Header Ads

  • Breaking News

    Disbudpar Lotim Klaim Tanggungjawab Kontraktor

    Disbudpar Lotim Klaim Tanggungjawab Kontraktor
    LOMBOK TIMUR, SEPUTAR NTB - Beberapa pekerja di taman wisata Pusuk, Kecamatan Sembalun - Lombok Timur melakukan aksi penyegelan yang kedua kalinya terhadap pintu masuk kawasan wisata pusuk. Hal ini dilakukan karena pihak kontraktor yang mengerjakan proyek itu belum memberikan upah kepada para pekerja. Meski telah berupaya untuk menyelesaikan secara kekeluargaan untuk segera melunasi utangnya.

    Sementara pada sisi lainnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Lombok Timur justru tidak ada sangkut pautnya dengan masalah upah pekerja tersebut. Melainkan yang bertanggungjawab adalah pihak ketiga atau kontraktor yang mengerjakan proyek itu. Kepala Disbudpar Lotim, H.Hariyadi Djuwaini saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus penyegelan kawasan wisata pusuk oleh pekerja yang belum berikan gajinya oleh kontraktor tersebut. Termasuk juga pengusaha yang sudah memasukkan materialnya untuk proyek itu, tapi belum di bayar kontraktor.

    "Memang kami dapat infonya mengenai penyegelan kawasan wisata pusuk Sembalun oleh pekerja yang menuntut gajinya belum diberikan dan pembayaran material," kata Hariyadi Djuwaini seraya menegaskan kembali kalau Dinas Budpar tidak ada sangkut pautnya dengan masalah itu, karena itu sudah menjadi tanggungjawab kontraktor.

    Mantan Asisten I Setda Kabupaten Lotim ini menjelaskan kalau ada yang mengatakan pembayarannya itu belum diberikan oleh Budpar itu tidak benar, karena semua uang mengenai masalah dana proyek wisata Pusuk sudah diambil oleh kontraktor yang memenangkan tander tersebut. Sehingga dari pihaknya sudah tidak ada tanggung - jawab kalau masalah upah - mengupah, gaji - menggaji para pekerja maupun pembayaran material yang belum. Namun begitu pihaknya sudah memfasilitasi antara pekerja maupun pengusaha material yang belum dibayarkan dengan pihak perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut.

    "Sudah saya minta akan kontraktor itu segera membayar para pekerjanya agar permasalahan tidak memanjang," tandas Kepala Dinas Budpar Lotim seraya meminta kepada para pekerja maupun pengusaha material hendaknya menyelesaikan dengan baik bersama kontraktor tanpa harus melakukan penyegelan. (Rzl)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad