Header Ads

  • Breaking News

    DPRD Anggap Dinas PU NTB “LEBAI”

    DPRD Anggap Dinas PU NTB “LEBAI”
    MATARAM, SEPUTAR NTB - Komisi IV DPRD Nusa Tenggara Barat menyoroti anggaran sebesar Rp. 40 miliar lebih di Dinas Pekerjaan Umum NTB yang tidak terpakai dari total pagu lelang proyek fisik yang di alokasikan dalam APBD 2016.

    "Ini yang kita heran. Kok jumlah dana sisa itu sampai Rp. 40 miliar. Padahal, paket pengerjaan untuk masyarakat masih banyak yang belum tersentuh," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB H Suharto.

    Menurut politisi dari Partai Hanura ini, besarnya sisa anggaran di Dinas PU NTB tersebut, karena pihaknya menduga SKPD teknis di Pemerintah Provinsi itu tidak cermat dalam menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB).

    Karena, dari total 114 paket lelang di Dinas PU NTB yang selesai di lelang hanya 113 paket atau setara Rp. 454,147 miliar lebih (96,13%), dengan nilai kontrak mencapai Rp. 413,483 miliar lebih, sehingga terdapat tersisa Rp. 40,664 miliar lebih.

    "Kalau yang tersisa itu Rp10 miliar masih kita pahami dan wajar. Tetapi ini Rp. 40 miliar lebih," ucapnya.

    Di dalam pagu anggaran yang diusulkan Dinas PU NTB di APBD 2016 jumlahnya mencapai Rp. 640,272 miliar lebih. Sementara dana yang belum terserap mencapai Rp. 254,984 miliar lebih. Sehingga secara persentase, pihaknya menilai pengerjaan yang dilakukan Dinas PU NTB hanya mencapai 39 persen.

    "Anehnya. Tau dana itu tidak terpakai, tetapi dianggap sebagai sebuah keberhasilan karena di anggap mampu melakukan efisiensi anggaran. Kalaupun itu dianggap langkah efisiensi, mestinya tidak sampai sebesar itu seharusnya," ujarnya.

    Karena itu, dirinya sangat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi. Sebab, dana sekian puluhan miliar untuk membiayai kebutuhan pembangunan masyarakat akhirnya tidak bisa digunakan. Akibat kesalahan perencanaan yang dilakukan Dinas PU NTB.

    "Makanya mereka (Dinas PU, red) ini terlalu "lebai" menyusun anggaran. Tetapi kita harap dengan waktu yang tersisa sampai dengan Desember mendatang, semua pengerjaan harus bisa di kebut sehingga bisa selesai. Tetapi, harus tetap hati-hati," katanya. (By)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad