Menu Right

Top Social Icons

Slider Area 1

Slider Area 2

Slider Area 3

Responsive Full Width Ad

Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Latest Updates

Olah raga

Kesehatan

Ekonomi Bisnis

Ntb

Mataram

Lombok Barat

Lombok Timur

Lombok Tengah

Lombok Utara

Rabu, 20 Maret 2019

Miris, Sertifikat Tanah LCC Digadai Rp 95 M

Bangunan LCC yang ada di Desa Gerimax, Kecamatan Narmada
Lombok Barat - Sedikit demi sedikit ‘aroma’ busuk berbagai permasalahan Lombok City Center (LCC) makin tercium. Dugaan sertifikat lahan Pemda seluas 8,4 hektare tempat berdirinya LCC dijadikan agunan ternyata benar adanya. Itu setelah Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTB Ery Ariansyah Harahap mengungkapkan, pihaknya menemukan jika aset tersebut memang diagunkan.

Menanggapi persoalan ini, sejumlah pejabat Pemkab Lobar memilih bungkam. Mulai dari Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Asisten II, Sekda, hingga bupati. Seluruh pejabat yang dikonfirmasi Seputar NTB kemarin tidak memberikan respons.

“Jangan tanya itu dulu (LCC, Red),” cetus Sekda Lobar HM Taufiq ketika menghadiri acara Bank NTB di Aula Bupati Lobar.

Begitu juga dengan Asisten II Lobar Hj Lale Prayatni. Ia mengaku semua keterangan Pemda Lobar harus satu pintu. Sedangkan Kepala BPKAD H Mahyudin hingga Bupati Lobar H Fauzan Khalid yang dikonfirmasi lewat WhatsApp juga tidak memberikan respons.

Namun Kabag Humas dan Protokol Setda Lobar Saepul Ahkam menjelaskan bahwa persoalan ini menjadi kewenangan pihak PT Tripat. “Tanggung jawab PT Tripat,” jawabnya singkat via WhatsApp.

Kondisi ini membuat anggota DPRD Lobar angkat bicara. Mereka meminta Pemkab Lobar segera bersikap jika aset lahan di LCC memang dijadikan agunan oleh pihak PT Tripat yang bekerja sama dengan PT Bliss Group. “Kalau yang terjadi seperti itu (diagunkan, Red), tentu harus dibuka MoU antara PT Tripat dengan PT Bliss. Jangan sampai PT Bliss yang nanti mengagunkan, yang menjadi korban aset daerah,” jelas Wakil Ketua DPRD Multazam.

Dewan sejauh ini diakuinya belum pernah melihat MoU kerjasama antara PT Tripat dan PT Bliss Group. Meskipun, ini sudah berkali-kali diminta.

Ini membuat Multazam mengaku gerah dengan aktivitas ekonomi di PT Tripat. Karena, perusahaan daerah ini sudah diberikan penyertaan modal puluhan miliar rupiah. Namun dividen atau PAD yang diberikan kepada daerah tidak seberapa.

“Pemasukan yang diberikan tidak sebanding. Yang disetor PT Tripat tiga tahun beroperasi hanya Rp 9 juta ke kas daerah. Ini tidak sinkron antara penyertaan modal dan aset,” sesalnya.

Lantas kenapa tidak dibubarkan? Multazam mengaku itu harus melalui RUPS. Baru kemudian dibahas oleh eksekutif untuk kemudian dibawa ke dewan.

Sementara Wakil Ketua DPRD Lobar dari fraksi PKB Sulhan Muchlis Ibrahim juga mengaku sejak awal memang sudah merasa ada yang tidak beres dalam kerja sama pembangunan LCC. Ia menilai banyak yang janggal.

“Makanya saya persilakan aparat penegak hukum masuk. Seandainya diminta keterangan, saya persilakanan dipanggil pihak DPRD Lobar. Terutama pimpinan DPRD Lobar yang lama. Jangan sampai ini menimbulkan kerugian daerah,” jelasnya.

Karena ia menilai aset Lobar saat ini sedang terancam. Sehingga ia meminta pihak eksekutif juga bisa memberikan keterangan kepada dewan apa yang sebenarnya terjadi. “Kami ingin mendapat penjelasan terkait MoU dan sertifikat itu. Agar kita bisa meluruskan persoalan ini,” tandas Sulhan.

Sebelumnya, Aspidsus Kejati NTB Ery Ariansyah Harahap mengungkapkan, dari hasil penyelidikannya diketahui jika aset Pemda Lobar telah dijadikan agunan. “Iya diagunkan. Ada dokumennya kami dapatkan, hak tanggungannya sudah ada,” ungkap Ery.

Tanah Negara yang diagunkan menurut Ery sudah jelas masuk kategori melawan hukum. Karena tidak ada dalam ketentuan yang mengatur jika tanah Negara boleh dijadikan agunan. Terlebih nilai agunan dari hasil penyelidikan pihak Kejati NTB mencapai Rp 95 miliar untuk lahan seluas 4,7 hektar.


Editor:Bayu
Loading...

Disdukcapil Lombok Barat Masuk kategori Kuning



Lombok Barat - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lombok Barat masuk dalam kategori kuning atau sedang dalam penilaian Pelayanan Publik oleh Ombudsman Republik Indonesia yang dirilisnya akhir tahun lalu.

Penilaian tersebut menyasar lebih dari 190 Kabupaten/ Kota se-Indonesia di mana Kabupaten Lombok Barat dinilai buruk se Nusa Tenggara Barat dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Hal itu tergambar dalam point yang hanya mencapai 44,68 atau masuk dalam zona merah dan berada di ranking 162 dari seluruh daerah yang disurvey. Namun walau secara keseluruhan berada di zona merah, Dinas Dukcapil Lombok Barat sendiri sesungguhnya berada di zona sedang atau kuning.

Dari 5 poin yang dinilai, yaitu pelayanan untuk akta kelahiran, kematian, perkawinan, Kartu Tanda Penduduk, dan Kartu Keluarga, dinas ini rata-rata memperoleh poin nilai 57 dan 61. Artinya berada di Zona Kuning.

“Tapi karena dalam tabulasi kita harus gabungkan dengan seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah, red), maka nilai komulatifnya yang kelihatan,” terang Rasyid Ridho dari Ombudsman Perwakilan Nusa Tenggara Barat saat mengisi materi pada Pelatihan dan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Aparatur Dinas Dukcapil Lombok Barat di Ballroom Hotel Jayakarta, Sabtu (9/3).

Untuk Dinas Dukcapil Lombok Barat, aku Ridho, setidaknya ada beberapa poin yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Harus memiliki maklumat yang memuat dua hal, yaitu komitmen untuk memberikan pelayanan dan kesiapan untuk mendapat sanksi bila tidak memberikan pelayanan optimal,” terang Ridho.

Biarpun sederhana, dalam penilaian Ombudsman, maklumat tersebut memiliki point cukup besar, yaitu 12 point.

Selain itu, tambah Ridho, Dinas Dukcapil Lombok Barat juga harus menyediakan ruangan untuk layanan khusus bagi warga yang berkebutuhan khusus, bisa berbentuk ruangan laktasi (menyusui, red, satu meja atau bangku yang diperuntukkan khusus buat lansia (lanjut usia, red) dan penyandang disabilitas .

“Dinas juga harus menyiapkan pelayanan khusus, tidak mesti pegawai yang hanya melayani khusus ke mereka, tapi bisa berperan ganda,” terang Ridho.

Ombudsman juga memberi perhatian khusus kepada pengelolaan pengaduan.

“Untuk hal itu, yang dinilai adalah sarana dan petugas, prosedur dan mekanisme pengaduan, jangka waktu responnya, dan penilaian kinerja dengan indeks kepuasan masyarakat,” pungkas Ridho.

Ridho pun mengingatkan agar Disdukcapil tetap memperhatikan seluruh informasi yang layak disebarkan sambil tetap mengedepankan partisipasi masyarakat. Penyebaran informasi itu, menurut Anggota Ombudsman NTB itu bisa berbentuk brosur atau website.

“Yang penting masyarakat tahu informasi, baik itu mengenai syarat dan alur, dari desk mana ke desk mana, waktu, dan tarif. Kalau gratis, diumumkan gratis,” pinta Ridho.

Menyambut penilaian itu, Kepala Sub Bagian Program Dinas Dukcapil, H. Taufikurrahman mengaku pelayanan pengaduan tersebut sesungguhnya sudah tersedia.

“Tapi belum di-SK-kan sesuai permintaan Ombudsman,” terang Taufik sambil memastikan bahwa maklumat pelayanan yang berpoint besar pun sudah tersedia dan sudah di pampang saat pemeriksaan ombudsman yang pertama tahun lalu.

Di tempat yang sama, Bupati Lombok Barat mengingat jajaran Dinas Dukcapil agar lebih peduli terhadap pelayanan.

“Kerja Dukcapil adalah pelayanan di mana potret penilaian juga ada di pelayanan. Baik buruknya penilaian ada di situ,” pinta Fauzan.

Fauzan pun menjanjikan untuk mendekatkan pelayanan, pihaknya akan membentuk 3 UPT (Unit Pelayanan Teknis) yang meliputi satu UPT untuk Kecamatan Gunungsari – Batulayar, satu UPT untuk Kecamatan Narmada – Lingsar, dan satu UPT untuk Kecamatan Sekotong – Lembar.

“Sedangkan Kecamatan Kediri, Labuapi, Labuapi, dan Gerung bisa dilayani di Kantor Dinas yang lebih dekat,” terang Fauzan.

Selain UPT, Fauzan juga merencanakan di tahun 2020 akan membangunkan kantor untuk Dinas Dukcapil.

“Mestinya tahun ini bisa, tapi karena ada dinas yang lebih membutuhkan dan kemampuan fiskal yang terbatas, insya Allah tahun depan,” pungkas Fauzan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, menurut Fauzan, saat ini juga sedang mengkaji untuk memberikan “uang duka” yang akan diambilkan melalui pos anggaran bantuan sosial, asalkan keluarga yang meninggal menguruskan Akta Kematian keluarganya di Dinas Dukcapil.


Editor:Bayu
Loading...

560 Peserta ikuti Pembukaan MTQ 28 Lombok Barat





Lombok Barat - Ditandai dengan pemukulan bedug oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat HM. Taufiq didampingi Wabup Lombok Barat terpilih Hj Sumiatun dan Ketua DPRD Lombok Barat M Kafali Musabaqah Tilawatil Qur’an ke 28 Kabupaten Lombok Barat dibuka, Sabtu (16/3/2019) malam di Lapangan Umum Kuripan.

Pembukaan juga dihadiri, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda Lobar, tokoh agama, tokoh masyarakat, para camat dan para kafilah MTQ dari 10 kecamatan yang ada di Lombok Barat. Meski upacara pembukaan diwarnai dengan gerimis tak menyurutkan antusias warga masyarakat Kuripan untuk menyaksikan secara langsung MTQ yang digelar setiap empat tahun sekali tersebut.

Ketua panitia penyelenggara yang juga Ketua Lembaga Pembinaan Tilawatil Quran (LPTQ) Lombok Barat Dr. H. Fathurrahim menyatakan, secara keseluruhan peserta MTQ ke 28 ini mempertandingkan, 8 cabang yang dibagi dalam 6 majlis dengan jumlah peserta sebanyak 560 peserta dengan tambahan official 60 orang dan ditambah dengan dewan hakim.

“Melalui MTQ ini bertujuan untuk merajut ukhuwah Islamiyyah di bumi Lombok Barat,” ujar Fathurrahman.Pada kesempatan tersebut dilakukan pelantikan Dewan Hakam oleh Sekretaris Daerah Lombok Barat yang sebelumnya dibacakan Surat Keputusan tentang penunjukan Dewan Hakam dalam MTQ ke 28 tahun 2019.

Para peserta selama berlangsungnya MTQ diinapkan di perumahan penduduk yang ada di Desa Kuripan. Sementara untuk para Dewan Hakam disiapkan satu perumahan khusus. Adapun tema MTQ ke 28 yakni “Dengan MTQ ke 28 Kabupaten Lombok Barat kita bangun Lombok Barat dengan hati guna mencetak generasi Lombok Barat yang Qurani”.

Sekretaris Daerah Lombok Barat Ir.HM. Taufiq, M.Sc menyatakan, Prestasi kafilah MTQ asal Lombok Barat cukup menonjol dan seringkali menjuarai lomba serupa di ajang MTQ tingkat provinsi NTB bagan nasional.

“Lombok Barat berkali-kali secara berturut-turut menjuarai MTQ Provinsi dan cukup disegani oleh peserta dari 10 kabupaten/kota se NTB. Apalagi Lombok Barat pada bulan Oktober 2019 ini akan menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ tingkat provinsi NTB,” ujar HM Taufiq.Karena itu HM Taufiq memberikan semangat dan dorongan kepada peserta MTQ Kabupaten Lombok Barat yang turut berlaga pada MTQ`ke 28 ini.

“Saya berharap para peserta dapat menunjukkan penampilan i terbaiknya untuk melahirkan prestasi terbaik pada MTQ ke 28 tingkat provinsi NTB di Lombok Barat,” tutup Sekda.


Editor:Bayu
Loading...

Lomba Sekolah Sehat, Khairatun Puji SDN 1 Beleka



Lombok Barat - Ketua TP-PKK Lombok Barat Hj. Khairatun Fauzan Khalid bersama anggota tim penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Kabupaten meninjau beberapa sekolah di Kecamatan Gerung, Jumat (8/3) kemarin. Rombongan memulai kunjungannya di SDN 1 Beleka, kemudian SMPN 3 Gerung, dan SMKN 2 Gerung.

Usai peninjauan, Khairatun mengaku cukup lega dengan kondisi sekolah yang ada di Gerung. Di SDN 1 Beleka misalnya, Khairatun memuji kelengkapan penilaian di sekolah yang berlokasi dekat ikon Lombok Barat, Monumen Giri Menang ini. Termasuk inovasi yang diterapkan, seperti tempat cuci tangan yang rapi, pemanfaatan pekarangan yang baik, limbah sampah yang diolah menjadi tempat yang berharga, dan pintu gerbang yang dibuat dari botol air mineral bekas.

“SDN 1 Beleka alhamdulillah sudah baik. Semua indikator sudah lengkap, PHBS nya juga medianya lengkap seperti cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Kemudian ketersediaan kamar mandi, bak sampahnya. Dari guru-gurunya juga kita nilai,” ujar bunda Paud Lombok Barat ini.

Khairatun mengakui seluruh sekolah di Lombok Barat yang nilainya memiliki keunggulan masing-masing. Ada yang memiliki prospek bagus tapi pemanfaatan pekarangan yang kurang maksimal, kemudian ada juga yang bangunan sekolahnya merupakan bangunan lama namun tingkat kebersihannya sangat baik, dan sebagainya.

“Lomba Sekolah Sehat ini untuk memotivasi sekolah-sekolah untuk memberikan suasana yang nyaman, baik dan bersih sehingga ketika siswa belajar dapat memudahkan menangkap pelajaran. Alhamdulillah yang ikut dari 10 kecamatan ini sudah bagus semua. Nanti kita ambil yang paling bagus,” pungkasnya.

Editor:Bayu
Loading...

Tim Bola Volly Terbaik Se-Lombok Semarakkan HUT Lombok Barat


Lombok Barat - Sebanyak 17 tim terbaik se-Pulau Lombok mengikuti Turnamen Invitasi Bola Volly yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Ketujuh belas tim yang akan berlaga yakni dua tim berasal dari Kabupaten Lombok Timur, kemudian dua tim berasal dari Kabupaten Lombok Utara, selanjutnya enam tim berasal dari Kabupaten Lombok Tengah, dua tim berasal dari Kota mataram dan tuan rumah Lombok Barat menurunkan lima tim terbaiknya.

Turnamen Invitasi Bola Voli Bupati Cup 2019 se-pulau Lombok merupakan salah satu kejuaraan yang setiap tahun diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Turnamen ini sangat penting karena dapat dijadikan sebagai salah satu indikator berjalannya pembinaan kepada atlet terbaik dan kepelatihan cabang olahraga bola voli di Kabupaten Lombok Barat. Hal tersebut disampaikan Bupati H. Fauzan Khalid saat membuka turnamen yang digelar hingga 28 Maret 2019 di Gor Mini Gerung, Jumat (8/3).

“Saya berharap ajang ini dapat dijadikan sarana konsolidasi, adu bakat dan prestasi para atlet bola voli di Lombok Barat khususnya dan Pulau Lombok pada umumnya, mengingat cabang olahraga bola voli merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat digemari masyarakat,” ujar bupati.

Turnamen kali ini menjadi yang keempat kalinya digelar Pemkab Lombok Barat. Waktu pelaksanaannya sengaja digelar menjelang HUT Lombok Barat setiap tahunnya agar perayaan HUT lebih semarak.

Melalui kegiatan semacam ini, Bupati Fauzan Khalid optimis mampu melahirkan bakat terbaik sehingga mampu berprestasi di ajang nasional bahkan internasional. Selain untuk mengembangkan bakat dan minat generasi muda dalam cabang olahraga bola voli, kegiatan semacam ini bertujuan untuk membina serta mengembangkan jiwa sportivitas, rasa percaya diri dan rasa tanggung jawab serta mengembangkan budaya hidup sehat dan gemar olahraga.

“Hasilnya sudah kita lihat, tim dari Lombok Barat sudah empat kali mendapatkan medali emas dan dua kali berturut-turut mendapatkan medali emas di ajang PorProv Nusa Tenggara Barat dan ini hasil yang membanggakan. Insya Allah nanti akan bisa menjadi juara di ajang nasional seperti Pekan Olahraga Nasional,” harapnya.

Senada dengan bupati, Ketua PBVSI Lobar I Made Artadana optimis dengan rutinitas latihan dan banyaknya event kejuaraan yang digelar, tidak menutup kemungkinan akan melahirkan atlet-atlet berbakat yang bisa dibanggakan di kemudian hari.

“Melalui turnamen ini KONI dan PBVSI Kabupaten Lombok Barat dapat memilih pemain-pemain terbaik, agar dibina secara khusus untuk mendapatkan tim yang solid, serta menggali potensi atlet-atlet berbakat yang dapat diproyeksikan ke event lebih tinggi dan lebih bergengsi lainnya, baik di tingkat regional maupun nasional dan menghasilkan pemenang atau juara,” ujarnya.

Pembukaan Turnamen diawali dengan pertandingan antara IVICO Labuapi Lombok Barat Vs LVC Lombok Timur.

Editor:Bayu
Loading...

Polda NTB Amankan 5,04 kilogram Ganja dalam Jerigen



Kabid Humas Polda NTB AKBP Purnama menghadirkan tersangka dan barang bukti ganja dalam jumpa persnya di Mapolda NTB, Selasa (19/3/2019) (Foto Humas Polda NTB)

Mataram - Anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, berhasil mengamankan 5,04 kilogram ganja dari dalam jerigen plastik berukuran besar.

"Dalam jerigen ditemukan barang bukti ganja yang sudah dikemas dengan plastik paketan besar. Jumlah yang diamankan sebanyak 51 bungkus dengan berat bersihnya 5,04 kilogram," kata Kabid Humas Polda NTB AKBP Purnama dalam jumpa persnya di Mataram, Selasa.

Paketan berisi daun, biji dan batang ganja kering diamankan dari lantai tiga sebuah kamar kos yang berada di Lingkungan Pelita, Kelurahan Dasan Agung, Kota Mataram, pada Jumat (8/3) malam.

Keberadaan paketan ganja dalam jerigen tersebut, jelasnya, diketahui dari keterangan seorang pria berinisial SS, asal Lingkungan Gapuk Selatan, Kelurahan Dasan Agung, Kota Mataram, yang lebih dulu diamankan.

Pihak kepolisian awalnya mengamankan SS karena melihat gerak-geriknya yang mencurigakan. Ketika itu, SS dilihat sedang tergesa-gesa membawa sebuah jerigen besar menggunakan sepeda motornya.

"Karena dilihat mencurigakan dengan jerigen yang dibawanya, malam itu juga anggota kami langsung menyambangi SS yang diketahui berada di rumahnya," ucap Purnama.

Kecurigaan pihak kepolisian kemudian terjawab setelah SS menyebutkan tempat jerigen tersebut disimpan.

"Bersama SS, anggota kami yang didampingi saksi dari aparat lingkungan, langsung ke TKP (lantai tiga sebuah kamar kos). Dari sana jerikennya ditemukan, dibongkar, dan didapatkan 51 bungkus paketan berisi ganja," ujarnya.

Setelah keberadaan dari paketan ganja itu terungkap, SS mengaku kalau dirinya hanya orang suruhan dari identitas pria yang disebutkan berinisial RD.

"Mengakunya hanya disuruh seseorang berinisial RD itu buat ambil barang dari agen jasa pengiriman," ucapnya.

Untuk tugasnya mengambil paket tersebut, SS mengaku telah dijanjikan upah Rp500 ribu.

"Selain upah uang, SS juga dijanjikan dapat jatah barang, katanya RD cuma minta 1,5 kilogram saja dari paketan yang ada," ucapnya.

Lebih lanjut, Purnama mengatakan bahwa SS diamankan petugas kepolisian pada Jumat (8/3) malam, bersama seorang perempuan berinisial SS yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Kemudian untuk keberadaan pria berinisial RD, pihaknya dikatakan masih menelusuri jejaknya di lapangan.


Editor: Bayu
Loading...

4.589 Rumah Rusak Akibat Gempa NTB





Mataram - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendata sebanyak 4.589 rumah rusak akibat gempa beruntun yang berpusat di Kabupaten Lombok Timur pada Minggu (17/3).

"Dari data yang kita berhasil himpun sementara 876 unit rumah rusak berat, 1.617 rusak sedang, dan 2.096 rusak ringan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB H Muhammad Rum di Mataram, Selasa.

Ia mengatakan, kebanyakan rumah yang mengalami kerusakan tersebut berada di Kabupaten Lombok Timur. Di mana menjadi pusat gempa beruntun berkekuatan 5,8 SR dan 5,2 SR yang terjadi pada Minggu siang (17/3).

Rum menyebutkan, selain menghancurkan rumah warga, gempa juga merusak sejumlah fasilitas umum dan fasilitas sosial, di antaranya tiga fasilitas rumah ibadah, dan tiga perkantoran.

"Lainnya masih dalam proses pendataan," ujarnya.

Sementara itu, akibat gempa tersebut 156 orang mengalami luka-luka setelah tertimpa reruntuhan bangunan dan tiga orang dinyatakan meninggal dunia setelah tertimpa longsoran di kawasan wisata air terjun Tiu Kelep, Kabupaten Lombok Utara.

Korban meninggal dunia antara adalahTomy umur 14 tahun warga Senaru, Tay Sieu Kim umur 56 tahun dan Tay Sieu Kim umur 56 tahun. Keduanya merupakan WNA Malaysia yang tengah berlibur di Lombok.

"Sekarang kedua WNA sudah dipulangkan ke negaranya," katanya.

Menurut Rum, saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan terhadap kemungkinan rumah yang belum terdata.

Dia mengatakan pihaknya juga terus menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena dampak berupa terpal, selimut, matras, mie instan, dan lauk pauk.

NTB diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan 5,8 Skala Richter (SR) dan 5,2 SR pada Minggu (17/3) pukul 14.07 WIB atau 15.07 WITA, namun tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,30 lintang selatan dan 116,60 bujur timur dengan kedalaman 10 kilometer (km).

Pusat gempa berada di laut pada jarak 24 km timur laut Kabupaten Lombok Timur, 36 km timur laut Kabupaten Lombok Utara, 37 km barat laut Pulau Panjang, Kabupaten Sumbawa, dan 63 km timur laut Kota Mataram.


Editor:Bayu
Loading...

BPPT Melakukan Diseminasi Teknologi Peternakan di Lombok Barat

Direktur BPPT Dudy Iskandar

Mataram - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, melakukan diseminasi teknologi peternakan.

Direktur BPPT Dudy Iskandar, di Lombok Barat, Selasa, mengatakan, kerja sama tersebut diinisiasi oleh anggota Komisi VII DPR RI, Fraksi Nasdem dari Daerah Pemilihan NTB H Kurtubi.

"Hari ini, kami mengawali kerja sama dalam bentuk pertemuan dengan ratusan kelompok tani se-Kabupaten Lombok Barat," katanya.

Dudy menjelaskan kerja sama tersebut dalam rangka menghasilkan inovasi teknologi di berbagai bidang. BPPT akan menjadi mitra kerja pemerintah daerah karena tidak memiliki kepanjangan tangan.

"Khusus di Lombok Barat, dipilih untuk teknologi bidang peternakan. Karena ini baru kerja sama awal, kami dari tim akan memberikan penjelasan kepada kelompok tani," ujarnya.

Menurut dia, permasalahan yang cukup krusial di Kabupaten Lombok Barat adalah persoalan pakan ternak. Untuk itu, BPPT akan menjelaskan berbagai hal sesuai aplikasi yang dimiliki, seperti "si Pandai" dan "si Pintar".

Si Pandai merupakan aplikasi yang bisa membuat pakan ternak berbasis bahan baku lokal. "Sesuai penjelasan bupati, di sini (Lombok Barat - red) ada dedak, ada jerami yang nanti bisa diinovasikan yang cocok untuk pakan ternak," kata Dudy.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan BPPT dalam rangka menambah sumber daya manusia bidang teknologi peternakan di daerahnya.

Lombok Barat, kata dia, sedang mengembangkan sektor pariwisata sebagai industri karena pariwisata sebagai lokomotif perekonomian daerah tentu harus didukung oleh produk lokal.

"Yang namanya pariwisata, tentu manusia butuh makan.Padi, buah, ternak, daging dan sebagainya kita usahakan bersumber dari kita sendiri, tak perlu dari impor," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi VII DPR RI, H Kurtubi menegaskan, pihaknya akan tetap menyuarakan aspirasi warga NTB, khususnya Kabupaten Lombok Barat sesuai bidang tugas Komisi VII.


Editor:Bayu
Loading...

Jumat, 15 Maret 2019

Kelompok Tani Hidroponik Kota Mataram Mendapat Pelatihan Bertani Dengan Menggunakan Media Pasir







Mataram - Kelompok Tani Hidroponik Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan memberikan pelatihan bertani dengan AJB (aji buhin) sistem menggunakan media pasir kepada masyarakat pesisir sebagai program peningkatan ekonomi serta pemberdayaan masyarakat nelayan. Ketua Kelompok Tani Hidroponik Kota Mataram H Mas Buhin di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, mengatakan sistem AJB ini sangat pas dikembangkan pada areal pesisir pantai dengan memanfaatkan pasir dan lahan kosong di sekitarnya. "Apalagi saat ini masih banyak lahan tidak termanfaatkan di kawasan pesisir," kata H Mas Buhin yang sekaligus inisiator bertaman dengan media pasir.


H Mas Buhin awalnya merupakan penggerak pertanian kota melalui sistem hidroponik ini, kini menemukan sistem yang lebih sederhana dan bisa dikembangkan untuk kawasan minim air seperti di kawasan pesisir.


Dengan menggunakan alat-alat sederhana bahkan bisa juga menggunakan barang bekas, masyarakat sudah bisa bertani dengan AJB sistem, yang hasilnya tentu dapat dikonsumsi sendiri sehingga mengurangi biaya hidup sehari-hari para nelayan. "Jika hasil pertanian mereka banyak, bisa langsung dijual dan harganya pun lebih mahal, karena AJB sistem menghasilkan sayur organik," katanya. Menurutnya, AJB sistem ini adalah sistem pertanian yang menggabungkan pertanian konvesional dengan pertanian hidroponik. Pasalnya, dalam satu media tanam berupa ember terbagi menjadi tiga yakni pasir, air dan udara. Bagian air tersebut, lanjutnya, tetap dicampur nutrisi seperti halnya hidroponik.


Sedangkan pasir mengganti rocwool untuk menahan tanaman agar tidak tumbang dan rongga kosong untuk sirkulasi udara. "Dengan demikian, kita tidak perlu lagi mencari media tanam berupa tanah, cukup menggunakan pasir, selanjutnya tanaman bisa tumbuh sempurna tanpa disiram. Kita tinggal kontrol air nutrisinya masih cukup atau tidak," katanya. Pertanian dengan AJB sistem ini sangat cocok dikembangkan untuk berbagai jenis tanaman hortikultura, seperti sayur-sayuran, melon, cabai, tomat, dan lainnya.


Untuk melaksanakan program pelatihan tersebut, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan sejumlah lurah di kawasan pesisir pantai, salah satu lurah yang sudah memberikan respons dan siap mendukung kegiatan tersebut adalah Lurah Banjar.

Lurah Banjar Muzakkir Walad yang dikonfirmasi terkait rencana pelatihan tersebut memberikan sambutan positif, karena program ini bisa menjadi solusi keran penghasilan kedua nelayan sebab ada saat mereka tidak bisa melaut. Program ini, katanya, ke depan bisa menjadi lumbung peningkatan ekonomi, apalagi pihak telah merencanakan untuk mengklasterisasi daerah pesisir menjadi kawasan kampung tanggap inflasi. "Ke depan, wilayah pesisir akan dijadikan sebagai pasar untuk kebutuhan sayur sehat dan tanaman produktif lainnya," katanya.


Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya membutuhkan pendampingan berkelanjutan sampai warga pesisir mandiri termasuk modal usaha untuk memulai. "Apalagi kami disetiap kelurahan memiliki PPL pertnaian yang bisa dilibatkan dalam pendampingan dan monitoring," ujarnya. Perwarta : Nirkomala Editor : Risbiani Fardaniah
Loading...

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.