senin, 26 November 2018

Poskogasgabpad Serah Terima Huntap Risha dengan Pemda KLU

serah terima pembangunan Hunian Tetap (Huntap) antara Poskogasgabpad TNI dengan Pemda KLU. Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH
Bayan - Bertempat di Dusun Temuan Sari  Bayan, dilakukan serah terima pembangunan Hunian Tetap (Huntap) antara Poskogasgabpad TNI dengan Pemda KLU. Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH bersama Komandan Poskogasgabpad TNI Mayor Jenderal Madsuni melakukan serah terima berupa 10 huntap Risha tahan gempa kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) Semeret 1 Dusun Temuan Sari Desa Akar Akar Kecamatan Bayan (20/11). Turut hadir Sekretaris BPBD KLU Evi Winarni, M.Si, Kepala Desa Akar Akar Akarman, S.Sos, Kepala Dusun se-Desa Akar Akar, Pengurus Pokmas dan masyarakat setempat beserta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Akar Akar menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kogasgabpad dan anggota, dengan selesainya pembangunan Risha berkat bantuan TNI. "Inilah rumah masyarakat kami di Dusun Temuan Sari bisa jadi dan bisa ditempati pada Pokmas Semeret 1. Sebagai percontohan rumah Risha tahan gempa. Kami patuh kepada pemerintah daerah untuk melakukan seluruh  petunjuk teknis pemerintah pusat dari 30 Pokmas yang ada di Desa Akar Akar sudah kami SK-kan. Sisanya 17 Pokmas sedang proses pemindahan rekening dari individu ke Pokmas," tuturnya. Kades juga berpesan kepada pengurus Pokmas yang hadir, bahwa  disaksikan bersama 10 unit rumah Risha sudah terbangun. Masyarakat lainnya segera menyusul dalam proses mempercepat pembangunan.

Sementara itu, Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH memaparkan Lombok Utara merupakan daerah paling banyak rumah yang mengalami rusak berat, namun banyaknya bantuan masyarakat sehingga tak bersedih, lantaran ada bantuan dari semua pihak. "Dengan bantuan itu, semua kami bisa menatap kehidupan mendatang lebih baik. Banyak dinamika yang kami hadapi termasuk responsif menyikapi bantuan stimulan pemerintah pusat," imbuh sekda.

Dengan kehadiran TNI, lanjutnya, sangat membantu masyarakat, mulai dari  gempa pertama sampai berakhirnya tugas Poskogasgabpad. "Tentu kami tidak bisa membalasnya. Meskipun hari ini tugas Kogasgabpad berakhir. Namun kami berharap kedepannya, kita bisa bertemu dan saling membantu kembali," harapnya."Pemda dan masyarakat, memohon maaf bila selama berinteraksi ada yang yang kurang baik sekaligus berterima kasih atas bhakti TNI dalam penanggulangan bencana gempa bumi ini," tutur sekda.

Adapun Komandan Poskogasgabpad Mayjend TNI Madsuni dalam sambutannya menyampaikan pembangunan 10 rumah Risha diselesaikan dalam 10 hari dan dilakukan oleh 10 prajurit, sebagai percontohan bagi masyarakat. "Risha ini sebagai percontohan untuk masyarakat Akar Akar dan Bayan pada umumnya. Nantinya kelanjutan pembangunan Huntap masyarakat dilanjutkan oleh Dansektor," tutur Komandan Poskogasgabpad.

Harapannya nanti setelah dibangun, lanjutnya, banyak masyarakat yang ikut membangun kembali rumah-rumah tahan gempa. "Sejak tiga bulan, kami TNI melakukan penanggulangan. Mulai dari pengobatan bagi masyarakat, membersihkan puing-puing bangunan rumah dan lainnya," ulasnya.
Ketua Pokmas Semeret 1, Zainuddin menuturkan bahwa anggota Pokmas yang berjumlah 10 orang warga terdampak gempa, sudah dari awal memilih rumah jenis Risha. Hal ini dikarenakan proses pembangunannya cepat, apalagi sekarang musim hujan sudah tiba."Dalam prosesnya, pengelolaan pada Pokmas mudah. Kami juga merasa bersyukur atas bantuan stimulan Pemerintah Pusat dan pembangunan rumah Risha yang begitu cepat, berkat bantuan dari TNI dan pendampingan dari Kementerian PUPR," imbuhnya.


Rumah jenis Risha merupakan satu dari opsi-opsi rumah tahan gempa. Diantaranya Rumah Instan Konvensional (Riko), Rumah Instan Kayu (Rika). Bahkan kini ada Rumah tahan gempa berbahan baja, bambu, papan, atau bahan lainnya yang tetap berkategori tahan gempa. (satria) 

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.
close