Header Ads

  • Breaking News

    Realisasi Anggaran KLU Terpuruk se-NTB

    Realisasi Anggaran KLU Terpuruk se-NTB
    LOMBOK UTARA, SEPUTAR NTB - Prestasi kinerja SKPD di lingkup kabupaten Lombok utara kini disorot bagaimana tidak realisasi anggaran di KLU masih belum memuaskan, bahkan parahnya reaslisasi anggaran di KLU terendah se kabupaten/kota di NTB.

    KLU hingga saat ini Menyelesaikan kegiatan pengadaan barang dan jasa hanya mencapai 32 persen, sementara rata-rata provinsi 50 persen, sehingga diasumsikan ada keterlambatan pelaksanaaan deviasi 18 persen..

    ‘’Kita hanya mengingatkan dan memberikan solusi terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mempercepat penggunaan anggaran,”ungkap kepala biro administrasi pembangunan dan layananan pengadaan pemprov NTB, I Gusti bagus Sugiharta dalam rakor pembangunan di KLU.

    Semestinya, jika memasuki bulan ini realisasi sudah harus mencapai 50 persen, oleh karena itu maka sangat perlu di tekankan agar bisa dieksekusi anggarannya dengan cepat. Karena dari target skala Provinsi maupun Nasional KLU saat ini dibawah rata-rata.

    Kendati demikian, tidak ada sanksi maupun penalti jika Pemda KLU tidak mampu merealisasikan target hingga akhir tahun nanti. Dan rekanan yang tidak bisa melaksanakan kegiatan hingga batas waktu akhir tahun masih mendapat ampunan.

    "Diberikan kesempatan kepada rekanan  dalam aturan pelaksanaan pengerjaan kegiatan bisa dikerjakan melewati tahun anggaran. Misalnya kontrak akhir desember belum selesai, itu ada penambahan waktu maksimum 50 hari kedepan," tegasnya.

    "Kalau tidak bisa selesai juga, maka diputuskan punishment artinya ada wanprestasi dan jaminan pelaksanaan disita untuk daerah," tambahnya.

    Sementara itu, Bupati KLU, Najmul Akhyar mengatakan optimis bisa mengejar segala ketertinggalan yang terjadi, menurutnya keadaan ini sudah biasa terjadi. Rendahnya realisasi karena faktor pengerjaan fisik yang belum diperhitungkan sepenuhnya saat ini, dimana saat ini beberapa proyek fisik sedang mulai berjalan dan belum diakumulasikan dengan baik.

    "Nanti akan melonjak kalau sudah jalan, tentu di akumulasikan berapa belanja barang dan jasa. Kemarin saya panggil mereka (Kepala Dinas) katanya Insyallah akan naik hingga 70-80 persen," tandasnya. (Dy)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad