Header Ads

  • Breaking News

    Menanti Kejutan Iswandi ‘’Manusia Tercepat Indonesia’’

    Menanti Kejutan Iswandi ‘’Manusia Tercepat Indonesia’’
    SUMBAWA BARAT, SEPUTAR NTB - NTB  wajib berbangga diri pernah memiliki putra daerah yang dilabeli si ‘’manusia tercepat Indonesia’’.

    Label itu disematkan kepada Iswandi, sprinter kelahiran Taliwang Sumbawa Barat. Hingga saat ini, label ‘’hero’’ di lintasan atletik nasional itu masih melekat pada diri pemuda berusia 25 tahun ini.

    Kisah berawal dari keikutsertaan Iswandi pada PON XVIII tahun 2012, di Pekanbaru, Riau. Saat itu, di lintasan atletik nomor 100m, catatan waktu Iswandi adalah 10.41 detik. Waktu yang dicatat Iswandi tidak saja membuatnya menjadi yang tercepat, tetapi juga sosok fenomenal pada PON 2012. Karena itu adalah kali pertama Iswandi berlaga di event sekelas PON. Sekalinya, ia melejit bak roket mengalahkan para seniornya.

    Memang, catatan 10.41 detik itu belum berhasil memecahkan rekor 10.17 detik yang dicatat mantan pelari nasional Suryo Agung Wibowo di SEA Games Laos tahun 2009. Tapi tetap saja media-media nasional yang meliput PON XVIII menobatkan Iswandi sebagai manusia tercepat Indonesia.

    Dalam perjalanan karirnya di lintasan atletik, usai PON XVIII Iswandi dengan sendirinya dipanggil masuk pelatnas. Pada banyak multi event dan single event tingkat ASEAN dan ASIA, Iswandi seringkali membela Merah Putih.

    Prestasi pemuda kelahiran Taliwang, 1 Januari 1991 ini, sempat pasang surut. Ini karena ia tidak saja fokus pada nomor lari 100m, namun juga berlaga di nomor lari 200m, nomor lari 4X100m dan estafet 4X100m. Ada saat catatan waktunya menurun di nomor 100m, namun sukses besar di nomor yang lain.

    Sebut misalnya, bagaimana putra pasangan Abdul Hamid dan Nuryatini ini pernah berhasil memecahkan rekor nasional nomor estafet 4X100m. Prestasi itu dibuat di PON Riau. Ketika itu, Iswandi memimpin di 100 meter terakhir final nomor estafet 4X100m, di Stadion Atletik Kompleks Olahraga Rumbai, Riau. Tim atletik putra NTB menjuarai nomor ini sekaligus memecahkan rekor PON dengan catatan waktu 40,17 detik atau atau 0,20 detik lebih cepat dari rekor sebelumnya yang dicatat Jawa Timur pada PON XV Jawa Timur tahun 2000.

    Setelah apa yang dilakukannya pada PON XVIII, mampukah Iswandi mengulangi prestasi itu pada PON XIX mendatang? Tentu saja ada satu hal yang tidak diinginkan masyarakat NTB, yaitu prestasi Iswandi tidak melempem di Jawa Barat.

    Iswandi sendiri cukup tegas mengatakan ingin meraih medali emas PON XIX. ‘’Saya harus meraih emas untuk NTB. Tidak ada yang lebih penting dari itu, emas PON XIX,’’ tandasnya.

    Segudang prestasi Iswandi dari lintasan atletik, membuat dia dihujani bonus dari berbagai pihak. Pernah mendapat bonus dari Yayasan Damandiri Jakarta atas prestasinya sebagai atlet pemecah rekor untuk nomor estafet 4X100m. Iswandi tidak sendiri mnerima bonus dari Yayasan ini. Ada 15 atlet lainnya, termasuk rekannya sesama atlet NTB, M Fadlin, juga diberi bonus yang diserahkan langsung mantan Ketum PASI, Bob Hasan.

    Tidak banyak yang tahu, jika dahulunya Iswandi kecil sering bertaruh adu lari dengan teman-temannya. Saking seringnya, ia jadi dikenal sebagai jawara adu lari. Ketika berusia 16 tahun, ia menjuarai lomba lari taruhan di kampung Sumbawa Barat. Dari sana, sudah terlihat kemampuan dasar sang atlet.

    Akan tetapi, bukan langsung memfokuskan diri untuk menjadi atlet lari, justru Iswandi memutuskan untuk masuk klub sepak bola. Saat itu, ia memang lebih memilih menjadi pemain sepak bola dan memiliki cita-cita jadi pemain besar. Lantas, Iswandi masuk klub divisi tiga Persatuan Sepak Bola Sumbawa Barat. "Saat itu, posisi saya libero. Klub saya pernah tampil di Piala Suratin," katanya kepada salah satu media nasional, Tempo.

    Tahun 2009 menjadi masa tak terlupakan bagi Iswandi. Pada saat itu, Iswandi memutuskan keluar dari klub sepak bola dan beralih ke dunia atletik. "Saya tak bisa menjelaskan alasannya, pokoknya tiba-tiba ada motivasi dalam diri saya untuk mulai berlari," tutur dia.

    Ternyata, keputusan Iswandi banting setir ke atletik melambungkan kariernya. Belum setahun setelah ia memutuskan menjadi atlet lari, ia sudah mendapatkan medali emas nomor lari 100 meter putra di Pekan Olahraga Daerah Provinsi NTB. Medali emas tersebut jadi prestasi pertamanya setelah ia resmi menjadi pelari. Tiga tahun kemudian, Iswandi beraksi di nomor lari 100 meter putra PON Riau, yang merupakan PON pertamanya.  (Pur)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad