Header Ads

  • Breaking News

    APBD Tersendat, Perekonomian Melemah

    APBD Tersendat, Perekonomian Melemah
    LOMBOK UTARA, SEPUTAR NTB - Kabupaten lombok utara (KLU) saat ini mengalami keterlambatan dalam perekonomian, hal ini terjadi lantaran faktor rendahnya belanja di gumi tioq tata tunaq yang dipicu oleh salah satunya faktor realisasi APBD di KLU yang masih minim.

    ‘’Rendahnya realisasi belanja APBD sangat berdampak pada perekonomian masyarakat,” ungkap ketua Kamar dagang dan industri (KADIN) KLU Ir. Putu sudiarsa kepada wartawan kemarin.

    Menurutnya perekonomian masyarakat sangat tergantung pada anggaran yang dikelola oleh negara, mana kala jika terjadi ketersendatan dalam realisasi anggaran pendapatan belanja daerah maka tentu perekonomian masyarakat juga akan terganggu. Hal ini diyakini Putu karena melihat dari situasi dan kondisi lapangan yang secara logis disetiap kegiatan jual beli barang terdapat income datang dari belanja kedinasan.

    Dimana kegiatan belanja pemerintah sangat membutuhkan uang yang cukup besar seperti dalam pembelian alat kantor dan material lainnya namun lancarnya belanja pemerintah tegantung dari pengelolaan APBD, jika dikelola dengan baik maka belanja pun akan berjalan dengan baik.

    ‘’Jika kondisi ini terus terjadi maka akan berdampak buruk bagi ekonomi masyarakat dan memicu naiknua angka kemiskinan, namun jika terjadi dalam waktu singkat itu artinya masih aman dan masih ada kesempatan untuk memperbaiki keterpurukan tersebut oleh pemerintah,”jelas pria yang juga sebagai ketua gapeksindo KLU ini.

    Seperti dikabarkan sebelumnya, kondisi yang terjadi saat ini di KLU telah diketahui bahwa belanja barang dan jasa yang dikelola SKPD secara keseluruhan masih dikatakan kurang, bahkan KLU berada diposisi terburuk se-NTB untuk belanja barang dan jasa. Memasuki bulan september realisasi belanja barang dan jasa hanya mencapai 32 persen, berbeda dengan rata-rata provinsi yang kini mencapai 50 persen sehingga terjadi deviasi 18 persen yang menimpa KLU.(Dy)

    1 komentar

    Iindonesiapure2016@gogle.com mengatakan...

    Salam kenal bagi yg belum kenal, salam kangen bagi yg sudah kenal.
    Kami memperhatikan tersendatnya realisasi belanja APBD, bisa jadi mempengaruhi Bisnis Contraktor beserta sektor turutannya.
    Tapi kalau menyangkut pengembangan Ekonomi Daerah Lombok Utara, bisa jadi kita mesti semua sebaiknya mewaspadai beberapa faktor penyebab maju mundurnya, yg ini tugas kita semua untuk melakukan "diagnosa".
    dan bila diutaikan di forum ini, rasanya tidal cukup ruang dll.
    Jadi perlu media yg lebih pas, mungkin semacam seminar, yg mengundang beberapa pakar dan Praktisi.
    Yg jelad Pelaku UKM Lombok Utara sedang berjuang mati-matian untuk bisa bertahan.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad