Header Ads

  • Breaking News

    PMII Lotim Nilai Kejari Selong Masuk Angin Tangani Kasus SDN 7 Terara

    PMII Lotim Nilai Kejari Selong Masuk Angin Tangani Kasus SDN 7 Terara
    LOMBOK TIMUR, SEPUTAR NTB - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lotim menilai kalau pihak Kejaksaan Negeri Selong masuk angin. Dalam penanganan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Sekolah Dasar Negeri Selong (SDN) 7 Terara yang dianggap berjalan di tempat dan tidak ada perkembangan.

    Penegasan itu disampaikan puluhan massa PMII Lotim dalam aksi yang dilakukan di depan kantor Kejari Selong, Jumat (28/10/2016). Dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda yang jatuh pada setiap tanggal 28 Oktober 2016.

    "Kami menilai pihak kejari Selong dinilai masuk angin dalam menangani kasus SDN 7 Terara," kata Khaerul Tamrin dalam orasinya di depan kantor Kejaksaan Selong.

    Para massa menilai kalau pihak kejaksaan tidak konsekuen dalam memberikan pernyataan. Karena sebelumnya akan menetapkan tersangka sebelum lebaran Idul Fitri ataupun sesudahnya sebagaimana yang ditulis di sejumlah media massa.

    Namun dalam kenyataan di lapangan justru yang terjadi sampai dengan saat ini belum ada satupun tersangka dalam kasus tersebut. Sehingga inilah tentunya kami patut pertanyakan ada apa dengan kejaksaan.

    Maka sudah sepantasnya kami minta kepada kejaksaan untuk melakukan klarifikasi masalah kelanjutan penanganan SDN 7 Terara tersebut. Karena kami melihat ada indikasi yang tidak jelas dalam kasus itu sampai belum ada penetapan tersangka.

    "Jangan membuat statemen kalau toh tidak sesuai dengan apa yang diucapkan, karena publik menuntut pernyataan itu," tegas para orator aksi dalam orasinya seraya meminta kepada pihak kejaksaan agar segera menetapkan tersangka dengan jangan bertele-tele dalam menangani kasus.

    Selain itu para mahasiswa juga meminta kepada pihak kejaksaan untuk menerima kedatangan massa PMII, dengan memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya mengenai kasus SDN 7 Terara.

    Kemudian Kepala Kejaksaan Negeri Selong, Tri Cipto Hananta, Kasi Pidsus,Iwan Gustiawan dan Kasi Intel,Jeffry Lakopesy menerima para massa aksi di depan pintu masuk kantor Kejaksaan.

    Dalam penjelasannya Kajari menegaskan pihaknya tidak pernah ada istilah masuk angin atau memain-mainkan penanganan kasus. Apalagi kasus SDN 7 Terara tetap dalam berproses, karena pihaknya masih melakukan tahap penyidikan dengan menemukan dua alat bukti yang cukup untuk bisa menetapkan sebagai tersangka.

    "Tidak ada istilah masuk angin untuk menangani kasus, melainkan kami profesional tanpa adanya kepentingan apapun didalamnya," terang Tri Cipto seraya menegaskan kembali pihaknya sangat berhati-hati sekali dalam menetapkan orang menjadi tersangka.

    Tri Cipto menambahkan pihaknya meminta kepada mahasiswa dan masyarakat untuk tetap mengawasi apa yang kami kerjakan. Apalagi Kejaksaan, juga mendapatkan pengawasan dari atasan sehingga tidak berani untuk bermain-main dalam menangani kasus.

    Sementara mengenai kasus ini dilanjutkan ataukah tidak maka tentunya tergantung dari proses hukum  yang diperoleh. Kalau lengkap bukti tentu akan dilanjutkan,akan tapi kalau tidak buat apa dilanjutkan.

    "Yang jelas kalau sudah cukup bukti maka kami akan tetapkan tersangka, tanpa harus menunggu lama lagi," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Selong ini seraya menegaskan kembali untuk menentukan orang bersalah ataukah tidak ada di pengadilan. (Rzl)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad