Menu Right

Top Social Icons

Slider Area 1

Slider Area 2

Slider Area 3

Responsive Full Width Ad

Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Politik

Ekonomi Bisnis

Latest Updates

Kemenag RI

Kesehatan

Ekonomi Bisnis

Ntb

Mataram

Lombok Barat

Lombok Timur

Lombok Tengah

Lombok Utara

Kamis, 15 Agustus 2019

Zulkieflimansyah : Sampaikan Hasil Kunker ke Luar Negeri kepada Publik !

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah


Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah meminta anggota DPRD NTB menyampaikan hasil kunjungan kerja ke luar negeri kepada publik sehingga masyarakat juga dapat memahami kunjungan tersebut.

"Mestinya dewan lebih peka, bikin press conference paparkan hasilnya. Saya kira masyarakat akan paham juga. Supaya ada akuntabilitasnya juga kunjungan itu," ujar gubernur di Mataram, Rabu.

Zulkieflimansyah menilai wajar jika kepergian para wakil rakyat ke luar negeri menuai protes dari masyarakat. Karena, kunjungan ke luar negeri itu dimaknai seperti jalan-jalan tanpa ada hasil.

"Saya ini 15 tahun di DPR, kalau terkait ke luar negeri pasti ada ribut-ributnya. Tapi jangan sampai juga kita alergi kunjungan ke luar negeri seakan-akan luar negeri itu tabu. Itu nggak benar juga," terang gubernur.

Menurut gubernur, ke luar negeri itu bisa jadi dalam rangka belajar dan menambah wawasan. Hanya saja dalam konteks kunjungan kerja anggota DPRD NTB tersebut, gubernur mengingatkan agar para wakil rakyat tidak berdiam diri, tanpa menyampaikan apa-apa terkait hasil kunjungannya tersebut.

"Sebenarnya masyarakat mungkin bukan menolak pada kunjungan luar negerinya tapi selama ini dirasakan kunjungan luar negeri itu tidak kelihatan hasilnya," ucapnya.

"Saya sudah bertemu sama anggota dewan yang sudah ke luar negeri tidak selamanya kunjungan tidak ada hasilnya mereka baru tahu biaya pendidikan di Turki sangat murah mereka menganjurkan kita mengirimkan mahasiswa ke Turki, Italia, dan menurut saya ini sesuatu yang baru," tambahnya.

Disinggung terkait banyaknya petisi penolakan yang disuarakan masyarakat melalui media sosial, Doktor Zul sapaan akrab Gubernur NTB menganggap petisi tersebut merupakan sesuatu hal yang biasa. Sebab, semakin lama petisi itu dibuka maka makin banyak masyarakat yang menolak.

"Tapi jangan lantas karena itu (petisi, red) kita didikte terus kita menuruti. Tidak juga seperti itu. Sekarang kita proporsional saja bikin pertanggungjawaban ini dana kita pakai dan sampaikan ke masyarakat.Ketimbang nanti ada yang sok-sok cari populis itu nolak tapi disini juga gak ngapa-ngapain terpenting transparan aja," katanya.

Diketahui, kepergian anggota DPRD NTB dalam rangka kunjungan kerja ke sejumlah negara di Eropa menjelang akhir masa jabatan menuai kecaman di provinsi itu.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H. Rachmat Hidayat, ikut angkat bicara dan mengecam kepergian tersebut. Karena, ia menilai kepergian para wakil rakyat ke sejumlah negara di Eropa tersebut tidak ada urgensinya bagi kinerja para anggota dewan. Apalagi hal itu dilakukan di akhir masa jabatan.

"Kunjungan kerja ini sebuah kebodohan. Coba saya tanya apa urgensinya dan implementasinya setelah mereka balik dari luar negeri," sesalnya.

Sebagai anggota DPR RI, dirinya pun mengaku punya kesempatan untuk melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri.Namun, ia tidak pernah mau mengambil kesempatan tersebut. Karena, ia sadar hal tersebut tidak ada manfaat dan kaitannya dengan tugas-tugas pokok dan fungsinya di parlemen.

"Kalau saya mau pergi ke luar negeri melalui DPR RI juga ada, tapi apa urgensinya kalau kita pergi. Kalau tidak ada ngapain pergi, coba itu dipikirkan," ketus Rachmat Hidayat.

Karena itu, menurut Rachmat, kunjungan kerja para wakil rakyat tersebut sangatlah tidak tepat. Terlebih di tengah APBD NTB sedang defisit. Belum lagi ditambah masyarakat NTB masih banyak yang berada di garis kemiskinan dan terkena bencana.

Diketahui, anggota DPRD NTB berangkat ke sejumlah negara. Di antara negara yang menjadi tujuan para wakil rakyat tersebut antara lain Italia, Swiss, Turki, Australia, Belanda, Prancis dan Belgia.

Keberangkatan para anggota dewan ini terbagi dalam dua rombongan. Rombongan pertama berangkat pada 3 Agustus dan baru pulang pada 9 Agustus. Rombongan kedua akan berangkat pada 13 Agustus dan pulang pada 19 Agustus 2019.

Editor : Bayu
Loading...

Ini Mimpi HRF Membangun Kota Mataram yang Lebih Inovatif

H Rohman Farly

Mataram - Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kota Mataram tak boleh stagnan. 

Apalagi Kota Mataram merupakan ibukota Provinsi NTB yang menjadi barometer pembangunan di daerah ini.

Upaya membangun Kota Mataram yang inovatif dan membuka ruang ekspresi untuk ide-ide kreatif ditawarkan H Rohman Farly.

"Ada banyak hal yang harus dilakukan untuk Mataram yang lebih maju dan inovatif. Dari hal sederhana saja sebenarnya, yang terpenting ada goodwill dari pemerintahnya," kata H Rohman Farly (HRF), Kamis ( 15/8)

Putra asli Mataram ini kelahiran Rembiga - Karang Baru mengatakan, penataan lingkungan di Kota Mataram bisa disinergikan dengan aspek pariwisata dan juga ekonomi kreatif ke depan.

Salah satu yang akan didorong adalah bagaimana meningkatkan fungsi sungai di Kota Mataram yang dikolaborasikan dengan pariwisata, kuliner, dan juga ekonomi kerakyatan.

Pria yang masih aktif sebagai Sekda Kabupaten Lombok Timur ini memaparkan, di Kota Mataram program kebersihan sungai sudah mulai berjalan.

Hanya saja, belum ada inisiasi yang membuat hal ini semakin maksimal untuk masyarakat yang lebih luas.

"Sungai yang sudah bersih ini sebenarnya bisa disebar bibit ikan air tawar yang punya nilai jual. Kemudian ini bisa menjadi lokasi yang hidup, karena banyak warga Kota ini yang hobby memancing ikan," katanya.

Dengan begitu, papar HRF, kondisi sekitar sungai pun akan mulai ramai dan menjadi pusat-pusat rekreasi minat khusus.

Setelah semua terbentuk, maka masyarakat di sekitar sungai bisa menggunakan peluang untuk memulai membuka usaha kuliner dan UMKM lainnya di sekitar sungai.

Selain menjadi pusat pemancingan dan kuliner, lokasi-lokasi semacam ini akan menumbuhkan citra pariwisata juga di Kota Mataram.

"Itu baru satu contoh, bagaimana mengembangkan ekonomi dari sungai yang ada di Mataram. Jadi dari sisi lingkungan kita masuk, dan dampak multiplier effect juga akan terasa bagi masyarakat sekitar kawasan sungai," katanya.

Pola sinergi antar sektor ini, menurut dia, akan sangat bermanfaat bagi pelestarian lingkungan secara berkesinambungan. Sebab, untuk urusan kebersihan sungai, masyarakat pasti akan berpartisipasi aktif karena ada manfaat ekonomi bagi mereka.

"Sehingga masyarakat sekitar sungai itu bisa merasa memiliki dan menjaga kebersihan sungai secara mandiri, dengan kata lain ini juga mengedukasi masyarakat kita tentang pentingnya menjaga kebersihan," katanya.

HRF mengatakan, inisiatif-inisiatif publik juga harus didorong dalam pengembangan kemajuan Kota Mataram. Harus lebih banyak dibentuk ruang terbuka publik, taman-taman rekreasi dan semacamnya, sebagai wadah generasi muda berekspresi dan berkegiatan.

Hal ini juga penting dilakukan agar kesan Kota Mataram tidak gelap dan sunyi di malam hari.

"Seperti kota besar lainnya, harus mulai tumbuh inisiatif publik di Kota Mataram ini. Sebagai ibukota NTB harusnya Mataram ini tetap terang dan banyak aktivitas meski malam hari," kata tegas HRF yang sudah menyatakan  akan maju dalam Pilkada Kota Mataram 2020. 

Jika hal ini dikembangkan, menurut Rohman Farly, maka peluang-peluang lain akan terbuka juga. Seperti lapangan pekerjaan di sektor industri kreatif, dan juga destinasi-destinasi baru di wilayah perkotaan.

Dampak multiplier effect secara ekonomi ini yang akan didorong dalam pengembangan Kota Mataram ke depan.

"Yang jelas, saya hadir untuk membawa perubahan di Kota Mataram ini. Mataram harus bisa lebih inovatif, lebih maju, dan lebih kaya dengan ide-ide pembangunan yang cemerlang," tukasnya.(*)

Editor : Bayu
Loading...

Rabu, 14 Agustus 2019

Bupati Lombok Utara Buka Pekan Apresiasi Budaya 2019

Pekan Apresiasi Budaya 2019 secara resmi dibuka oleh Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH di Lapangan Tioq Tata Tunaq Tanjung (13/8). foto: den/humaspro


Lombok Utara
- Sebagai bentuk apresiasi dan ruang ekspresi kebudayaan berbagai pranata dan institusi budaya yang ada di bumi Tioq Tata Tunaq, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengadakan Pekan Apresiasi Budaya (PAB) tahun 2019.

PAB 2019 secara resmi dibuka oleh Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH di Lapangan Tioq Tata Tunaq Tanjung (13/8). Menyosialisasikan beragam norma dan kearifan lokal yang dapat diinternalisasi masyarakat. Tak hanya masyarakat Lombok Utara semata, tetapi masyarakat luas.  

Hadir pula dalam pembukaan tersebut, Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH., Wakapolres Lombok Utara Kompol I Dewa Gede Sucipta, S.Pd., Ketua DPRD KLU terpilih Nasrudin, SHI., Wakil Ketua DPRD terpilih H. Burhan M. Nur, SH.,  Beberapa Pimpinan OPD beserta tamu undangan lainnya.

Bupati Najmul sebelum membuka acara dalam sambutannya menyampaikan kegiatan PAB untuk melestarikan secara turun temurun budaya yang ada di kalangan masyarakat adat dan di kalangan masyarakat pada umumnya. 

"Inilah kekhasan Lombok Utara yang kaya akan pranata budaya. Kegiatan seperti ini kita jadikan momentum kembali mentradisikan adat dan budaya kita serta melaksanakan norma-norma yang ada di Lombok Utara," tutur bupati.

Ketika menjawab pertanyaan awak media, Bupati Najmul menjelaskan berbagai atraksi prosesi maulid adat, prosesi khitanan, prosesi pengantenan. Kesemuanya menunjukkan bahwa budaya memuliakan manusia, dan memanusiakan manusia.

"Segala hidup dan kehidupan masyarakat, tentu mempunyai nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Itulah nilai adat dan budaya," imbuh bupati.

Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kabid Kebudayaan Disbudpar KLU Arnowadi, S.Pd., menyatakan kegiatan PAB merupakan event tetap tahunan di KLU. Dilaksanakan bersamaan dalam rangka memeriahkan HUT ke-11 KLU dan HUT ke-74 RI. Adapun latar belakang kegiatan dalam upaya melestarikan kearifan budaya lokal. Lantaran KLU terkenal dengan kabupaten berbasis budaya.

"Pelaksanaan kegiatan PAB kali ini, kita mengusung tema Paer Dayan Gunung Meririq Diriq. Diikuti lima kecamatan yang ada di KLU dengan berbagai prosesi pranata kebudayaan yang diatraksikan," tandasnya. 

Tampak prosesi karnaval budaya dari lima kecamatan yaitu Kecamatan Tanjung dengan prosesi adat Sorong Serah Aji Krama, Kecamatan Pemenang menampilkan prosesi Adat Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Sedangkan Kecamatan Gangga dengan prosesi Nyongkolan, Kecamatan Kayangan melalui prosesi adat Bisoq Beras/Menik serta Kecamatan Bayan dengan prosesi Maulid Adat. Berbagai prosesi diselingi penembangan pantun-pantun pesan moril kebudayaan. Pada akhir acara, hadirin disuguhi pentas seni budaya dari peserta masing-masing kecamatan.(*)

Editor:Bayu
Loading...

Selasa, 13 Agustus 2019

Perkara Tersangka Imigrasi dilimpahkan ke Pengadilan Mataram

Direktur PT Wisata Bahagia Indonesia atau pengelola Wyndham Sundancer Lombok Liliana Hidayat, salah satu tersangka suap penanganan perkara penyalahgunaan izin tinggal di lingkungan Kantor Imigrasi NTB. 

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) limpahkan berkas perkara Direktur PT Wisata Bahagia Indonesia (WBI) atau pengelola Wyndham Sundancer Lombok Liliana Hidayat (LIL) ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Liliana merupakan tersangka kasus suap terkait penanganan perkara penyalahgunaan izin tinggal di lingkungan Kantor Imigrasi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2019.

"Hari ini, jaksa penuntut umum KPK telah melimpahkan berkas perkara atas nama terdakwa Liliana Hidayat ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram. Berikutnya jadwal persidangan akan ditentukan oleh pihak pengadilan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa.

Febri menyatakan terdakwa Liliana akan segera dibawa ke Mataram setelah proses pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta selesai dilakukan.

"Ada tindakan operasi yang harus dilalui terdakwa saat ini," ungkap Febri.

Selain Liliana, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Kurniadie (KUR) dan Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Yusriansyah Fazrin (YRI).

"Sedangkan untuk tersangka KUR dan YRI masih dalam proses penyidikan di KPK," kata Febri.

Dalam konstruksi perkara kasus itu, dijelaskan bahwa PPNS di Kantor Imigrasi Kelas I Mataram mengamankan dua WNA dengan inisial BGW dan MK yang diduga menyalahgunakan izin tinggal.

Mereka diduga masuk menggunakan visa sebagai turis biasa tetapi ternyata diduga bekerja di Wyndham Sundancer Lombok. PPNS imigrasi setempat menduga dua WNA ini melanggar Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Merespons penangkapan tersebut, Liliana perwakilan Manajemen Wyndham Sundancer Lombok diduga mencoba mencari cara melakukan negosiasi dengan PPNS Kantor imigrasi Kelas I Mataram agar proses hukum dua WNA tersebut tidak berlanjut.

Kantor Imigrasi Kelas I Mataram telah menerbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) untuk dua WNA tersebut tanggal 22 Mei 2019. Yusriansyah kemudian menghubungi Liliana untuk mengambil SPDP tersebut.

Permintaan pengambilan SPDP itu diduga sebagai kode untuk menaikan harga untuk menghentikan kasus.

Liliana kemudian menawarkan uang sebesar Rp300 juta untuk menghentikan kasus tersebut, namun Yusriansyah menolak karena jumlahnya sedikit. Dalam proses komunikasi terkait biaya mengurus perkara tersebut Yusriansyah berkoordinasi dengan atasannya Kurniadie.

Selanjutnya, diduga terjadi pertemuan antara Yusriansyah dan Liliana untuk kembali membahas negosiasi harga.

Dalam OTT itu, KPK mengungkap modus baru yang digunakan Yusriansyah, Liliana, dan Kurniadie dalam negosiasi uang suap, yaitu menuliskan tawaran Liliana di atas kertas dengan kode tertentu tanpa berbicara dan kemudian Yusriansyah melaporkan pada Kurniadie untuk mendapat arahan atau persetujuan.

Akhirnya disepakati jumlah uang untuk mengurus perkara dua WNA tersebut adalah Rp1,2 miliar.(*)

Editor:Bayu
Loading...

Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Asal NTB Jadi 3 Orang

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat, H Nasruddin 

Mataram - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Lombok melaporkan jumlah jemaah calon haji yang meninggal dunia selama musim haji 2019 bertambah menjadi 3 orang.

"Kami terus memperbaharui data-data kami dan jumlah calon haji yang meninggal hingga sehari setelah lebaran Idul Adha menjadi 3 orang," ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat H Nasruddin di Mataram,Selasa (13/9/2019).

Dia mengatakan PPIH Embarkasi Lombok telah memberangkatkan jamaah calon haji dari sepuluh kabupaten/kota yang umumnya adalah lanjut usia dengan risiko kesehatan tinggi.

Lebih lanjut Nasruddin menyatakan, ketiga jemaah calon haji tersebut meninggal saat tengah menjalani ibadah haji di Makkah dan Madinah,Arab Saudi.

Nama-Nama Jemaah Haji yang Meninggal Dunia

Berikut nama-nama mereka:
1.Rabiun Bin Daliman asal Lombok Timur tergabung di kloter 06
2.Sirojudin Bin Hasan asal Lombok Tengah tergabung di kloter 02
3.Marlin Saprudin Sayuti asal Lombok Tengah
tergabung di kloter 02

"Yang meninggal 3 orang,1 di Madinah 2 di Makkah. Baik di pemondokan Makkah maupun di RS Arab Saudi," katanya.

Pewarta:Bayu Aji
Editor:Bayu
Loading...

Senin, 12 Agustus 2019

Kakok Club Juara Basket HUT KLU

Pertandingan final,bermain tim basket Kakok Club melawan King Point yang berlangsung di lapangan Basket Bappeda. Pertandingan final dimenangkan oleh tim Kakok Club dari Desa Gondang yang dipimpin Alif Rizaldi dengan skor 52-38.

Lombok Utara - Guna mencari bibit muda pebasket yang ada di Kabupaten Lombok Utara serta memeriahkan HUT ke-11 KLU dan ke-74 RI, panitia penyelenggara cabang olahraga (cabor) Basket mengadakan turnamen basket se-KLU, 8 Agustus 2019. 

Pada pertandingan final, bermain tim basket Kakok Club melawan King Point yang berlangsung di lapangan Basket Bappeda. Pertandingan final dimenangkan oleh tim Kakok Club dari Desa Gondang yang dipimpin Alif Rizaldi dengan skor 52-38.

Koordinator penyelenggara Lomba yang juga Kabag Pemerintahan Setda KLU, H. Rubain, M.Si ketika ditemui disela-sela menyaksikan pertandingan mengungkapkan ajang North Lombok Basket Ball (NLBB) Competition merupakan pertandingan bola basket Lombok Utara dalam rangka memeriahkan HUT KLU dan HUT RI di Lombok Utara.

"Pertandingan ini terdiri dari dua kategori, yaitu kategori yunior dan kategori senior. Harapan kita kompetisi ini bisa membangkitkan gairah masyarakat, untuk mulai meminati basket bukan hanya pada lingkup sekolah saja, tetapi pada lingkungan masyarakat dan klub pebasket," imbuhnya.

Lanjutnya, pertandingan ini salah satu dari 14 mata lomba yang diselenggarakan. Kompetisi tersebut bagian dari cara memberi ruang fasilitasi pada cabor-cabor sehingga kemeriahan HUT KLU dan HUT RI bukan hiburan saja. 

Pemain Kakok Club, Alif Rizaldi yang merupakan pebasket andalan KLU usai pertandingan menjelaskan sejarah singkat hingga bisa ikut kancah nasional yang dimulai dari ikut seleksi tingkat kecamatan, kompetisi tingkat kabupaten dan mengikuti kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). Kemudian akhirnya dipanggil mengikuti Pra-Pekan Olahraga Nasional di Banten. Kini telah  berkancah di tingkat nasional.(*)

Editor:Bayu
Loading...

Bupati Buka Festival Kopi Lombok Utara

Seminar dan Festival Kopi Lombok Utara,menghadirkan narasumber Bupati KLU, unsur BNPB Ir. H. R. Hutomo, unsur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB, Anas Mudjitahid dan CEO Rumah Kopi Nusa Tara, H. Abdul Rochim,dipandu Sekretaris Bappeda KLU, Yuni Kurniati M, S.Pt,.Foto : Den/Humaspro

Lombok Utara
- Guna mewujudkan kopi Lombok Utara yang lebih enak di pentas regional dan nasional, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bekerja sama dengan Setda KLU Bagian Ekonomi Setda KLU, menggelar Seminar dan Festival Kopi Lombok Utara. Kegiatan ini dikemas dalam acara "Ngopi Senja" bertempat di Malaka dan dibuka Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH (9/8/2019).

Seminar dan Festival Kopi yang dilaksanakan 8-9 Agustus itu, menghadirkan narasumber Bupati KLU, unsur BNPB Ir. H. R. Hutomo, unsur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB, Anas Mudjitahid dan CEO Rumah Kopi Nusa Tara, H. Abdul Rochim. Acara tersebut dihadiri Asisten II Setda KLU. Ir. Hermanto, perwakilan Kepala OPD, Unsur TNI/Polri, petani kopi, pelaku usaha kopi, pegiat pariwisata dan tamu undangan lainnya.

Bupati Najmul di hadapan hadirin menyampaikan untuk membangun keunggulan yang ada di KLU bisa dari berbagai perspektif yang prospek, agar bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Jarang kita berpikir bahwa KLU menyimpan kekayaan luar biasa berupa kopi. Pernah ada tamu dari Kanada datang dengan membawa contoh kopi dari seluruh Indonesia. Setelah melihat kopi Lombok Utara, tamu tersebut menyampaikan bahwa kopi yang didapatkan di Lombok Utara adalah kopi dengan kualitas terbaik," tutur Bupati.

Tetapi lanjutnya, persoalan kopi Lombok Utara adalah pada prosesingnya. "Kopi di KLU perlu dikembangkan dengan serius. Kopi terbaik itu pasti ketemu dengan penikmatnya. Tiap penyelenggaraan Festival Kopi selalu ramai dikunjungi penikmatnya. Banyak yang menjadikan kopi bukan hanya sebagai minuman saja tetapi sebagai gaya hidup. Oleh karena itu, pada kesempatan ini mengapresiasi terlaksananya kegiatan Festival Kopi, agar supaya bisa pula sebagai event tahunan," kata Bupati.

Dalam pada itu, Ketua Panitia pelaksana yang juga Kepala Bagian Perekonomian Setda KLU. Ir. Moch. Wahyu Darmawan, M.Si menyatakan festival kopi sebagai wadah silaturahmi antara pelaku usaha kopi, petani kopi, dan gerai kopi hotel maupun restoran yang ada di Kabupaten Lombok Utara.

Lebih lanjut diuraikannya, festival kopi kali ini terdiri dari beberapa kegiatan acara seperti seminar kerja sama dan kewirausahaan yang diikuti 50 orang peserta dari unsur petani dan pengelola kopi, praktisi, akademisi, penyuluh pertanian maupun swasta.Demonstrasi kopi oleh pengelola kopi, penilaian cita rasa kopi, dan juga talkshow bertajuk Mewujudkan Kopi Lombok Utara yang Berkualitas dan Petani Sejahtera. 

Adapun sesi tanya jawab serta dialog dari petani kepada narasumber dipandu Sekretaris Bappeda KLU, Yuni Kurniati M, S.Pt. Peserta acara sekaligus disuguhi kopi sembari menikmati matahari terbenam.(*)

Editor:Bayu
Loading...

Minggu, 11 Agustus 2019

Serahkan Hewan Kurban, Walikota ingin Junjung Nilai Religi


Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menyerahkan puluhan hewan kurban secara simbolis kepada Panitia Hari Besar Islam (PBHI) Kota Mataram

Mataram - Walikota Mataram H Ahyar Abduh menyerahkan secara simbolis puluhan hewan kurban kepada Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Mataram, untuk selanjutnya didistribusikan kepada kaum duafa di kota itu.

Kegiatan penyerahan hewan kurban tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Wali Kota Mataram seusai kegiatan Shalat Idul Adha 1440 Hijriah di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center di Mataram, Minggu.

Wali Kota mengatakan, dalam perayaan Idul Adha 1440 Hijriah ini, Pemerintah Kota Mataram berhasil menghimpun 58 ekor hewan kurban, terdiri atas 19 ekor sapi dan 39 ekor kambing.

"Alhamdulillah, kita bisa berbagi-bagi hewan kurban kepada masyarakat melalui sejumlah pengurus masjid, yayasan, panti asuhan dan lainnya," katanya.

Diharapkan, dalam perayaan Hari Raya Idul Adha ini masyarakat dapat ikut serta menikmati daging hewan kurban.

Di samping itu, semangat berkurban menjadi salah satu motivasi untuk selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat, termasuk untuk kemajuan pembangunan di kota ini.

"Semangat berkurban sebagai bentuk mempererat silaturahmi dan rasa solidaritas sosial menjadi marwah dari implementasi visi Kota Mataram yang maju, religius dan berbudaya," kata Wali Kota.

Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Setda Kota Mataram Fathoni Aspriandi mengatakan, selain didistribusikan dalam bentuk hewan kurban, Pemerintah Kota juga mendistribusikan dalam bentuk pembagian daging kurban.

"Hari ini kami memotong tiga ekor sapi di Kantor Walikota, dan dagingnya kami distribusikan ke warga di sekitar Kantor Walikota," katanya.

Ia mengatakan, agar proses pendistribusian bisa berjalan aman dan tertib, H-1 warga yang berhak telah dibagikan kupon yang dapat ditukar untuk mendapatkan daging kurban.

"Jumlah kupon yang kami sebar 300 kupon dengan estimasi satu hewan kurban jenis sapi untuk 100 orang, kalau ada lebih barulah diberikan kepada warga yang datang tapi mendapat kupon," ujarnya.

Editor:Bayu
Loading...

H. Rohman Farly : Kuatkan Jalinan Silaturahmi Antar Organisasi


Tokoh Kota Mataram H Rohman Farly

Mataram - Pergerakan organisasi di pusat pemerintahan seperti Kota Mataram dinilai cukup dinamis. Hal tersebut tak boleh dipandang sebelah mata. Organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, dan organisasi lainnya harus dijadikan mitra.

"Apapun organisasinya harus dirangkul. Saya nilai mereka bisa menjadi mitra strategis," kata Tokoh Kota Mataram Rohman Farly, Minggu  (11/8).

Jika sebelumnya, ia memberi pandangan soal peningkatan kapasitas individu. Farly menilai, dipandang perlu untuk mengidentifikasi lintas organisasi. Selanjutnya merangkul organisasi ini dalam upaya mengembangkan dan membangun Kota Mataram.

"Saya mendapat cerita, langkah-langkah organisasi ini masih parsial, Sebatas melibatkan pemerintah ketika ada acara saja," terangnya.

Menurutnya, organisasi yang tumbuh di ibukota provinsi biasanya beraneka ragam. Mulai yang keagamaan, peduli lingkungan, seni, kreativitas, hingga hobi anak muda. Semuanya tidak boleh dipandang sebelah mata.

"Rangkul kemudian berikan mereka porsi baik pembinaan ataupun dukungan anggaran," ujarnya.

Farly menjelaskan, namanya organisasi tentu memiliki struktur dan tidak individu. Ketika mereka dibina dan didukung, organisasi ini bisa dilibatkan membangun Kota Mataram. Langkah partisipatif dari publik.

"Keunggulan ini tentu tak dimiliki daerah lain. Biasa masyarakat urban kota itu SDM lebih baik, jadi lebih mudah diatur," bebernya.

Lebih lanjut, banyak organisasi di pusat pemerintahan sanggup eksis tanpa campur tangan pemerintah. Dikelola nirlaba dan mengandalkan dana swadaya untuk memberi kontribusi bagi daerah. Kinerjanya positif serta menunjang pemerintah.

"Rugi kalau mereka tidak diajak kerjasama. Dijadikan mitra membangun kota," urainya.

Farly memberi contoh seperti komunitas pecinta seni, banyak yang membeli cat atau pilox kemudian membuat mural (gambar) di tembok kosong. Cara mereka positif karena bukan vandalisme alias asal corat-coret mengotori. Pemerintah bisa menggandeng mereka mempercantik sudut kota. Ini seperti yang dilakukan di Kota Bandung, tembok yang kosong dipercantik dengan beraneka ragam gambar 

"Mereka bisa mural tembok kosong seperti di Jalan Pemuda, Jalan Pendidikan, atau Jalan AA Gede Ngurah. Jalan Pabean di Ampenan itu juga bagus, apalagi kota tua temboknya sudah di cat warna-warni," terangnya.

"Tembok yang sudah cantik ini tentu akan menarik minat warga kota. Bisa menjadi background berfoto," imbuhnya.

Kelompok lain yang bisa dirangkul, kata Farly, adalah komunitas pecinta kebersihan. Mereka secara berkala bisa digandeng untuk beraksi serta memberikan sosialisasi pengolahan sampah di tiap lingkungan.

"Hadirnya pemerintah bersama mereka bisa membuat penanganan sampah berjalan partisipatif dan berkelanjutan," katanya.

Demikian pula dengan organisasi yang peduli pada literasi. Di Kota Mataram cukup banyak ruang terbuka hijau yang bisa menyediakan tempat baca. Biasanya masyarakat kurang tertarik ketika datang ke perpustakaan, minat bisa berubah ketika membaca buku sembari menikmati taman.

"Pemerintah siapkan bukunya, komunitas baca yang menjaga. Bukankah ini akan menguntungkan pemerintah," kata Farly lagi.

Ditambahkan, keterlibatan lintas organisasi dengan pemerintah bisa menghadirkan ikatan yang kuat jika berjalan simultan. Sepanjang organisasi itu memberi dampak positif, Pemkot Mataram harus merangkulnya. Semakin banyak kelompok yang terlibat membangun kota, semakin menguntungkan pemerintah.

"Tidak ada ruginya memperkuat silaturahmi antar organisasi ini. Paradigma pemerintahan di Kota Mataram harus diubah," tandasnya.(*)

Editor:Bayu
Loading...

Jumat, 09 Agustus 2019

KMP DLN OASIS Buka Jalur Surabaya - Lembar

Pemerintah kembali memberikan izin untuk moda transportasi laut melayani rute Surabaya - Lembar, yakni KMP DLN OASIS kemarin (6/8) mulai mengangkut penumpang dari Lembar - Surabaya

Mataram
- Industri pariwisata Lombok mulai bangkit pasca gempa. Peran transportasi udara maupun laut sangat vital dalam mendukung kunjungan wisatawan ke Lombok dan NTB pada umumnya. Jika sebelumnya maskapai AirAsia membuka rute Lombok - Perth, Australia awal Juli dan sejumlah penerbangan domestik per 1 Agustus.

Kini, jalur transportasi laut yang menghubungkan langsung jalur Surabaya - Lembar mulai resmi pada 5 Agustus. Kehadiran transportasi laut, yakni KMP DLN OASIS diyakini akan mendongkrak kunjungan wisatawan domestik termasuk asing. Sebelumnya, sudah lebih dahulu KMP Legundi yang melayani transportasi laut Surabaya - Lembar, Lombok.

Berbeda dengan kapal Legundi, KMP DLN OASIS hadir dengan fasilitas lengkap. Seperti adanya ruang hiburan, ruang duduk kelas ekonomi, tempat bermain anak-anak, smoking area (area merokok). Tak hanya itu, KMP DLN OASIS ini juga dilengkapi dengan kamar tidur sopir hingga mushola berukuran besar.

”Kita optimis, kehadiran KMP DLN OASIS ini bisa membawa pengaruh baik bagi tingkat kunjungan wisatawan ke Lombok,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB Lalu Bayu Windia, Selasa kemarin (6/8).

Ia menilai dengan kehadiran KMP DLN OASIS bisa membawa dampak positif bagi sektor pariwisata. Mengingat, kunjungan wisatawan pasca gempa di Lombok dan sekitarnya mendadak sepi. Namun, kini dengan mulai banyaknya layanan transportasi langsung ke Lombok, baik itu melalui udara maupun laut, maka industri pariwisata NTB akan kembali bangkit.

”Fasilitas yang dimiliki KMP DLN OASIS ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para penumpang. Baik itu penumpang asing maupun domestik,” tuturnya.

Dikatakannya, pelayaran perdana oleh KMP DLN OASIS tidak lepas dari peran pemerintah pusat, dalam mendukung dan menggenjot kunjungan wisatawan. Selain itu, juga memberikan pilihan kepada masyarakat dalam rangka memperbanyak moda transportasi murah meriah.

”Kehadiran KMP DLN OASIS ini diharapkan bisa menekan disparitas harga, baik itu Lombok-Jawa dan sebaliknya,” imbuhnya.

Untuk diketahui, tarif penyeberangan KMP DLN OASIS Lembar-Surabaya dibagi ke dalam tiga jenis tiket. Kategori penumpang dewasa dibanderol Rp 90 ribu, dan anak-anak Rp 65 ribu. Sementara itu, untuk kategori kendaraan, seperti sepeda pancal Rp 153 ribu, sepeda motor Rp 233 ribu. Moge dibanderol Rp 433 ribu, KK penumpang Rp 1.5 juta, KK angkut barang Rp 1,4 juta, Elf Rp 3 juta. Untuk transportasi ukuran berat seperti truk sedang Rp 2,5 juta, bus penumpang Rp 4,9 juta, truk besar Rp 4 juta. Tak hanya itu, tronton Rp 5 juta, trailer Rp 7,3 juta. Di sisi lain, tarif tiket untuk ruangan VIP dibanderol Rp 200 ribu per penumpang.

Sejak pelayaran perdananya dari Surabaya - Lombok, antusias masyarakat NTB dengan kedatangan KMP DLN OASIS ini sangatlah tinggi. Mengingat harga tiket diberikan sesuai dengan fasilitas disediakan. Bahkan harganya masih lebih murah dibandingkan tiket pesawat.

”Apalagi fasilitas di dalamnya lebih lengkap daripada Legundi. Tentu kita harus coba pakai KMP DLN OASIS,” kata salah seorang warga kota Mataram Nuraini.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Muhammad Faozal menilai dibukanya pelayaran baru jalur laut ini akan membawa dampak positif, khususnya, untuk tingkat kunjungan wisatawan domestik menuju Lombok.

”Ini bagus, apalagi untuk menarik wisatawan domestik untuk datang. Jadi tidak hanya lewat udara tetapi ada juga dari laut,” ujarnya.

Editor : Bayu
Loading...

Polres Bima Tetapkan Tersangka Kasus Perdagangan Rusa

Pihak kepolisian bersama aparat penegak hukum lainnya ketika menggelar kegiatan pemusnahan barang bukti kasus perdagangan satwa lindung jenis rusa dengan cara dikubur di sekitar halaman Mapolres Bima Kota, NTB, Kamis (8/8/2019)

Mataram - Kepolisian Resor Bima Kota, Nusa Tenggara Barat, menetapkan sopir perempuan dari kendaraan roda empat yang tertangkap tangan menampung satwa lindung hasil perburuan liar, sebagai tersangka kasus perdagangan satwa lindung jenis rusa.

Wakapolres Bima Kota Kompol Safrudin yang dihubungi di Mataram, Kamis, mengatakan, sopir perempuan yang diamankan dalam aksi penggerebekan Tim Patroli Posal Sape di pesisir Pantai Lariti, Kabupaten Bima itu berinisial NY (44), dari BTN Rontu, Kota Bima.

"Dari penetapannya sebagai tersangka, yang bersangkutan terancam pidana penjara paling lama lima tahun dengan denda maksimal Rp100 juta," kata Safrudin.

Ancaman pidana tersebut sesuai yang diatur dalam Pasal 40 Ayat (2) juncto Pasal 21 Ayat (2) Huruf a dan b Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

"Jadi pasal yang disangkakan itu terkait dengan menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, memperniagakan satwa yang dilindungi," ujarnya.

Kasus perdagangan satwa lindung jenis rusa ini terbongkar dari aksi penggerebekan Tim Patroli Posal Sape di pesisir Pantai Lariti, pada Rabu (7/8) pagi.

Dalam aksi tersebut, Tim Posal Sape mengamankan NY dengan kendaraan roda empatnya jenis Toyota Kijang, dan tujuh ekor rusa yang kondisinya sudah mati serta satu betina yang masih hidup.

Lebih lanjut, Polres Bima Kota menangani kasus perdagangan satwa lindung ini dari pelimpahan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB SKW III Bima-Dompu yang sebelumnya menerima penyerahan pelaku dan barang bukti dari Tim Posal Sape dibawah pimpinan Serma Yahya.

Untuk rusa yang kondisinya sudah mati telah dimusnahkan dengan cara dikubur di sekitar halaman Mapolres Bima Kota. Sedangkan untuk satu ekor betina yang masih hidup, ditangani pihak BKSDA.

Editor:Bayu
Loading...

M16 Dorong Pendatang Baru Lebih Agresif Jelang Pilkada

Duduk sebelah kiri Sekretaris Mi6 , Lalu Athari Fathullah,tengah Direktur MI6,Bambang Mei Finarwanto dan sebelah kanan Ketua Dewan Pendiri Mi6 , Mucklis Tolomundu 


Mataram - Pesta demokrasi akan kembali digelar. Tujuh dari sepuluh kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 2020. Para petahana mulai memantapkan diri agar kembali terpilih. Sementara para pendatang baru mencoba mencari celah memikat hati para pemilih.

Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram, Bambang Mei Finarwanto, menilai para pendatang harus lebih agresif tampil dan menunjukan tajinya. Pasalnya, para pendatang baru tidak memiliki satu modal utama yang sudah dipegang para petahana: popularitas dan elektabilitas.

Baik-buruknya petahana, kata pria yang akrab disapa Didu, tentu sudah dikenal masyarakat. Sementara para pendatang baru, sebagus apapun gagasan yang ditawarkan terasa percuma jika tidak sampai pada masyarakat. 

"Kalau mau imbangi popularitas dan elektabilitas petahana, pendatang baru harus sadar diri, jangan merasa kuat sebelum bertanding," ujar Didu di Mataram, NTB, jumat (9/8) malam. 

Menurut Didu, para pendatang baru kerap terbuai dengan hasil survei internal. Didu menegaskan, hasil survei hanya sebagai tolok ukur atau alat sementara untuk melihat persepsi publik pada saat itu , bukan sebagai penentu yang pasti saat pemilihan terjadi.

"Hasil survei seharusnya diikuti tindakan lanjut. Kelemahan yang pendatang baru seringkali terkesan ikuti pola petahana, jangan. Harusnya dia melakukan tindakan yang tidak dilakukan oleh petahana," ucap Didu. 

Didu menyarankan para pendatang baru lebih aktif bergerak terjun di lapangan dan menampilkan terobosan dalam upaya pengenalan diri serta gagasan yang ditawarkan. Para pendatang baru pun perlu menyesuaikan diri dengan segmen masyarakat yang ditemui. 

"Membaurlah dengan lingkungan sekitar, kalau ketemu anak muda ya pakai gaya anak muda, sesuaikan segmentasi. Kalau ketemu tokoh yang tampil sopan," kata Didu. 

Yang pasti, para pendatang baru tak perlu terjebak pada dikotomi, termasuk melakukan black campaign ,  melainkan merangkul semua kalangan.

Didu menambahkan, selain aktif terjun di lapangan, para pendatang baru juga perlu bermain pada tatanan media sosial dan media mainstream atau arus utama sebagai bentuk keterbukaan pada publik.

"Jangan lupa media sosial dan media mainstream harus berjalan seiringan dalam menopang gagasan yang dipunya," ungkap Didu.

Sementara itu Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 adalah Lembaga Nirlaba yang berdiri sejak 4 Oktober 2012 yang digagas oleh Ketua Dewan Pendiri Mi6 , Mucklis Tolomundu.yang juga mantan jurnalis Majalah Tempo Era dekade 80an dan Majalah Pria Matra.(*)

Editor:Bayu
Loading...

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.