Header Ads

  • Breaking News

    Guru Paud Diharapkan Bentuk Karakter Anak

    Guru Paud Diharapkan Bentuk Karakter Anak
    MATARAM, SEPUTAR NTB - Guru PAUD menjadi salah satu faktor pendorong yang sangat penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. “Tanggung jawab guru PAUD tidak hanya sekedar mengajar tetapi perlu juga membentuk karakter anak sejak dini,” pesan Bunda PAUD Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi saat hadir dalam acara Pembukaan Pelatihan Guru PAUD di UPTD Balai Latihan Transmigrasi Provinsi NTB, Senin (26/9/2016).

    Pelatihan yang akan diselenggarakan selama lima hari dari tanggal 26-30 September 2016 ini, merupakan kerja sama antara Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE). Pada kesempatan itu, hadir Ketua Dharma Wanita Kemendesa, PDT, dan Transmigrasi Istiqomah Anwar Sanusi, Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi (Balilatfo) Kemendesa, PDT, dan Transmigrasi Jajang Abdullah, S.Pd, M.Si, Asisten Administrasi Umum & Kesra Drs. Bachruddin, M.Pd, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov.NTB Drs. H. Wildan.

    Dalam sambutannya Hj. Erica Zainul Majdi juga mengharapkan agar tiap-tiap PAUD di NTB memiliki kebun sehat. “Kalau bisa setiap lahan sekolah ditanami tanaman yang memiliki nilai gizi tinggi, seperti bayam merah dan daun kelor. Dengan gizi yang cukup, maka akan memaksimalkan anak dalam menerima pelajaran,” ujarnya.

    Mengakhiri sambutannya, Hj. Erica Zainul Majdi kembali berpesan kepada Guru Paud agar memahami tentang gizi kepada anak, mengajarkan tentang media literasi dan membentuk karakter anak sejak usia dini. “Kebanyakan persoalan yang terjadi saat ini berasal dari karakter. Oleh karena itu, metode pembelajaran harus bisa membentuk karakter yang baik pada anak. Sesuai dengan yang disampaikan oleh Presiden RI Pertama Soekarno bahwa untuk membangun negeri ini diperlukan pembentukan karakter yang baik kepada generasi muda terutama anak-anak,” pungkasnya.

    Ketua Dharma Wanita Kemendesa, PDT, dan Transmigrasi Istiqomah Anwar Sanusi, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa penting untuk membentuk karakter anak pada usia 1-5 tahun (Golden Age), karena pada usia tersebut adalah usia pembentukan kepribadian anak yang akan berdampak pada karakter mereka di masa yang akan datang. “Saya menitipkan anak yang merupakan harapan bangsa kepada Guru Paud. Seperti diketahui untuk mencapai revolusi mental harus dimulai dari bibit yang paling muda, yaitu pada usia 1-5 tahun,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov.NTB Drs. H. Wildan selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa tujuan “Pelatihan guru PAUD adalah untuk membekali peserta (Guru Paud) agar memiliki kemampuan mengajar yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak usia dini,” jelasnya. Pelatihan Guru PAUD Tahun 2016 diikuti oleh 30 peserta dari 15 PAUD yang terdiri dari Kabupaten Dompu 7 PAUD sebanyak 14 orang, Kabupaten Bima 7 PAUD sebanyak 14 orang, dan Kabupaten Sumbawa Barat UPT Transmigrasi Tongo 1 PAUD sebanyak 2 orang. Materi Pelatihan Guru PAUD diberikan oleh Indonesia Heritage Foundation.

    Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi (Balilatfo) Kemendesa, PDT, dan Transmigrasi Jajang Abdullah, S.Pd, M.Si menambahkan bahwa tujuan kerja sama ini adalah untuk mewujudkan guru PAUD yang berkualitas demi mencapai Nawa Cita ke-3, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

    Pelatihan Guru PAUD Tahun 2016 diselenggarakan di 6 Balai Latihan Masyarakat, antara lain: Banjarmasin, Denpasar, Makassar, Jakarta dan Jogjakarta. Balai Latihan Masyarakat Denpasar memilih Mataram sebagai Pelatihan Guru Paud yang ke-4. “Saya berpesan kepada guru PAUD untuk terus mendidik dan membentuk kepribadian anak usia dini demi terwujudnya generasi muda yang lebih baik di masa mendatang,” ujarnya.(By/hms)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad