Header Ads

  • Breaking News

    Wagub: Pemuda Garda Terdepan Melawan Narkoba

    Wagub: Pemuda Garda Terdepan Melawan Narkoba
    LOMBOK TENGAH, SEPUTAR NTB - Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., M.Si berharap pemuda menjadi garda terdepan dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, mengingat peredaran narkoba tersebut sudah merambah ke berbagai lapisan masyarakat. Sekitar 50 orang mati sia-sia setiap harinya akibat narkoba. 

    Hal itu disampaikan Wagub NTB saat Pengukuhan Barisan Anti Narkoba dan Pelatihan Kader Lanjutan, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor, di Pondok Pesantren Al-Mansyuriah Ta'limussibyan NU, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Kamis (27/10/2016).

    Kegiatan yang digelar Gerakan Pemuda Ansor Wilayah Provinsi NTB tersebut dihadiri Kepala BNN Provinsi NTB, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan anggota TNI/Polri. Hadir juga seluruh pengurus daerah GP Ansor dari seluruh kota/kabupaten di NTB. 

    Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional beberapa hari lalu, sebagai salah satu komitmen pemuda Ansor dalam menjaga dan merawat kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dari ancaman bahaya Narkoba.

    Wagub NTB menyampaikan apapun status sosial yang disandang seseorang, apakah pejabat, kaya atau miskin tidak menjamin terbebas dari bahaya Narkoba. Penyalahgunaan Narkoba menurut Wagub telah merambah ke berbagai kalangan di masyarakat. Sehingga hal tersebut harus mampu diantisipasi oleh berbagai kalangan, terutama pemuda. 

    “Narkoba merusak generasi muda. Saya berharap teman-teman pemuda Ansor ini bekerjasama dan berkoordinasi dengan BNN untuk melawan penyalahgunaan narkoba,” tutur Wagub.

    Sementara itu, Ketua PW GP Ansor NTB, H. Zamroni, S.Hi., M.H menyampaikan pembentukan pengurus Barisan Anti Narkoba tersebut merupakan salah satu langkah untuk menjaga generasi bangsa dari bahaya Narkoba. Menurutnya, peran pemuda harus menjadi bagian tak terpisahkan dengan masa depan bangsa, seperti halnya yang telah dilakukan oleh pemuda-pemuda Ansor meraih kemerdekaan bangsa masa silam.

    “Pondok pesantren, santri merupakan bagian yang tak terpisahkan. Sehingga, dimana-mana kami sampaikan, kalau mau aman, kalau mau tenteram, kalau mau damai, harus mendekati santri, apalagi untuk melawan bahaya narkoba ini,” tuturnya penuh semangat. 

    Karena itu, dia berharap Narkoba ini menjadi musuh bersama semua pihak, agar penyebaran barang haram tersebut tidak merambah ke masayarakat, apalagi di kalangan santri.

    “Kita tidak tahu, hari ini mungkin orang lain yang jadi korban. Mungkin besok anak-anak kita yang jadi korban,” pungkasnya. (Amr)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad