Header Ads

  • Breaking News

    F-PKS Apresiasi Kerja Gubernur NTB

    F-PKS Apresiasi Kerja Gubernur NTB
    MATARAM, SEPUTAR NTB - Pandangan Umum Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi NTB, terhadap Raperda Perubahan APBD NTB tahun anggaran 2016, telah disampaikan langsung oleh disampaikan oleh ketuanya, Johan Rosihan ST.

    Fraksi PKS mengapresiasi kerja Gubernur NTB, karena selama lima tahun berturut-turut, NTB menjadi juara satu MDGs (Millenium Development Goals).  Keberhasilan ini adalah wujud apresiasi atas prestasi pemerintah NTB dalam merealisasikan 8 sasaran MDGs utamanya pada pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan perbaikan derajat kesehatan masyarakat. 

    Atas prestasi tersebut, Gubernur NTB diundang pada acara Side Event at the 71st United Nations General Assembly yang akan berlangsung di Gedung PBB New York Amerika Serikat, tanggal 21 hingga 22 September. ‘’Semoga apresasi dari lembaga internasional tersebut, bisa terus memotivasi seluruh jajaran aparat pemerintahan di NTB untuk bekerja dan terus bekerja, hingga kemiskinan di NTB terkikis, kesehatan masyarakat makin membaik dan pendidikan kita juga makin berkualitas,’’ kata Johan.

    Fraksi PKS juga memberikan apresiasi kepada kontingen PON ke 19 yang sedang berlaga di Jawa Barat. Ia berharap target 15 medali emas bisa diraih oleh kontingen NTB. ‘’Fraksi PKS mendukung sepenuhnya upaya pemerintah dalam membangun olah raga di daerah, dengan memperkuat alokasi belanja untuk pembinaan dan pengembangan berbagai bakat dan talenta olah raga di daerah,’’ katanya.

    Terkait dengan agenda utama, Johan menjelaskan, setelah melakukan kajian-kajian, pendalaman dan penelusuran atas Rancangan Peraturan Daerah Provinsi NTB tentang Perubahan APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2016, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera berkesimpulan bahwa target  total pendapatan daerah pada perubahan APBD 2016 dibandingkan dengan usulan APBD Murni 2016, naik sebesar 5,41% atau senilai Rp. 193.346.629.490,00. ‘’Jika dibandingkan dengan target APBD 2015, maka total target pendapatan daerah kita meningkat 6,02 persen atau senilai Rp. 214.130.103.270,00.  Atas hal tersebut, fraksi PKS mengapresiasi peningkatan target pendapatan daerah yang melebihi target pertumbuhan ekonomi NTB yang dicanangkan dalam RPJMD yaitu 5,85 – 6 persen,’’ ujarnya.

    Kemudian, tentang rasio pendapatan asli daerah (PAD) terhadap total pendapatan daerah sebesar 37,64%. Rasio tersebut turun jika dibandingkan dengan rasio PAD pada tahun anggaran 2015 sebesar 39,95%. ‘’Hal ini menjadi penanda pelemahan celah fiskal daerah yang patut untuk diwaspadai oleh pemerintah daerah pada masa-masa mendatang. Atas fenomena pelemahan fiskal daerah tersebut,  apa langkah antisipasi yang akan dipersiapkan oleh pemerintah daerah? Mohon penjelasan,’’ pinta Johan.

    Selanjutnya, dibandingkan dengan usulan pada APBD Murni 2016, maka total target  PAD Provinsi NTB direncanakan tumbuh 2,49%. Namun jika dibandingkan dengan target pada APBD 2015, maka usulan PAD melemah sebesar -0,11%. Padahal jika memperhatikan trend realisasi capaian PAD pada tahun anggaran 2015 cukup besar yaitu 96,63%. ‘’Dengan menurunnya asumsi target PAD dibandingkan dengan usulan pada tahun anggaran sebelumnya, hemat kami, pemerintah daerah tidak menjadikan momentum pertumbuhan ekonomi daerah, juga momentum pertumbuhan pendapatan daerah sebagai kesempatan untuk menggenjot capaian pendapatan asli daerah,’’ ujarnya.


    Fraksi PKS sendiri meminta Gubernur untuk secara kritis mengevaluasi capaian kinerja SKPD atau badan usaha yang ditargetkan memberikan kontribusi atas capaian PAD. Usulan penurunan target PAD patut untuk menjadi warning atas keengganan birokrasi memacu kinerjanya. (Hd)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad