Menu Right

Top Social Icons

Slider Area 1

Slider Area 2

Slider Area 3

Responsive Full Width Ad

Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Latest Updates

Olah raga

Kesehatan

Ekonomi Bisnis

Ntb

Mataram

Lombok Barat

Lombok Timur

Lombok Tengah

Lombok Utara

Senin, 20 Mei 2019

Kisah Perjuangan Naja Hafiz Indonesia 2019, Alami Lumpuh Otak, tapi Hafal hingga 30 Juz Alquran

Irfan Hakim saat mencium Naja 
Mataram - Kisah perjuangan Naja dalam menghafal Al Quran rasanya patut dicontoh.
Bagaimana tidak, di tengah keterbatasan fisiknya, Naja mampu menghafal Alquran hingga 30 Juz.
Naja, anak berusia 9 tahun yang mengalami lumpuh otak ini tampil dalam program Hafiz Indonesia 2019, RCTI.
Dalam sebuah video yang diunggah akun Hafiz Indonesia pada 3 Mei 2019, diketahui Naja yang berasal dari Mataram, telah menghafal Al Quran dari umur 3,5 tahun.

Awalnya, presenter Irfan Hakim bertanya kepada Naja, "Naja tuh umur berapa?"
Naja yang duduk di kursi roda langsung menjawab, umurnya sembilan tahun.

Meskipun wajahnya mengarah ke Irfan Hakim, tatapan Naja beberapa kali terlihat kosong.
Irfan Hakim kemudian bertanya lagi.
"Menghafal Quran-nya sudah berapa lama? Dari umur berapa?" ujarnya.
Mendengar pertanyaan itu, Naja yang mengenakan busana muslim berwarna biru muda lalu mengarahkan kepalanya ke atas.


Ia tampak seperti sedang mengingat-ingat.
Kemudian, dia menjawab, "dari umur 3,5 tahun sampai 9 tahun.""Dari umur 3,5 tahun sampai 9 tahun?" timpal Irfan Hakim.Irfan Hakim pun kembali bertanya.

"Kak Irfan boleh tahu nggak? Sudah berapa Juz hafalnya?" ujar Irfan."Tiga puluh," jawab Naja.
Irfan Hakim yang mendengar jawaban itu langsung menoleh ke arah penonton sembari tersenyum.Gemuruh tepuk tangan langsung terdengar.Beberapa orang tampak berkaca-kaca.Irfan Hakim yang juga berkaca-kaca matanya langsung mengusap-usap badan Naja.


Untuk menghafal Alquran tuh perlu perjuangan ya," ujar Irfan."Kamu berjuang menghafal sampai kurang lebih enam tahun.""Alhamdulillah sudah 30 Juz," lanjut Irfan Hakim.Naja kemudian menjawab, "ya."

Irfan Hakim langsung mencium kepala Naja.
"Inilah Naja, salah satu peserta Hafiz Indonesia tahun ini, dengan hafalan 30 Juz Alquran," ujar Irfan Hakim, suaranya terdengar bergetar.

Irfan Hakim lalu bertanya kepada seorang perempuan dewasa yang duduk bersama penonton lainnya."Mba, sebetulnya apa yang terjadi dengan Naja?," ujarnya.Perempuan itu pun menceritakan mengenai lumpuh otak yang dialami Naja.Dia mengatakan, Naja mengalami cerebral palsy.


"Namanya lumpuh otak, jadi sebagian sel saraf otaknya yang mengatur motorik itu rusak. Jadi semua hal yang berhubungan dengan gerakan itu tak bisa (dilakukan dengan baik)," ujar perempuan berkerudung tersebut.


Irfan bertanya, apakah penyakit itu bisa diketahui sejak dini.Perempuan itu mengatakan, agak sulit mengetahui penyakit tersebut sejak dini.



"Agak sulit (diketahui secara dini), karena dengan gerakan. Biasanya bayi baru lahir itu kan ada gerakan refleksnya. Misalnya, dia akan seketika mengangkat leher, kepala miring-miring, miring kiri, miring kanan, Naja itu nggak bisa," ujarnya.

Lebih lanjut, perempuan itu mengatakan, Naja lahir secara prematur.Sampai umur enam bulan, Naja hanya bisa telentang.

"Tapi kata dokter (awalnya bilang) anak ibu enggak apa-apa karena dia prematur. Lama-kelamaan, ini kenapa kok foto waktu kecilnya telentang semua. Ternyata pas kita angkat bawa ke mana-mana kita tuh selalu pegang lehernya, jadi lemes banget," kata perempuan itu.


Kemudian, perempuan itu mengatakan, leher Naja mulai tegak pada umur 1,5 tahun.
Lalu, mulai bisa duduk pada umur 2,5 tahun.
"Bisa bangun dari tempat tidur itu umur 3,5 tahun," ujarnya.

Perempuan itu mengatakan, Naja masuk lumpuh otak dalam kategori sedang lantaran kedua kaki dan tangannya juga kaku.
Irfan pun berkata, "tapi Subhanallah Alquran ada di memorinya, 30 Juz."
"30 juz alhamdulillah kak Irfan, alhamdulillah," jawab perempuan tersebut.


"Bagaimana dengan kita yang bisa melihat bisa mendengar bisa berkegiatan apapun, untuk apa kenikmatan itu," ujar Irfan Hakim.
Irfan Hakim kemudian mengucapkan terima kasih kepada Naja.


Editor : Bayu
Loading...

Warga Lombok Barat Hendak Bunuh Diri digagalkan Tim SAR



Mataram - Tim SAR Mataram berjuang selama sembilan jam untuk menggagalkan upaya bunuh diri seorang warga bernama Junaedi (25) dari menara Masjid Baiturrahim Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu.

Warga Dusun Batu Tumpeng, Desa Jagaraga Indah, Kecamatan Kediri, Lombok Barat itu, masih bertahan di puncak menara Masjid Baiturrahim Kediri, meskipun sudah dibujuk oleh warga dan tim SAR gabungan sejak pukul 08.30 hingga 17.00 Wita. Bahkan, ia nekat bertelanjang dada.

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi turun Junaedi dari puncak menara masjid dalam keadaan selamat pada pukul 17.20 Wita. Warga tersebut langsung dibawa menuju Rumah Sakit Umum Provinsi NTB untuk mendapatkan penanganan medis secara lebih lanjut.

"Warga tersebut berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan setelah beberapa jam melakukan usaha percobaan bunuh diri," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya didampingi Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga, Muhdar, saat ditemui di lokasi kejadian.

Kantor SAR Mataram menerima laporan terkait dengan kejadian tersebut dari Anggota Polsek Kediri, Aipda Nyoman Merta, pada pukul 08.30 Wita.

Berdasarkan informasi, warga itu naik ke menara masjid sekitar pukul 05.00 Wita. Belum diketahui pasti motif warga tersebut ingin bunuh diri.


Setelah menerima laporan, personel Kantor SAR Mataram berangkat ke lokasi kejadian lengkap dengan peralatan dan bergabung dengan unsur terkait lainnya, seperti dari TNI, polisi, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat setempat.

"Kami bersama-sama melakukan upaya penyelamatan, salah satunya dengan membujuk korban agar turun dari atas menara masjid," kata Nyoman.


Editor : Bayu
Loading...

Ramadhan RKS Berbagi Bareng Orang Tua Jompo dan Anak Yatim




Mataram - Rasa empati Rembuk Keluarga Sakra (RKS) di Bulan Penuh Berkah, Penuh Ampunan ini mengumpulkan sembako untuk dibagikan kepada yang berhak menerimanya. 400 orang Jompo di Desa Sakra menerima masing-masing satu paket sembako dari RKS.

Rasa empati yang sangat dalam dari anggota grup Rembuk Keluarga Sakra (RKS) kepada para jompo dan anak yatim piatu yang ada di sekitar Desa Sakra Kabupaten Lombok Timur menjadi perhatian dan pemikiran anggota group dalam menghimpun rezeki khususnya dari anggota grup RKS untuk disatukan dan dijadikan paket sembako yang diserahkan kepada para Jompo dan anak yatim.

“408 paket sembako ini adalah merupakan sumbangan dari seluruh anggota grup Rembuk Keluarga Sakra (RKS) dan selanjutnya kami serahkan kepada para jompo dan anak yatim seperti yang kita laksanakan hari ini (Sabtu, 18-5-2019)”, tutur Ketua Grup H. Hafid, “In Sya Allah kami akan tingkatkan kedepannya”, tambahnya.

H. Hafid juga menjelaskan bukan program seperti ini (sembako, Red.) saja yang kami laksanakan, namun kedepannya kami juga akan membuat program-program dan terobosan baru kedepannya, seperti membantu anak-anak yang masih sekolah seperti tas, buku dan alat tulisnya, mengupayakan membangun bidang usaha, bahkan dalam menyambut Idul Adha yang akan datang ini, kami mencoba untuk memperoleh seekor sapi sebagai hewan qurban, tegasnya.

Rembuk Keluarga Sakre (RKS) adalah sebuah group yang dibangun oleh anak, cucu dan cicit dari H. Yakub, TGH. Mansyur, H. Mahsun dan Hajjah Halimah yang merupakan saudara dari Putra-putri H. Takhir Batu Bangke Sakra Kabupaten Lombok Timur.



“Kami ikut terharu melihat sebagian para jompo dan anak yatim penerima sembako ini sampai meneteskan air mata” ucap H. Lukman Panitia Penyaluran Sembako dan Buka Bersama ini, “Kami akan mencoba untuk meningkatkan volume bansos ini kedepannya”, pungkasnya.


Dalam kegiatan penyaluran bansos ini, juga dilaksanakan buka bersama yang diawali dengan pembacaan surat yasin, zikir dan do’a, tausiyah dan Sholat Magrib, Isya serta Tarawih secara berjamaah di Roemah Joeang Batu Bangke Desa Sakra Kabupaten Lombok Timur.


Editor : Bayu
Loading...

Ali Fikri : Kemenag KSB Butuh Penambahan Tenaga SDM



Sumbawa Barat - Lawatan silaturahmi hari kelima (Kamis, 16-5-2019) Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam perjalanan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama di Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa Barat di diikuti seluruh Pejabatnya kecuali Kabid Bimas Islam, Pembimbing Syariah dan Kasubag Umum.

Silaturahmi dalam Pembinaan ASN Kementerian Agama Kabupaten/Kota se Provinsi Nusa Tenggara Barat selama 10 (sepuluh) hari dimanfaatkan untuk menyerahkan sumbangan kepada beberapa Pondok Pesantren di masing-masing Kabupaten Kota disambut hangat oleh seluruh ASN Kementerian Agama, teristimewa oleh Pondok Pesantren yang mendapatkan sumbangan masing-masing Kabupaten Kota dengan ciri khasnya sendiri-sendiri.

Menurut salah satu Pondok Pesantren yang mendapatkan sumbangan menyampaikan ungkapan terima kasihnya dalam rasa syukur, “Walaupun sumbangan dari Pemerintah melalui Kementerian Agama ini kecil, namun sangat membantu operasional Pondok kami, apalagi saat ini diberikan pada saat melaksanakan Ibadah Puasa” tutur salah satu Pimpinan Ponpes setelah menerima sumbangan tersebut.

“Jangan menilai sumbangan ini dari nilainya, namun saya berharap dengan sumbangan ini dapat meringankan beban operasional dari masing-masing Pondok Pesantren terutama kepada Pondok Pesantren yang baru saja menerima sumbangan ini”, tutur Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat H. Nasruddin saat menyampaikan sambutan dan arahan dalam Pembinaan ASN lingkup Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa Barat.

H. Nasruddin menegaskan bahwa silaturahmi ini sangat mutlak, bukan saja silaturahmi dengan manusia bahkan sesama rekan namun sesama alam pun juga harus ramah karena alam merupakan bagian dari ciptaan Allah SWT, “Bukannya silaturahim kepada manusia, rekan dan alam saja, namun lebih-lebih kepada rekan di Kantor tempat kita bekerja hendaknya membangun kerjasama yang baik, membangun persatuan dan kesatuan yang baik dan membangun kekompakan yang baik sehingga tidak terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan”, tegasnya, “Kami menghimbau kepada kita semua agar Bulan Ramadhan ini dijadikan komitmen bersama untuk memiliki rasa kebersamaan menuju pelayanan terbaik kepada masyarakat”, tambah H. Nasruddin.

Dalam Pembinaan ini H. Nasruddin juga menyerahkan sumbangan kepada 3 (tiga) Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat masing-masing sebesar Rp. 13.000.000,- (tiga belas juta rupiah)

Sebelumnya Kepala Kemenag Kabupaten Sumbawa Barat H. Ali Fikri menyampaikan ucapan selamat datang kepada Bapak Kepala Kanwil Kementerian Agama beserta rombongannya, “Kami ingin lebih baik dari sebelumnya, termasuk upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat”, tutur H. Ali Fikri saat menyampaikan kata penerimaan dan laporannya kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB, “Namun yang lebih ingin diperhatikan oleh Bapak Kepala Kanwil adalah penambahan sumber daya manusianya di Kemenag Kabupaten Sumbawa Barat”, tambahnya dalam mengakhiri laporannya.


Editor : Bayu



Area lampiran

Loading...

Guru Sangat Mulia Dalam Mencerdaskan Anak Bangsa

Sambutan dan arahan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB pada acara Pembinaan ASN lingkup Kemenag Kabupaten Sumbawa

Sumbawa - Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB H. Nasruddin di Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa Besar. Pembinaan dihadiri oleh seluruh ASN Lingkup Kemenag Kabupaten Sumbawa, Kepala KUA Kecamatan beserta staf dan Karyawan/wati beserta Guru pada Madrasah se Kabupaten Sumbawa Besar.

Di Hari keempat perjalanan safari Ramadhan rombongan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, juga dilaksanakannya Pembinaan ASN dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa yang dilaksanakan di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Sumbawa (Rabu, 15 Mei 2019). 19 personil rombongan Safari Ramadhan Kanwil Kemenag Provinsi NTB juga hadir dalam Pembinaan ini.

Sembilan belas personil rombongan safari Ramadhan Kanwil Kemenag Provinsi NTB ini selain Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB H. Nasruddin, juga diikuti Kabag TU H. Sirojuddin, Kabid Penmad H. Zamroni Aziz, Kabid PHU H.M. Ali Fikri, Kabid Pakis H. Hariyadi Iskandar, Kabid Hindu I Wayan Widra, Pembimas Buddha Aryadi, Kasubag Perencanaan H. Fathurrahman, Kasubag Ortala H. Zahruddin, Kasubag Hukum dan KUB H. Nasrullah dan Humas Kanwil Kemenag Provinsi NTB.

“Marilah kita merasa cukup dengan penghasilan kita sebagai ASN Kementerian Agama, termasuk para Guru dibawah naungan Ikhlas Beramal” papar Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB H. Nasruddin pada saat menyampaikan sambutan dan arahannya dalam acara Pembinaan ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, “Sebagai Guru adalah sebuah pekerjaan yang sangat mulia selama berpegang teguh kepada kepatuhan dan aturan serta perundang-undangan yang ada”, tambahnya.

Terima kasih kepada Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa yang sudah banyak mempersembahkan prestasi, “Jangan puas sampai disini, karena pekerjaan kita masih panjang, tugas kita masih jauh kedepan” tegas H. Nasruddin, “Kita berharap semoga semakin banyak perestasi yang kita torehkan kedepan, saya yakin Sumbawa Besar adalah merupakan memiliki SDM yang sangat intelektual dan berkualitas”, harapnya, “10 Ramadhan adalah merupakan tonggak dalam mencerdaskan Bangsa” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Kemenag Kabupaten Sumbawa dalam kata penerimaannya menyampaikan bahwa dalam melaksanakan Program Kerja terus melakukan kerjasama baik dengan Pemerintah Daerah, Dukcapil dan Instansi Dinas Kabupaten Sumbawa.




“Untuk melakukan kerjasama dengan Pemerintah Daerah dan dengan Instansi Dinas Tingkat Kabupaten Kabupaten Sumbawa sangat membutuhkan tambahan SDM dengan maksud agar semua Program yang sudah disusun dalam DIPA dapat berjalan dengan baik”, paparnya, “Dengan kerjasama ini banyak prestasi anak didik kita yang akan mewakili Kabupaten Sumbawa ke tingkat Provinsi” tambahnya.




Editor : Bayu
Loading...

Safari Ramadhan di Dompu Kanwil Kemenag NTB beri Bantuan 6 Pondok Pesantren

Penyerahan Bantuan kepada 6 Pondok Pesantren oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB di Kabupaten Dompu

Dompu - Kegiatan Safari Ramadhan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dirangkaikan dengan penyerahan sumbangan kepada 6 (enam) Pondok Pesantren dan Sholat Isya yang dilanjutkan dengan Sholat Tarawih Berjamaah dilaksanakan di Pondok Pesantren Assalam Dompu.

Selain sholat Isya dan Tarawih berjamaah dalam perjalanan Safari Ramadhan 1440 H/2019 M yang diikuti seluruh rombongan Safari Ramadhan Kanwil Kemenag Provinsi NTB, juga pada kesempatan ini Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB H. Nasruddin menyerahkan sumbangan kepada 6 (enam) Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Dompu. Penyerahan ini selain disaksikan oleh seluruh Jamaah Sholat Tarawih dan 19 rombongan Safari Kanwil Kemenag Provinsi NTB, juga disaksikan oleh Kepala Kemenag Kab. Dompu, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama sekitar.

“Memberikan bantuan kepada Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren adalah merupakan kewajiban Pemerintah untuk meringankan beban tanggung jawab yang begitu berat kepada masyarakat yang sudah mau berinisiatif dengan swadaya sendiri dalam membangun Pondok Pesantren”, papar H. Nasruddin dalam mengawali sambutannya pada acara Safari Ramadhan 1440 H/2019 M di Pondok Pesantren Assalam Dompu, 


“Pemerintah sangat ingin memberikan bantuan yang maksimal, namun karena keadaan keuangan Negara yang belum maju, namun alhamdulillah masih bisa memberikan sumbangan walaupun nilainya sangat sedikit”, tambah H. Nasruddin.

H. Nasruddin berharap dengan kemampuan yang terbatas ini hendaknya tidak berputus asa dengan pemberian bantuan yang sangat kecil ini, “Kami yakin bahwa Bapak Ibu sudah banyak memberikan kontribusi kepada Bangsa dan Negara ini termasuk melahirkan putra-putri yang berprestasi”, ucap H. Nasruddin, “Mohon dukungan seluruh masyarakat dalam memajukan Lembaga Pendidikan ini”, harap H. Nasruddin.

Selanjutnya, Kepala Sub Bagian Hukum dan KUB Kanwil Kemenag Provinsi NTB H. Nasrullah dalam Hikmah Ramadhannya menyampaikan bahwa malam yang kesepuluh ini adalah merupakan malam yang terakhir (kesepuluh) dari fase pertama yaitu fare penuh rahmat, “Ada 7 macam sumber dosa yang ada di jasad kita yang harus terus kita taubatkan kepada Allah SWT”, papar H. Nasrullah dalam tausiahnya.

Tujuh macam sumber dosa dalam jasad yang dimaksudkan H. Nasrullah adalah dari mata, telinga, hidung, mulut, tangan, isi perut dan yang terakhir adalah kaki kita, “Puasa itu adalah benteng, maka janganlah melihat hal-hal yang dilarang Allah SWT, jangan mendengar kata-kata yang tidak baik, jangan memakan makanan yang bersumber dari yang tidak benar, dan tidak boleh saling caci memaki” tutur H. Nasrullah.


Editor : Bayu



Area lampiran

Loading...

H. Nasruddin ajak ASN Bekerja Maksimal

Sambutan dan arahan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB H. Nasruddin pada Pembinaan ASN lingkup Kementerian Agama Kabupaten Dompu


Dompu - Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Dompu mendapatkan pembinaan dari Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pelaksanaan Pembinaan ASN ini adalah merupakan rangkaian dari Safari Ramadhan Kanwil Kemenag Provinsi NTB di sepuluh Kabupaten/Kota yang ada di Nusa Tenggara Barat.

Pembinaan ASN oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat H. Nasruddin kepada seluruh ASN lingkup Kementerian Agama Kabupaten Dompu adalah merupakan rangkaian dari Safari Ramadhan rombongan Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB.

Dalam sambutan dan arahan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB H. Nasruddin mengajak seluruh ASN khususnya di lingkungan Kementerian Agama untuk benar-benar bekerja secara maksimal sesuai dengan tupoksinya masing-masing, “Mari kita bekerja dengan sungguh-sungguh, dengan penuh maksimal, agar apa yang dicita-citakan oleh Negara Indonesia ini dapat tercapai”, papar H. Nasruddin mengawali sambutan dan arahannya.

H. Nasruddin juga menyampaikan dalam harapannya agar seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama untuk tidak pernah memikirkan dan melakukan hal-hal yang melanggar aturan dan perundang-undangan, “Fokus kepada pekerjaannya, jangan pernah melihat kejelekan orang, jangan pernah mencari kesalahan orang, mari kita bersatu dalam satu keutuhan keluarga Kementerian Agama”, tegas H. Nasruddin.

Sebelumnya, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Dompu dalam kata penerimaannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama seluruh rombongannya, dimana dalam acara safari ramadhan 1440 H/2019 M yang begitu padatnya masih menyempatkan dan menyisihkan waktunya untuk bersilaturahmi dengan kami ASN Kementerian Agama Kabupaten Dompu disela-sela acara safari ramadhannya.

Pembinaan ASN di Kementerian Agama Kabupaten Dompu selain dihadiri oleh 19 anggota rombongan Safari, juga dihadiri oleh seluruh oleh seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Dompu, termasuk ASN pada KUA Kecamatan se Kabupaten Dompu dan para Guru serta Karyawan/wati yang ada di Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah se Kabupaten Dompu.


Editor : Bayu
Loading...

Jumat, 17 Mei 2019

Tersangka Pungli Dana Masjid Pasca Gempa segera disidangkan di PN Mataram


Tersangka kasus pungli dana rekonstruksi masjid pasca gempa yaitu staf KUA Gunung Sari berinisial BA (kiri) dan Kasubag Tata Usaha Kemenag Lombok Barat berinisial IK (kanan) menutupi wajahnya saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Mataram, NTB, Rabu (16/1/2019)

Mataram - Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan segera mengadili tiga tersangka pungutan liar (pungli) dana rehabilitasi masjid terdampak gempa Lombok.

Kejaksaan Negeri Mataram telah melimpahkan berkas milik tiga tersangka ASN Kementerian Agama (Kemenag) lingkup NTB tersebut ke pengadilan.

"Berkasnya sudah kita limpahkan dan sudah terdaftar di pengadilan," kata Kepala Kejari Mataram I Ketut Sumadana di Mataram, Jumat.

Terkait pelimpahan tersebut, Juru Bicara Pengadilan Negeri Tipikor Mataram Fathurrauzi yang dikonfirmasi wartawan membenarkan pihaknya telah menerima berkas milik tiga tersangka pungli.

"Sudah kita terima dan sudah ada penetapannya," kata Fathurrauzi.

Dalam daftar penetapan, majelis hakim yang akan menyidangkan ketiga tersangka dipimpin Isnirul Syamsul Arif dengan anggota Fathurrauzi dan Abadi.

"Sidang perdananya biasanya digelar sepekan setelah berkas diregistrasi," ujarnya.

Tiga tersangka ASN Kemenag NTB tersebut berinisial BA, IK, dan SL. Masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Dalam berkas perkaranya, penyidik merampungkan peran tiga tersangka dalam dua berkas.

Satu berkas untuk tersangka BA, staf KUA Gunungsari, yang tertangkap tangan setelah menarik uang dari pengurus masjid penerima dana rehabilitasi di wilayah Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

Kemudian, berkas kedua untuk dua tersangka yang perannya terungkap dari hasil pengembangan kasus BA, yakni Kasubbag Tata Usaha Kemenag Lombok Barat berinisial IK dan SL, Kepala Sub Bagian Ortala dan Kepegawaian Kanwil Kemenag NTB.

Dalam pemeriksaan disebutkan jumlah masjid yang menjadi objek pungutan liar sebanyak 13 dengan kisaran nominal Rp 5 juta sampai Rp10 juta per masjid.

Tersangka BA yang berperan sebagai pelaku pungli di lapangan, menyetorkan uang ke tersangka IK. IK juga terindikasi melakukan penarikan di lapangan, kemudian menyetorkan uang ke tersangka SL.

Karena itu, para terdakwa disangkakan telah melanggar Pasal 12e dan atau Pasal 11 UU RI No 20/2001 tentang Perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP.


Editor : Bayu
Loading...

Tiga Gili Andalan Lombok Utara Mulai Tersenyum

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Pemenang, Jasra Yuzi Irawan

Mataram - Kabupaten Lombok Utara mulai bisa tersenyum dengan geliat wisatanya di tiga gili andalan mereka. Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno secara berangsur-angsur sudah mulai kebanjiran wisatawan pasca gempa dahsyat yang melanda kabupaten tersebut.

Kepala Kantor UPP Kelas III Pemenang, Jasra Yuzi Irawan, menyebutkan untuk Gili Trawangan sekarang ini sudah menunjukkan angka seribuan kunjungan wisatawan. Meski belum kembali normal seutuhnya, namun dia yakin jumlah kunjungan ke gili-gili tersebut akan terus meningkat.

"Kita optimis, jumlah kunjungan ke Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno akan terus meningkat dan normal seperti sebelum gempa," kata Yuzi Irawan, Kamis (16/5/2019).

Kembali normalnya kawasan wisata tersebut, juga terlihat saat hari raya Nyepi belum lama ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari raya Nyepi menjadi berkah untuk tiga gili Lombok. Wisatawan Nusantara meningkat lewat penyeberangan dari Bali.

Wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara yang datang dan pergi dari dan menuju ke Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno menuai tren positif pada momen hari raya Nyepi itu. Angka kunjungan ke tiga gili saat itu naik hampir menyentuh angka 2000 turis.

Sementara itu, jika dilihat dari asal kedatangan wisatawan ke gili, jalur melalui Pelabuhan Bangsal sangat mendominasi meski didominasi turis lokal. Dan,menurut Yuzi Irawan, di pelabuhan ini nantinya akan dibuatkan dermaga. Dermaga juga akan dibangun di gili.

"Selama ini kita melihat, untuk naik perahu, penumpang harus terpaksa mengangkat ujung celana. Tentunya hal itu tidak nyaman bagi wisatawan. Jadi, bagaimana nanti setelah ada dermaga hal-hal seperti itu tidak dialami penumpang lagi," jelasnya.

Soal pembangunan dermaga itu, Yuzi Irawan mengatakan anggarannya sudah tersedia dan disiapkan oleh Pusat dari dana APBN. "Pelaksana proyeknya juga langsung oleh Pusat," katanya.


Editor : Bayu
Loading...

Kamis, 16 Mei 2019

Jokowi, Potret Pemimpin Berakhlak Mulia

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang berada di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, resmi dioperasikan. Peresmian yang dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo sekaligus menandai dimulainya fase pembangunan kawasan yang sebenarnya sudah 29 tahun tersebut direncanakan.

Mataram, Seputar NTB.- Presiden RI, Ir Joko Widodo, direncanakan akan datang ke NTB untuk melihat secara langsung progres dari persiapan pembangunan sirkuit motoGP di KEK Mandalika, Lombok Tengah, Jumat (17/5/2019). Kedatangan Jokowi ke NTB ini adalah yang ke-12 kalinya selama menjabat Presiden RI.

Hal yang luar biasa. Jokowi baru saja kalah di NTB dalam Pemilihan Presiden periode lima tahun ke depan, namun secara nasional berhasil memenangkan Pilpres tersebut berdasarkan quick count seluruh lembaga survei resmi. Dan, meski Jokowi kalah di NTB namun tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap datang memantau progres sirkuit motoGP itu.

Wakil Ketua PWNU Provinsi NTB sekaligus Ketua Nasional Barisan Kyai Ma'ruf,H Lalu Winengan, salah satu tokoh yang mengapresiasi apa yang dilakukan Jokowi kepada NTB. Menurut dia, sikap rendah hati yang dimiliki Jokowi patut diteladani. Bagi Winengan, NTB seharusnya malu bahwa di saat Jokowi telah berbuat banyak untuk memajukan NTB justru sebagian besar masyarakat NTB tidak memilih dia saat Pilpres lalu.Agaknya, tak berlebihan untuk menilai Jokowi sebagai potret pemimpin yang berakhlak mulia. 

H Lalu Winengan


"Saya heran,kebanyakan masyarakat NTB kok lebih memilih orang lain, orang yang tidak pernah sama sekali memperhatikan NTB dan menanyakan soal pembangunan NTB," sindir Winengan.

Winengan secara blak-blakan juga menyindir Gubernur NTB yang tidak mau berbuat banyak untuk memenangkan Jokowi dalam Pilpres. "Gubernur NTB?. Apa yang pernah dia lakukan untuk Jokowi? Ingat loh, justru di saat Jokowi jadi Presiden, pembangunan di NTB ini begitu masif. Lalu, mana rasa terima kasihnya," ujar Winengan menyindir Gubernur NTB.

Kembali soal kedatangan Presiden ke NTB, Jumat, menurut rencana Presiden Jokowi akan tiba pukul pukul 09.50 WITA. Selanjutnya rombongan Presiden berangkat menuju lokasi rekonstruksi Dusun Montong Gaok Desa Selubung dan Desa Teratak, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah.

Presiden juga direncanakan akan melaksanakan sholat Jumat, di Masjid Al Huda Mantang. Usai sholat Jumat, Presiden kemudian menuju lokasi pembangunan sirkuit motoGP di Kuta Mandalika. 




Editor : Bayu
Loading...

Jelang pleno KPU, ini Himbauan Wakil Walikota Mataram


Wakil Walikota Mataram, H Mohan Roliskana


Mataram - Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengajak masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi menjelang pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akan mengumumkan hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019 pada 22 Mei.

"Hendaknya kita bisa mengambil hikmah dari momentum bulan Ramadhan, yakni imsak atau menahan diri untuk tidak mudah terprovokasi dengan ajakan-ajakan yang bisa menimbulkan keretakan," katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu.

Ia mengatakan, meskipun suasana bangsa saat ini dalam posisi berpotensi tercerai berai, namun diharapkan momentum Ramadhan menjadi kesempatan baik untuk merajut kembali suasana kebatinan.

"Saya pikir kita sepakat untuk demokrasi, sehingga kita harus arif menyikapi apapun hasil dari proses Pemilu. Karena itu, masyarakat kita harapkan bisa merawat suasana kedamaian dan kesejukan yang sudah tercipta," katanya.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Lalu Martawang sebelumnya juga telah memberikan apresiasi terhadap partisipasi masyarakat yang telah mendukung kelancaraan serta menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2019.

"Dari sebelum hingga pasca pemilihan presiden dan pemilu legislatif pada 17 April 2019, kondisi Mataram aman, kondusif dan terkendali," katanya.

Ia mengatakan, setelah proses pemungutan suara pada Rabu 17 April, masyarakat sudah kembali beraktivitas seperti normal, bahkan saat ini masyarakat sedang fokus menyiapkan diri menghadapi bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah.

Martawang mengatakan, meskipun di Kota Mataram terdapat pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 5 Kelurahan Pagesangan Barat, Mayura dan Cakra Utara namun hal itu tidak sampai mengganggu stabilitas keamanan di Kota Mataram.

PSU tersebut terjadi murni karena kesalahan administrasi, dan proses PSU telah dilaksanakan pada tanggal 27 April dan 9 Mei 2019, yang berjalan dengan lancar dan tertib.

"Alhamdulillah, semua proses politik di Mataram berjalan baik sesuai dengan mekanisme yang berlaku di KPU," katanya.

Terkait dengan itu, Martawang mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Mataram agar tetap tenang menunggu hasil dari proses demokrasi yang sudah berlangsung dan tidak mudah terprovokasi dengan berbagai informasi di media sosial.

"Mari kita kembali beraktivitas secara normal, serahkan semua proses ke KPU dan mendukung kerja KPU untuk segera menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai dengan tahapan yang diatur dalam Undang-Undang," katanya.


Editor : Bayu



Area lampiran

Loading...

Juni, Masa Jabatan Sekda NTB Berakhir


Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr H Zulkieflimansyah

Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah tidak memperpanjang masa jabatan Sekretaris Daerah Provinsi NTB H Rosiady Sayuti karena yang bersangkutan akan memasuki masa pensiun.

"Kemarin kita sudah ajukan surat pemberhentian ke pemerintah pusat," kata Gubernur Zulkieflimansyah di Mataram, Rabu.

Ia menjelaskan, penyampaian surat pemberhentian tersebut lantaran masa jabatan Sekda NTB H Rosiady Sayuti sebagai birokrat akan berakhir pada 8 Juni 2019. Sementara, seraya menunggu masa purnabakti sebagai seorang birokrat, Rosiady dikabarkan akan kembali mengabdi sebagai akademisi di Universitas Mataram (Unram).

"Kenapa harus cepat diajukan, karena Unram tidak akan menerima kehadirannya jika lewat dari tanggal 8 Juni 2019, kalau lewat dari tanggal itu tidak bisa kembali ke Unram, meski statusnya di jabatan struktural masih aktif," katanya.

Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB, mengakui jika sebelum Juni surat pemberhentian dari Presiden belum keluar, maka tidak menutup kemungkinan akan ditunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Sekda sebelum Pemprov membuat tim panitia seleksi (pansel) untuk mencari Sekda baru.

"Pembentukan tim pansel itu harus menunggu surat dari Presiden terlebih dahulu," ungkapnya.

Gubernur menyatakan meski jabatan sebagai Sekda akan berakhir, pemerintah daerah menawarkan jabatan sebagai salah satu komisaris utama di BUMD yaitu Bank NTB Syariah kepada Rosiady Sayuti. Jabatan sebagai komisaris utama ini adalah untuk mengganti posisi mantan Sekda NTB sebelumnya, HM Nur SH yang juga ditempatkan sebagai komisaris utama di Bank NTB Syariah akan segera berakhir.

"Rosiady bisa saja menjabat sebagai salah satu komisaris utama di Bank NTB Syariah, apalagi dia di Unram hanya sebagai seorang dosen biasa dan tidak memegang jabatan strategis," katanya.

Terkait siapa yang pas menggantikan posisi Rosiady Sayuti sebagai Sekda, ia mengatakan semua proses tersebut akan ditentukan oleh tim pansel hingga nanti mengerucut menjadi hanya tiga nama dan selanjutnya akan terpilih satu nama, akan dipilih oleh gubernur, untuk diajukan kepada Presiden.

"Biar nanti pansel menentukan tiga nama besar yang ikut seleksi, selanjutnya gubernur memilih salah satunya itu," ucap Zul.

Masa Jabatan Sekda NTB Rosiady Sayuti akan segera berakhir. Rosiady akan genap berusia 58 tahun atau memasuki masa purnabakti sebagai birokrat tanggal 8 Juni 2019. Rosiady Sayuti dilantik sebagai Sekda NTB oleh Gubernur NTB Dr TGH M Zainul Majdi pada tanggal 1 Juni 2016


Editor : Bayu



Area lampiran

Loading...

Dugaan Korupsi Masjid Amahami Masuk ke Tahap Penyelidikan


Masjid terapung Amahami, Kota Bima, NTB

Mataram - Penanganan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Masjid Terapung Amahami, Kota Bima, tahun anggaran 2016, masuk tahap penyelidikan pidana khusus (pidsus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB Dedi Irawan di Mataram, Rabu, mengatakan penanganan kasusnya bergeser ke meja pidsus berdasarkan hasil gelar perkara internal Kejati NTB, Selasa (14/5).

"Hasil keputusannya (gelar perkara), ditingkatkan dari lidik intel ke bidang pidsus," kata Dedi.

Keputusan hasil gelar perkara dilaksanakan di ruang rapat Kejati NTB yang dihadiri oleh Kajati NTB, Wakajati NTB, para asisten, koordinator dan kasi, serta tim penyelidik dari bidang intelijen dan pidsus.

Kemudian, untuk langkah selanjutnya, Dedi menerangkan tim penyelidik pidsus akan mengagendakan serangkaian tahapan klarifikasi dan verifikasi, baik dalam bentuk dokumen maupun keterangan kepada pihak yang terlibat serta mengetahui jalannya proyek tersebut.

"Jadi, sebelum ditingkatkan ke penyidikan, akan dilakukan penyelidikan tambahan guna melengkapi data-data maupun keterangan yang sebelumnya sudah dilakukan pada saat penyelidikan intelijen," ujarnya.

Diketahui, Masjid Terapung Amahami ini berlokasi di salah satu kawasan wisata andalan Kota Bima. Lokasinya berada dekat dengan Taman Amahami yang kabarnya dibangun pada tahun anggaran yang sama.

Untuk pembangunan masjid terapung ini, pemerintah mengeluarkan anggaran Rp12,4 miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh perusahaan lokal dari Kabupaten Lombok Timur, yakni PT Mayalia.


Editor : Bayu
Loading...

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.