Header Ads

  • Breaking News

    Kamarudin SH : Minta Gubernur dan Polda Tutup Batu Guring

    Kamarudin SH  : Minta Gubernur dan Polda Tutup Batu Guring
    SUMBAWA BARAT, SEPUTAR NTB - Kawasan perbatasan antara Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat tepatnya di kawasan jalan negara batu Guring Desa Poto Tano dan Labuhan Mapin kini kembali ramai.

    Pasalnya keberadaan Cafe - Cafe di sepanjang jalan lintas perbatasan tersebut kerap memicu timbulnya aksi kriminal bahkan memicu konflik sosial dua wilayah. Status quo perbatasan antara kedua daerah serumpun ini, ikut menyulitkan penyelesaian atau penanganan izin serta penegakkan hukum terhadap cafe cafe setempat.

    "Seharusnya pak gubernur dan Polda NTB bisa mengambil langkah tegas menutup cafe - cafe tak berizin ini guna mencegah terjadinya eskalasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Sekretaris Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Sumbawa Barat, Kamaruddin, SH di Poto Tano, Jum'at (11/11/2016).

    FKDM adalah forum mitra pemerintah kabupaten yang bertugas mendeteksi kerawanan konflik, ancaman kriminalitas, bencana dan keamanan dan ketertiban masyarakat secara umum. Organisasi ini dibentuk pemerintah sesuai arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melalui gubernur.

    Kamaruddin menegaskan, kasus kriminalitas diperbatasan semakin hari eskalasinya naik. Hasil pengecekan FKDM, aksi kriminalitas berupa perkelahian antar pemuda dan masyarakat kerap memicu dendam lama antara warga desa tertentu. Ini menurutnya perlu dicegah.

    "Jika ingin menghentikan masalah gangguan Kamtibmas di perbatasan ini, maka kita rekomendasikan untuk memberantas hulu, atau sumber masalah. Saya sudah berkoordinasi dengan Bupati Sumbawa, H.Husni Jibril untuk mengambil langkah pembubaran kafe kafe itu,"akunya.

    FKDM kata dia sudah berkoordinasi dengan ketua FKDM Provinsi NTB agar memberi catatan dan masukan bagi Gubernur dan Kapolda NTB, agar segera menutup aktiftas cafe cafe tersebut. Pelibatan Gubernur dan Kapolda diperlukan karena perbatasan dua kabupaten ini masih dalam sengketa yang hingga kini masih belum tuntas.

    Bupati Sumbawa, H. Husni Jibril,B.Sc menegaskan Pemerintah Daerah Sumbawa sudah berulang kali mengeluarkan instruksi untuk menutup cafe cafe ini. Ia mensinyalir, cafe cafe ini sengaja berkedok rumah makan, tapi sesungguhnya menjual minuman keras tanpa izin.

    "Saya setuju dan sudah melakukan langkah langkah untuk menutup kafe tadi. Sampai saat ini, pemda tjdak pernah mengeluarkan izin cafe cafe disana,"kata, Husni dikonfirmasi wartawan, via telepon dari Alas Barat, Jum'at pagi.

    Ia mengeluhkan kesadaran masyarakat yang kurang terhadap permasalahan sosial disekitar kita. Ia mendukung dan menegaskan menerima aspirasi masyarakat kecamatan Alas dan Alas Barat  yang menginginkan agar kawasan kafe itu ditutup segera.

    "Saya akan segera koordinasi dengan Pemprov agar mengambil langkah cepat dan tepat," demikian, Bupati.

    Sebelumnya, seorang warga, Ziad, 43 tahun warga Desa Seteluk Tengah kabupaten Sumbawa  Barat diduga ditebas, IW, 38 tahun warga Kecamatan Alas yang diketahui pemilik cafe di 'Bujang Kuliner' lesehan dan karaoke. Penebasan terjadi Jum'at (11/11) sekitar pukul 02.00 dini hari. Keduanya terlibat cekcok karena disinyalir pengaruh minuman keras.

    Akibat kejadian itu, Ziad langsung dilarikan ke Puskesmas Poto Tano. Ia menderita luka menganga di pundak kanan sepanjang 8 centimeter dan bagian kepala 4 centimeter. Ziad masih dirawat puskemas meski sempat kritis karena banyak kehilangan darah.

    Data FKDM setempat menyebutkan, kejadian perkelahian yang berujung penebasan ini keempat kalinya terjadi sepanjang tahun. Korban dan pelaku selalu dari dua desa yang sama di dua kabupaten ini. Informasi yang lain yang dihimpun media dilapangan menyebutkan, kajadian ini lebih banyak bermotif dendam antar dua desa beda wilayah itu. ( EDI/ZM )

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad