Menu Right

Top Social Icons

Slider Area 1

Slider Area 2

Slider Area 3

Responsive Full Width Ad

Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Politik

Ekonomi Bisnis

Latest Updates

Kemenag RI

Kesehatan

Ekonomi Bisnis

Ntb

Mataram

Lombok Barat

Lombok Timur

Lombok Tengah

Lombok Utara

Rabu, 03 Juli 2019

Pejabat OPD,Struktural dan Kades Diminta Waspada Terhadap Wartawan Abal-abal

Ketua Forum Wartawan Media Online Lombok Timur, Samsur Rizal

Lombok Timur - Forum Wartawan Media Online (FWMO) Lombok Timur, meminta pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat struktural dan kades di Lombok Timur agar waspada terhadap wartawan abal-abal yang berlagak tidak baik. Seperti memeras dan mengancam. "Jika ditemukan ada indikasi demikian, silahkan pejabat berkomunikasi dengan lembaga wartawan yang ada," ungkap ketua FWMO Lombok Timur, Samsur Rizal, Rabu (3-7-2019) 

Rizal mengatakan, oknum yang mengatasnamakan wartawan jika gelagatnya mencurigakan dengan cara memeras dan mengancam tentu berdampak pada marwah profesi wartawan. Secara tidak langsung nama wartawan yang dibawa-bawa bisa tercoreng. "Jika ada bukti memeras dan mengancam, kami siap akan menyeret oknum tersebut ke ranah hukum," tegas pria berkacamata ini. 

Hal senada dikhawatirkan Muhammad Rifa'i, wartawan Radar Mandalika ini mengatakan oknum-oknum yang mengatasnamakan wartawan ini sudah terjadi tidak hanya kali ini, tetapi sudah beberapa kali. 

Secara langsung tentu berimbas kepada rekan wartawan yang medianya jelas. "Kami bisa jadi kambing hitam kalau begini," kesal Rifa'i. 


Pewarta : Saka Aza 
Editor : Bayu
Loading...

Selasa, 02 Juli 2019

Spesialis Pelaku Pencurian Villa di Bali Diringkus di Lotim

Tim Resmob Polres Lombok Timur bersama dengan Tim Resmob Polda NTB dan Polda Bali berhasil menangkap pelaku spesialis melakukan pencurian di Villa wilayah Bali, Zaenal Abidin (33),warga Desa Kalianyar, Kecamatan Terara Lotim, Jumat sore (28/6)


Lombok Timur - Tim Resmob Polres Lombok Timur bersama Tim Resmob Polda NTB dan Polda Bali berhasil menangkap pelaku spesialis melakukan pencurian di Villa wilayah Bali, Zaenal Abidin (33),warga Desa Kalianyar, Kecamatan Terara Lotim, Jumat sore (28/6) sekitar pukul 15.00 wita di rumahnya.

Sementara untuk mempertanggungjawabkan pelaku langsung digelandang ke Polres Lotim, untuk kemudian dibawa ke Polda Bali,guna proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Lotim melalui Kasat Reskrim, AKP I Made Yogi Purusa Utama, SE,SIK membenarkan kalau pihaknya bersama dengan tim Resmob Polda NTB dan di backup Tim Resmob Polda Bali berhasil menangkap pelaku pencurian spesialis Villa di Bali di rumahnya.Tanpa adanya perlawanan setelah petugas mengetahui lokasi persembunyian pelaku.

"Pelaku pencurian spesialis pencurian Villa di Bali kami berhasil tangkap di rumahnya,"tegasnya.

Ia menegaskan penangkapan pelaku dilakukan berdasarkan ‎Laporan Polisi No: LP-B/13/III/2019/Bli/RES.Badung/Sek.Mengwi tanggal 02 Maret 2019, Tentang Tindak Pidana Pencurian.

Untuk kemudian dari Polda Bali datang ke Lotim guna mengejar pelaku tersebut. Lalu dibantu Tim Resmob Polres Lotim dan Polda NTB untuk mencari dan menangkap pelaku tersebut.

Selain itu, pelaku dalam melakukan aksinya berjumlah dua orang datang ke Bali.Dimana aksi dilakukan pada malam hari dengan sasaran mereka adalah Villa di wilayah Badung Bali.

"Dalam aksinya pelaku masuk kedalam kamar villa dengan cara mencongkel jendela dengan menggunakan linggis dan masuk ke kamar villa saat korban dalam keadaan tertidur," ujarnya.

Lebih lanjut, Kasat Reskrim menambahkan dalam aksinya tersebut pelaku berhasil membawa kabur barang berharga milik korban berupa uang Tunai Rp. 9.000.000, 3 Unit HP, Uang tunai 100 USD,Uang Tunai 1000 Euro dan 1 Buah Tablet android.

Akibatnya  kejadian korban mengalami kerugian senilai Rp. 50.000.000, lalu setelah melakukan aksinya pelaku pulang ke rumahnya di wilayah Terara, Kabupaten Lotim untuk menikmati hasil kejahatannya.

"Barang bukti yang diamankan tiga  unit Handphone merk Oppo dan Xiaomi serta satu tablet Ipad," tandasnya.

"Dari keterangan pelaku mengakui perbuatannya telah menjalankan aksinya sebanyak 34 TKP di Villa yang ada di Bali," tukasnya.

Pewarta : Saka Aza
Editor : Bayu
Loading...

Sabtu, 29 Juni 2019

Pembagian Raport Siswa MTsN 3 Mataram,H.Suparman : Pentingnya Sarana dan Prasarana dalam Pendidikan

Kepala MTsN 3 Mataram H.Suparman menyerahkan raport kepada salah satu siswa.

Mataram - Hasil akhir pembelajaran bagi siswa-siswi sebuah Sekolah/Madrasah sangat ditunggu, karena pada akhir pembelajaran akan dibagikan raport bukti hasil akhir dari proses pembelajaran dalam penentuan naik atau tidak naik kelas. Dalam menutup proses pembelajaran baik di Semesteran maupun di akhir tahun digelar berbagai macam lomba.

Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram menggelar berbagai macam lomba, baik yang bersifat perorangan maupun dalam kelompok dan kelas, hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana pengetahuan dan keterampilan anak didiknya setelah mengikuti proses pembelajaran,hal ini dilaksanakan setelah selesai semester atau ujian untuk mengisi waktu sebelum menerima raport.

Menurut Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram H. Suparman menyampaikan bahwa setiap selesai semesteran yang merupakan acara rutin diadakan berbagai macam jenis lomba yang merupakan kegiatan extrakulikuler, seperti lomba cerdas cermat, tahfidz, lomba ngaji, fashion show, futsal dan masih banyak lagi yang lainnya.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan dapat dijadikan motivasi bagi anak didik termasuk menguji sejauh mana keterampilan yang dimiliki oleh anak didik kami sesuai dengan bakat masing-masing” papar H. Suparman.

Pada hari pembagian rapot ini H. Suparman juga menyerahkan Piala kepada salah satu siswa Kelas dan Juara Umum dalam lomba yang dilaksanakan.

Dalam proses belajar mengajar, lanjut H. Suparman, masih banyak kekurangan sarana maupun prasarana untuk mendukung proses belajar mengajar, seperti bangku yang sudah kurang layak untuk digunakan, masih kurangnya LCD dan lain sebagainya, “Saya sangat berharap kepada Pemerintah terutama Kepada Kementerian Agama untuk memperhatikan kami dalam melengkapi kekurangan sarana dan prasarana ini agar tujuan dari pendidikan ini dapat tercapai”, harap H. Suparman.

H.Suparman juga sangat berharap terutama kepada orang tua wali murid untuk bersama-sama mendukung dan membimbing serta mengawasi anak-anak kita khususnya saat anak didik kita berada diluar sekolah agar anak-anak kita ini aktif untuk belajar agar menjadi sukses, paparnya.

Pewarta : Bayu Adjie
Editor : Bayu
Loading...

Kemenag Kota Bima Gelar Sosialisasi Bimbingan Pra Nikah Bagi Remaja Usia Nikah

Kantor Kementerian Agama Kota Bima menggelar bimbingan perkawinan pra nikah remaja usia nikah bagi Siswa-siswi Madrasah Aliyah, SMA dan SMK se Kota Bima di aula SMKN 3 Kota Bima,Sabtu, (29-6-2019).

Bima - Kantor Kementerian Agama Kota Bima melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menggelar bimbingan perkawinan pra nikah remaja usia nikah bagi Siswa-siswi Madrasah Aliyah, SMA dan SMK se Kota Bima di aula SMKN 3 Kota Bima hari ini,Sabtu (29-6-2019).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kota Bima H. Eka Iskandar yang dihadiri oleh Direktur Bank Mandiri Syariah Cabang Bima Praja Saputra dan narasumber dari Ahli Psikologi Nur Syahrurrahmah.

“Kegiatan ini dapat dilaksanakan atas dukungan Penyuluh Agama Kota Bima” ucap H. Eka Iskandar mengawali sambutan dan arahannya yang sekaligus membuka kegiatan ini secara resmi.

“Ada empat penyakit darurat anak muda yang harus dimunculkan yakni darurat kebebasan berpacaran, darurat narkoba, darurat ketaatan anak terhadap orang tuanya dan yang keempat adalah darurat kurangnya pemahaman tentang ajaran agamanya”, tegas H. Eka Iskandar.

Ketua Panitia Penyelenggara Abdul Rasyad dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan perkawinan pra nikah ini berlangsung hanya satu hari yang merupakan salah satu dari Program Kementerian Agama Kota Bima dengan tujuan untuk terlaksananya kegiatan dengan hasil yang memuaskan, juga untuk memberikan pemahaman kepada seluruh peserta tentang empat darurat anak muda tersebut.

Kegiatan yang sangat penting ini diharapkan agar seluruh peserta mengikutinya dengan serius untuk mengambil hikmah dan manfaatnya, pungkas Abdul Rasyad menutup laporannya.

Pewarta : Bayu Adjie
Editor : Bayu
Loading...

Wartawan Lotim Minta Baznas Lotim Cabut Pernyataannya Diatas Materai

Pewarta Lombok Timur yang terdiri dari Media TV, Cetak dan online silaturahmi dengan Baznas Lombok Timur (Lotim)  beberapa hari lalu

Lombok Timur - Para Pewarta Lombok Timur yang terdiri dari berbagai media TV, cetak dan elektronik mengapresiasi langkah silaturahmi yang dilakukan Baznas Lombok Timur (Lotim)  beberapa hari lalu dengan awak media.

Wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Bersuara Lotim maupun Forum Wartawan Media Online (FWMO) Lotim tersebut  menilai langkah tersebut dinilai membangun komunikasi dengan media terutama kaitannya dengan pernyataan Baznas Lotim yang berjudul Baznas Lotim  Menjawab Hoax.

Namun, Jurnalis Bersuara menyayangkan pihak Baznas hanya menyampaikan permintaan maaf secara verbal. Tanpa mengindahkan permintaan dari wartawan agar pihak Baznas menyatakan permintaan maaf dan mencabut kata hoax secara tertulis di atas materai.

"Kami hargai permintaan maaf pihak Baznas. Tapi, poin yang kita minta belum dilakukan. Ini kita sayangkan," ujar salah satu wartawan, Samsul Rizal, Jumat (28/6).
Seharusnya, lanjut pria yang sudah belasan tahun menjadi wartawan ini, ketika pihak Baznas mengatakan berita yang ditulis rekan media hoax secara tertulis, yang bahkan tersebar di media sosial maka pencabutan pernyataan juga seharusnya dilakukan secara tertulis.

Kaitannya dengan konten berita, Rizal mengatakan, data ada dan konfirmasi juga sudah dilakukan wartawan pada pihak Baznas sendiri.

Sementara adapun adanya isu yang mengatakan adanya masalah pribadi salah satu media dengan Baznas, hal itu dibantah Rizal. Sebab, berita tersebut ditulis lebih dari dua media,bahkan bukti rekaman juga hasil wawancara dengan pihak Baznas masih ada bersama sejumlah media cetak,elektronik dan online masih ada.

"Jadi kalau disebut ada masalah pribadi media tertentu, itu hal yang dibuat-buat saja,karena tugas media sebagai fungsi kontrol dengan tetap memegang teguh kaidah jurnalistik terutama kode etik yang diatur dalam UU No.40 tahun 1999 tentang pers," tegasnya.

Lebih jauh, bersama Jurnalis Bersuara Lotim ia meminta Baznas agar tidak menggulirkan masalah tersebut semakin bertele-tele dan membias Hingga membuat informasi dan pembangunan di Lotim tidak kondusif.

Padahal, wartawan hanya meminta agar Baznas meminta maaf dan mencabut pernyataan hoax secara tertulis diatas materai.Bukan malah mencabut pernyataan dengan kata-kata saat berlangsung kegiatan silaturahmi pengurus Baznas dengan awak media.

"Itu saja permintaan kami,cabut pernyataan Ketua Baznas secara tertulis diatas materai, kan aneh ketika ketika baznas mengeluarkan pernyataan secara tertulis,kemudian tidak dicabut secara tertulis" pintanya.


Senada dengan Rizal, wartawan lainnya,  Nanang, Dony, Fa'i,Ruhel,Deki dan lainnya mengaminkan langkah tersebut. Supaya pemberitaan di media jangan sedikit-sedikit dikatakan hoax.

"Kami sepakat kalau Baznas Lotim segera mencabut pernyataan secara tertulis diatas materai sebagaimana permintaan teman-teman media,agar masalah menjadi kelir," pintanya.

Pewarta : Saka Aza
Editor:Bayu
Loading...

Jumat, 28 Juni 2019

23 Petugas PPIH NTB Dilantik

Sekretaris Jenderal PHU H. Ramadhan Kharisman melantik 23 orang Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi/Debarkasi Lombok Tahun 1440 H/2019 M di Asrama Haji Lombok,di Aula Bir Ali Asrama Haji Lombok,Jumat (28-6-2019)

Laporan Bayu Adjie Mataram-NTB

Mataram - Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah yang diwakili Sekretaris Jenderal PHU H. Ramadhan Kharisman melantik 23 orang Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi/Debarkasi Lombok Tahun 1440 H/2019 M di Asrama Haji Lombok,di Aula Bir Ali Asrama Haji Lombok,Jumat (28-6-2019).

Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 212 tahun 2019 tentang Pembentukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi/Debarkasi tahun 1440 H/2019 M yang ditandatangani di Jakarta, 14 Mei 2019.

Bertindak sebagai Pengarah dalam PPIH NTB,Gubernur NTB yang diwakili oleh H. Muh. Suruji dan Kakanwil Kemenag NTB,H Nasruddin sebagai Ketua PPIH.


Dirjen PHU dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Jenderal PHU H. Ramadhan,mengajak jajaran PPIH embarkasi NTB yang baru dilantik untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan tanggung jawab memberikan pelayanan kepada jamaah.

"Mari bersinergi dengan semua pihak dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, bekerjalah dengan ikhlas. Semoga jadi ibadah dan lakukan koordinasi sebaik mungkin dengan berbagai lembaga terkait. Lakukan Persiapkan mulai sekarang sebelum jamaah masuk asrama," harap Ramadhan.

Kakanwil Kemenag NTB,H.Nasruddin mengatakan bahwa secara keseluruhan jumlah Jemaah Haji yang akan diberangkatkan dari Embarkasi Lombok sejumlah 4.967 orang termasuk Petugas Kloter setelah adanya penambahan kuota Jamaah Haji sebanyak 10.000 orang yang tersebar di 34 Provinsi seluruh Indonesia, dan NTB mendapat tambahan kuota sebesar 398 orang yang dialokasikan bagi Jemaah Haji Lansia dan pendamping.

“Penyelenggaraan Ibadah haji adalah merupakan tugas Nasional dan menjadi tanggung jawab Pemerintah dibawah Kementerian Agama RI yang secara tehnis diselenggaran oleh Dirjen PHU yang bertujuan untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan sehingga Jemaah haji dapat menunaikan Ibadah Hajinya sesuai dengan ketentuan ajaran Agama Islam”, papar H. Nasruddin.

Selain Sekretaris Jenderal PHU H. Ramadhan Kharisman,juga hadir dalam acara pelantikan itu,Gubernur NTB, PT. Angkasa Pura, PT. Garuda,Saudi Airline, KKP, Polres Kota Mataram, Imigrasi dan Seluruh Pejabat Eselon III dan IV lingkup Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB.

Pewarta : Bayu Adjie


Editor : Bayu
Loading...

Kejati NTB Gandeng Konsultan Hitung Kerugian Proyek Masjid Amahami

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB Dedi Irawan

Mataram - Baca juga: Kejaksaan: dugaan korupsi Masjid Amahami masuk ke penyelidikan

Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat menggandeng konsultan untuk menghitung kerugian dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Masjid Terapung Amahami, Kota Bima, Tahun Anggaran 2016.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB Dedi Irawan di Mataram, Rabu, menjelaskan langkah penyelidikan dengan menggandeng konsultan ini merupakan upaya kejaksaan dalam menguatkan alat buktinya.

"Apakah kerugian negaranya sama atau ada perbandingan dengan hasil audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) atau tidak, kita lihat nanti hasilnya," katanya.

Terkait dengan legalitas dan kredibilitas konsultan yang digunakan penyidik sebagai pembanding hasil audit BPK ini, Dedi enggan memaparkannya lebih jelas.

"Tidak perlu kita sebutkan, yang pasti kita juga menghitung kerugian negaranya," ujarnya.

Terkait dengan hasil audit BPK, jelasnya, kerugian negara dalam pembangunan masjid yang berada di pesisir pantai wisata Amahami di Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, itu mencapai Rp67 juta.

Namun jumlah kerugian yang dirilis BPK tersebut, kabarnya telah dikembalikan pihak kontraktor pelaksana proyek.

"Itu kan katanya, sudah dikembalikan ke BPK. Tapi penyelidik sendiri belum dapat surat resmi pengembaliannya, jadi kasus tetap lanjut," ucap Dedi.

Selanjutnya terkait dengan cek fisik bangunan yang saat ini sudah digunakan sebagai fasilitas ibadah para pengunjung di kawasan wisata tersebut,Dedi mengatakan dalam waktu dekat jaksa akan turun.

"Kemungkinan dalam waktu dekat akan diagendakan ke sana," ujarnya.

Diketahui bahwa masjid berdesain terapung di kawasan pesisir pantai Amahami ini berlokasi di salah satu kawasan wisata favorit Kota Bima dengan luas mencapai dua are lebih. Lokasinya berada dekat dengan Taman Amahami yang kabarnya dibangun pada tahun anggaran yang sama.

Untuk pembangunan masjid terapung ini, pemerintah mengeluarkan anggaran Rp12,4 miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh perusahaan lokal dari Kabupaten Lombok Timur, yakni PT Mayalia.

Editor : Bayu
Loading...

Kamis, 27 Juni 2019

Melawan Petugas,Residivis Pencuri Mobil di Pulau Lombok Dilumpuhkan Timah Panas



Lombok Timur - Tim Resmob Polres Lombok Timur berhasil menangkap residivis pelaku pencurian mobil roda empat maupun enam dengan inisial AD (39) warga Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu dinihari (26|6),sekitar pukul 03.00 wita dijalan jurusan Sangkareang Praya Timur.‎

Dalam penangkapan pelaku Tim Resmob Polres Lotim di backup Tim Resmob Polda NTB dan Polres Mataram. Sedangkan pelaku terpaksa dihadiahi timah panah bersarang di kakinya,karena berusaha melawan petugas saat akan ditangkap.

Sementara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku langsung digelandang ke Mapolres Lotim bersama barang bukti,guna proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut.

Hal ini ditegaskan Kasat Reskrim, AKP I Made Yogi Purusa Utama,SE,SIK yang didampingi Kasubag Humas, IPTU L Jaharuddin saat  menggelar konferensi pers di kantornya, Kamis (27|6).

"Residivis pelaku pencuri mobil berhasil kami tangkap setelah diberikan timah panas petugas,karena berusaha melawan dan meneriaki petugas," tegasnya.

Ia menjelaskan pelaku ditangkap petugas saat hendak pulang ke rumahnya. Dengan terlebih dahulu petugas menyanggong pelaku dari pagi sampai malam hari.

Kemudian antara petugas dan pelaku sempat saling kejar-kejaran.Sehingga akhirnya pelaku berhasil diringkus. Namun pada saat petugas melakukan pengembangan terhadap pelaku lainnya.

Dengan dibackup Resmob Polda NTB dan Mataram, akan tapi pelaku lainnya mengetahui kedatangan petugas.Dengan memprovokasi warga lainnya untuk melakukan penyerangan terhadap petugas.

Bahkan pelaku ditarik tangannya secara paksa oleh pelaku yang saat ini menjadi buron.Dengan tujuan untuk melarikan diri,akan tapi tidak berhasil karena petugas melakukan tindakan tegas.

"Petugas terpaksa menembak pelaku karena berusaha melawan petugas saat akan ditangkap,sedangkan masyarakat lainnya yang membantu pelaku melarikan diri," ujarnya.

Lebih lanjut Mantan Kasat Reskrim Polres Loteng ini menambahkan dalam melakukan aksinya pelaku bersama temannya yang masih buron. Dengan sasaran mobil yang ditinggalkan parkir oleh pemiliknya,untuk kemudian pelaku mencari pembeli dan Penadah hasil kejahatannya.

Sementara mobil pick up dan dump truk berhasil diamankan petugas saat akan menyeberang ke pulau Sumbawa di pelabuhan Kayangan. Dengan rencananya akan dijual ke wilayah Bima.

Dimana untuk pick up akan dijual Rp 15 juta dan dump truk sebesar Rp30 juta. Dengan sudah ada pembeli yang akan membayarnya begitu sampai di lokasi.

Sementara barang bukti yang diamankan empat mobil pick up, satu dump truk,parang, kunci T, sepeda motor, uang tunai ratusan ribu dan satu buah bong bekas pelaku menghisap narkoba.‎

"Pelaku diancam dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman diatas empat tahun penjara," tandas Yogi.

"Untuk masalah kasus narkobanya karena ditemukan bong dan terbukti,maka kasusnya akan dilimpahkan ke satuan narkoba,sedangkan kami hanya menangani masalah pencuriannya," tukasnya.

Pewarta : Saka Aza
Editor : Bayu
Loading...

Rabu, 26 Juni 2019

H. Sirojuddin : Asah Pemahaman dan Keterampilan untuk Menghadapi Jambore Pasraman Tingkat Nasional

H. Sirojuddin memberikan semangat kepada seluruh Kontingen Jambore Pasraman Nusa Tenggara Barat di Hotel Lombok Plaza,Selasa (25/6/2019).

Mataram - Jambore Pasraman Tingkat Nasional tinggal menghitung hari. Kontingen Jambore Pasraman Provinsi Nusa Tenggara Barat mempersiapkan diri untuk menghadapi pelaksanaan Jambore Tingkat Nasional Ke-V di Denpasar Provinsi Bali.

Pelaksanaan Jambore Tingkat Nasional Ke-V sebentar lagi akan dilaksanakan kegiatannya di Denpasar Provinsi Bali, 22 peserta kontingen Jambore Pasraman Provinsi Nusa Tenggara Barat dikumpulkan Bidang Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat di Hotel Lombok Plaza tempat pemusatan latihan kontingen Jambore selama 3 (tiga) hari dari tanggal 25 sampai dengan 27 Juni 2019.

“Anak-anakku yang saya cintai, manfaatkan waktu yang tinggal sedikit ini untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan dengan sungguh-sungguh dan tunjukkan prestasinya dalam menghadapi Jambore Pasraman Tingkat Nasional Ke-V yang tinggal beberapa hari ini”, ucap Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha H. Sirojuddin saat menyampaikan arahannya sekaligus membuka secara resmi dimulainya latihan penguasaan keterampilan dalam menghadapi Jambore Nasional Ke V ini.

Jangan pernah merasa kalah sebelum bertanding, tapi tampillah secara maksimal dan penuh percaya diri, tambah H. Sirojuddin dalam arahannya, “Jaga kesehatan dan jaga nama baik Daerah, semoga dengan jerih payah anak-anakku sekalian NTB bisa memposisikan diri menjadi yang terbaik”, papar H. Sirojuddin memberikan semangat kepada seluruh Kontingen Jambore Pasraman Nusa Tenggara Barat.

“Kegiatan Jambore ini sangatlah penting terutama buat kemajuan Agama kita, terutama untuk memahami dan untuk mengamalkan ajaran Agama kita akan menjadi lebih tergugah, dan yang paling penting bagaimana anak-anak sekalian menjadi orang yang betul-betul mampu memahami ajaran agama secara utuh dengan harapkan pada saatnya nanti anak-anak akan menjadi pemimpin yang berkualitas” papar H. Sirojuddin mengakhiri arahannya.

Sebelumnya Ketua Panitia Penyelenggara I Gede Subrata melaporkan bahwa kegiatan ini dihajatkan untuk melatih peserta kontingen Jambore Pasraman menuju Jambore Pasraman Tingkat Nasional Ke-V yang akan dilaksanakan di Bali dari tanggal 2 sd. 7 Juli 2019, “Sebelumnya peserta ini sudah melewati seleksi pasraman-pasraman di tingkat Kecamatan maupun di Tingkat Kabupaten/Kota, setelah menang maka diadakan seleksi di Tingkat Provinsi” ucap Ketua Panitia Penyelenggara.

Pembukaan pelaksanaan kegiatan Jambore ini dibuka secara resmi yang ditandai dengan pemasangan Seragam Kontingen secara simbolis oleh Kepala Bagian Tata Usaha H. Sirojuddin dan Kabid Bimas Hindu I Wayan Widra kepada 2 orang peserta Jambore disaksikan seluruh peserta dan undangan lainnya.(*)

Editor : Bayu
Loading...

Dandim 1615 Lotim Temukan Aplikator, Kades dan Pokmas Nakal



Lombok Timur - Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 1615 Lombok Timur,Letnal Kolonel (Letkol) Inf. Agus Prihanto Donny bakal menyikat para aplikator, Kepala Desa (kades) dan  kelompok masyarakat (Pokmas) nakal yang berani bermain dalam proses rehap rekon Rumah Tahan Gempa (RTG) di Lotim. Termasuk pihak-pihak lainnya yang memanfaatkan situasi kesempatan dalam kesempitan.

"Saya tidak akan segan-segan memproses Aplikator, Kades maupun Pokmas yang nakal dalam proses RTG ini," tegas Dandim 1615 Lotim kepada wartawan di kantornya, Selasa (25/6).

Ia menjelaskan pihaknya sudah mendapatkan laporan mengenai adanya para aplikator, Pokmas dan pihak-pihak lainnya bermain dalam proses RTG ini. Dengan berdasarkan hasil dilapangan dan laporan anggotanya, sehingga ini tentunya tidak bisa dimaafkan atas perbuatan tersebut.

Sehingga hasil temuan lapangan dan bukti-bukti itu terus dikumpulkan, untuk kemudian nantinya akan diserahkan kepada Polres Lotim guna dilakukan pengusutan terhadap permasalahan tersebut. Dalam rangka untuk memberikan efek jera kepada yang lainnya.

Begitu juga memberikan laporan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, maupuk koordinator aplikator maupun fasilitator agar lebih ketat melakukan pengawasan terhadap proses rehap rekon RTG ini. Dengan tidak memberikan celah atau peluang bagi pihak-pihak yang melakukan permainan dengan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

"Kami menemukan ada yang bermain dibawah tangan masalah RTG ini,dengan berusaha menghambat proses RTG ini, maka ini harus diproses dan usut tuntas," tukasnya.

Pewarta : Saka Aza
Editor:Bayu
Loading...

Kodim 1615 Lotim Gelar Lomba Karya Jurnalistik Tema TMMD



Lombok Timur - Komando Distrik Militer (Kodim) 1615 Lombok Timur akan menggelar lomba karya jurnalistik dengan tema yang diangkat mengenai masalah kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-105 di Kabupaten Lotim.Dengan dipusatkan di Kecamatan Keruak dari tanggal 10 Juli s.d 8 Agustus 2019.

Demikian ditegaskan Dandim 1615 Lotim, Letkol. Inf. Agus Prihanto Donny kepada wartawan di kantornya, Selasa (25/6). " Dalam TMMD ke-105 ini kami akan menggelar lomba karya jurnalistik dengan tema TMMD," tegasnya.

Ia mengatakan semua media cetak, elektronik dan online di Lotim  bisa mengikuti kegiatan tersebut.Dengan mengirimkan hasil karya jurnalistiknya kepada kami sebanyak-banyaknya, untuk kemudian nantinya akan dilakukan seleksi dan penilaian terhadap karya jurnalistik yang paling menarik.

Karena kegiatan lomba ini mulai dari tingkat Kodim,Korem,Pangdam sampai Markas Besar TNI.Dengan berkompetisi bersama dengan semua hasil karya jurnalistik para wartawan media cetak, elektronik dan online se-Indonesia.

"Mudah-mudahan ada diantara karya jurnalistik dari Lotim yang tembus ke tingkat Mabes TNI,sehingga tentunya kami akan berusaha untuk memperjuangkan,"ujarnya.

Lebih lanjut Dandim 1615 Lotim menambahkan khusus untuk tingkat Kodim 1615 Lotim juga kami akan lombakan kegiatan jurnalistik tersebut,dengan tujuan untuk menjadi motivasi dan semangat bagi rekan-rekan wartawan media cetak,elektronik dan online dalam mengambil peran dan bagian dari kegiatan TMMD ke-105 sesuai dengan tupoksi masing-masing.

"Kalau tidak dapat juara di tingkat Korem, Pandam sampai Mabes TNI, paling tidak bisa mendapatkan juara di tingkat Kodim terhadap hasil karya  jurnalistik teman-teman wartawan,karena kami akan menyiapkan hadiahnya," papar Dandim termuda di wilayah Korem 162 Wira Bhakti ini.

Pewarta : Saka Aza
Editor : Bayu
Loading...

Sistem Zonasi : Memutus Status Sekolah Favorit ?



Oleh Dr. Lalu Sirajul Hadi, M. Pd
Pegiat dan Pengamat Pendidikan

KEBIJAKAN Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,tentang sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), cukup mendapatkan atensi dari berbagai pihak. Tentu,ada yang pro dan setuju,  tetapi juga ada yang kontra, dan tidak sedikit pula yang memberikan kritik terhadap sistem itu, karena problem sosialisasi, dan ruwetnya implementasi.

Di sisi lain,  pemerintah, masyarakat dan juga sekolah, dituntut untuk harus memahami dan melaksanakan aturan, sesuai regulasi yang dibuat, karena sistem Zonasi dalam penjelasannya, dianggap memiliki konsep dan tujuan yang baik,paling tidak,berdasarkan versi pemerintah,dalam hal ini Kementerian Pendidikan.

Melalui Permendikbud No. 51 Tahun 2018, tentang sistem zonasi dalam PPDB,  dimaksudkan sebagai upaya, dalam terwujudnya pemerataan pendidikan, serta terakomodirnya penduduk lokal untuk bersekolah pada satuan pendidikan atau sekolah, yang ada di sekitar tempat tinggalnya.

Sistem zonasi, pada praktiknya menjadi pilihan yang sulit, walaupun tujuannya adalah membantu dan mempermudah masyarakat dalam mengakses pendidikan.

Sebagai contoh,  pada beberapa sekolah yang dalam sejarahnya, memiliki brand dan citra positif, serta reputasi sebagai sekolah favorit,  dengan segudang nama dan prestasi, dengan sistem zonasi-tidak lagi leluasa dan bebas, menerima input, dari kalangan calon siswa yang berpotensi dan berprestasi secara akademik. Dalam pengalaman selama ini,  banyak sekolah yang dengan mudah membuat program dan mendapatkan prestasi, karena input siswanya yang terpilih dan terseleksi, dalam jumlah (stok) yang banyak dan bahkan berlebihan (overload).

Kondisi ini dalam sistem zonasi tidak berlaku lagi. Seperti apapun standar kemampuan calon siswa baru, dalam regulasinya, siswa yang berdomisili di area sekitar atau lingkungan sekolah (favorit) itu, harus diakomodir dengan persentase yang sangat besar, yakni 90% dari calon siswa yang berasal dari sekitar lingkungan sekolah. Sisanya adalah 10% dari jalur prestasi atau karena mengikuti kepindahan kependudukan orang tua siswa tersebut.

Bagi sekolah-sekolah yang terlanjur menyandang sekolah favorit, ini dianggap sebuah masalah dan sekaligus juga tantangan. Bagaimanapun,  ini sama halnya dengan sekolah tersebut memiliki input mutu siswa yang limited atau terbatas. Hal ini bisa menjadi soal besar, dalam kasus kontinuitas pembinaan dan bimbingan, khususnya pada sekolah yang memiliki program, dengan orientasi-orientasi dan berburu prestasi. Di pihak lain, sekolah favorit,  pada akhirnya juga akan dapat dinikmati, walaupun oleh anak anak yang memiliki potensi dan kemampuan kurang, atau standar-standar saja. Kesimpulannya, dominasi sekolah favorit akan ternetralisir dan tereliminasi dominasinya, karena tidak lagi memiliki stok input siswa berprestasi yang banyak.

Di sisi masyarakat selaku user atau pemanfaat pendidikan,memilih tempat pendidikan atau sekolah yang mutu dan favorit, bagi putra putrinya adalah sebuah keinginan, cita-cita dan gengsi. Secara umum,  publik sudah memiliki kemampuan yang cerdas, dalam menilai kualitas setiap sekolah. Bagi mereka, tak masalah jauhnya jarak tempuh, dan mahalnya biaya, yang penting bisa sekolah di tempat yang bagus dan favorit, inilah yang banyak terjadi selama ini. Artinya,  pilihan sekolah untuk melanjutkan studi, erat kaitannya dengan "trust and satisfaction" masyarakat.

Bagaimana dengan sekolah swasta? Dalam konteks Ini, objek kajiannya berbeda.Tentu,  walaupun sekolah berstatus swasta,tetapi memiliki basis input yang loyal dan permanen, tidak akan menjadi masalah dan tidak khawatir dengan siswa baru, secara jumlah (kuantitas). Begitu juga sekolah swasta, yang memiliki kelebihan,keunggulan plus,  kekhasan,program yang genuine,menarik, unik,dan layanan pendidikan yang memuaskan user, memuaskan publik. Sekolah sejenis ini di manapun akan diburu masyarakat.Tetapi bagi sekolah swasta, yang hanya memiliki program konvensional, reguler, formalitas,tidak punya nilai jual, maka ini bisa menjadi warning, atau tanda tidak baik,  bagi survival dan eksistensinya.

Zonasi pada hakikatnya hanyalah bagian yang sangat kecil,dari proses menemukan solusi, kompleksitas problem pendidikan dan mutu yang belum merata, di sekitar kita. Kebijakan yang tidak kalah urgen, dan yang tidak boleh luput uga adalah, pentingnya kebijakan tentang proporsi dan pola distribusi.Pertama, pentingnya distribusi dan sebaran guru yang memiliki kualitas dan profesionalitas merata, pada seluruh zona dan wilayah.Faktanya selama ini, guru-guru berkualitas baik, terbatas jumlahnya dan hanya menumpuk, tersentralisasi di satu wilayah saja. Kedua, proporsi ketersediaan infrastruktur sekolah atau lembaga pendidikan. Sekolah favorit selalu diidentikan dengan gelontoran proyek pembangunan fisik,dan pemenuhan sarana prasarana atau "dimanjakan". Sementara sekolah yang tidak memiliki merek dan label favorit, kondisi infrastruktur dan sarananya diabaikan.Ketiga,perlunya change experience bagi kepala sekolah satuan pendidikan, yang telah lama sukses membuat prestasi favorit, perlu diberikan "challenge" atau tantangan, untuk memimpin, mengelola, mengatur dan memprogramkan sekolah di tempat lain, yang sebelumnya tidak mutu atau tidak favorit, supaya bisa menjadi mutu dan favorit. Disinilah, pentingnya kebijakan kebijakan itu dipotret, secara utuh dan komprehensif.

Dalam konteks analisis pendidikan tentang masalah masalah itu,masyarakat tidak sepenuhnya bisa disalahkan.Sebabnya yang mendasar adalah,lambannya pemerintah dalam menerapkan pemerataan mutu pendidikan,sehingga sebaran mutu pendidikan tersentralisasi dan tersumbat pada saluran yang belum berkeadilan.

Wallahu'alam
Loading...

Selasa, 25 Juni 2019

Humas Merupakan Corong dari Sebuah Lembaga atau Instansi

Komang Sri Marheni, S.Ag, M.Si Kepala Kantor Kemenag Kota Denpasar saat memberikan materi di depan 30 peserta Diklat Kehumasan Kementerian Agama Provinsi Bali, NTB dan NTT

Mataram - Pemaparan materi yang disampaikan para narasumber pada Diklat Kehumasan Kementerian Agama Provinsi Bali, NTB dan NTT terus berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat. Tiga puluh peserta Diklat Kehumasan dengan penuh ketekunan dan disiplin yang tinggi mengikuti jalannya kegiatan Diklat.

Dihari kedua kegiatan Diklat Kehumasan adalah giliran Komang Sri Marheni, S.Ag, M.Si Kepala Kantor Kemenag Kota Denpasar untuk membangun Personal Goal Setting (PGS) – Mendukung Reputasi Organisasi” didepan 30 peserta Diklat Kehumasan Kementerian Agama Provinsi Bali, NTB dan NTT yang direncanakan akan berlangsung selama 6 (enam) hari dari tanggal 17 sampai dengan 22 Juni 2019 di Kampus II Balai Diklat Keagamaan Denpasar.

“Untuk membangun citra Organisasi adalah merupakan tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) secara keseluruhan, karena humas adalah merupakan corong dari sebuah Lembaga/Instansi tersebut” papar Komang Sri Marheni dalam penyampaian materinya, “Baik buruknya Organisasi secara keseluruhan,baik dari sisi produk, pelayanan dan administrasinya akan terlindungi dari pelaksanaan fungsi manajemen hubungan antara sebuah organisasi dengan seluruh publik (stakeholder)” tambah Ibu Komang.

Membangun Personal Goal Setting (PGS) menurut Komang Sri Marheni selain untuk memahami tujuan Instansi, juga harus berpedoman kepada aturan yang mendasari, membuat target, rencana kerja, pahami kendala, selanjutnya melakukan kerja, melakukan perubahan, menciptakan inovasi, dan yang terakhir adalah menyajikan hasil kerja dan evaluasi.

“Ada 2 (dua) peran ganda Humas Pemerintah, (1) Fungsi keluar dan (2) Fungsi Kedalam” lanjut disampaikan Komang Sri Marheni, dan yang dimaksudkan Fungsi Keluar adalah berupaya untuk memberikan informasi atau pesan sesuai dengan kebijaksanaan tujuan dari lembaga yang bersangkutan terhadap kepentingan masyarakat, sedangkan Fungsi ke dalam adalah pihak humas wajib menyerap aspirasi masyarakat yang diselaraskan dengan kepentingan , intonasi dan terpercayanya tujuan bersama.(*)

Editor : Bayu
Loading...

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.