Header Ads

  • Breaking News

    KONI NTB Siapkan Strategi Atasi Jarak Antar Venue PON XIX Yang Berjauhan

    KONI NTB Siapkan Strategi Atasi Jarak Antar Venue PON XIX Yang Berjauhan
    MATARAM, SEPUTAR NTB - PON XIX 2016 akan menggunakan 68 venue untuk menggelar pertandingan 44 cabang olahraga. Ke- 68 venue itu tersebar di 15 Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat. Dimanakah nantinya kontingen NTB yang berjumlah 111 atlet dan akan mengikuti 23 cabang olahraga?. Bisa ditebak, lokasi antara satu venue dengan venue lainnya jaraknya saling berjauhan.

    PON XIX Jawa Barat ini memang dipusatkan di Kota Bandung. Untuk acara pembukaan sudah ditetapkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Namun, untuk pertandingan tidak semua cabang olahraga digelar di seputaran ibukota Provinsi Jawa Barat itu.

    Sebut misalnya, atletik. Cabang olahraga andalan NTB meraup banyak medali ini justru dipusatkan di Stadion Pakansari di Kabupaten Bogor. Di tengah-tengah Kota Bandung Raya, beberapa cabor NTB  akan berlaga di pusat kota. Mulai dari cabor voli pantai yang akan bertanding di Sport Jabar Arcamanik.

    Juga taekwondo, karate dan sepak takraw di kompleks olahraga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kemudian judo di kompleks olahraga Saparua, tenis lapangan di lapangan tenis Siliwangi dan Taman Maluku Tenis. Lalu, cabor karate dan kempo di Sasana Budaya Ganesha. Tarung Drajat di GOR Padjajaran dan dansa sport di hotel Haris.

    Sementara di luar Kota Bandung Raya, beberapa cabor NTB akan terpisah-pisah. Seperti panjat tebing yang berlaga di Cikole, Lembang. Dua cabor di Kabupaten Sumedang, yakni pencak silat yang mengambil venue di Graha Laga Satria Kampus ITB Jatinangor dan golf di Bandung Giri Gahana Golf.

    Cabor lainnya, menembak di lapangan tembak Cisangkan, Kota Cimahi. Cabor tinju di GSG Tinju Pelabuhan Ratu di Kabupaten Sukabumi. Bulutangkis di GOR Bima Bulutangkis, Kota Cirebon. Balap sepeda BMX di Sirkuit Taman Hutan Kota Cigembor, Kabupaten Ciamis dan balap motor di Sirkuit Bukit Pesar, Kota Tasikmalaya.

    Menghadapi persoalan jarak antara satu venue dengan venue lain di PON XIX itu, Ketua Umum KONI NTB H Andy Hadianto, mengaku sudah memikirkannya. Sebagai komandan kontingen NTB, Andy memang diharuskan, sebisa mungkin menghadiri setiap venue tempat para atletnya bertanding. ‘’Saya rasa soal jarak antara satu venue yang berjauhan, bukan alas an untuk tidak hadir di lapangan pertandingan. Kami sudah mengatur strategi mengatasi persoalan ini,’’ ujar Andy.

    Andy menjanjikan tetap akan hadir di lapangan tempat para atletnya bertanding. Kalaupun nantinya muncul kendala, Andy sudah membentuk tim yang akan bertugas mengawal pertandingan setiap cabor. ‘’Tekhnisnya kita sudah atur,’’ katanya.

    Panitia PON XIX Jawa Barat sebetulnya tidak ingin pertandingan setiap cabor terpisah-pisah dengan jarak berjauhan. Namun, ketatnya peraturan PB PON soal persyaratan sarana dan prasarana pertandingan membuat panitia tidak bisa menggelar keseluruhan pertandingan PON XIX di ibukota Provinsi Jawa Barat. Karena tidak seluruh venue berstandar nasional yang dimiliki Jawa Barat berada di Kota Bandung Raya.

    Antisipasi keluhan dari para kontingen soal jauhnya lokasi antar venue, panitia pun mencoba mengatur waktu tempuh perjalanan atlet dari tempat menginap menuju lokasi pertandingan. Untuk seluruh cabor, panitia sudah menyiapkan hotel terdekat dengan lokasi venue. Untuk hotel, panitia sudah menyiapkan hotel bintang tiga dengan jarak tempuh antara 15 menit hingga satu jam menuju tempat pertandingan. (Pur)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad