Header Ads

  • Breaking News

    Kapal Karam Di Batam, BP3TKI Mataram Berbela Sungkawa

    Kapal Karam Di Batam, BP3TKI Mataram Berbela Sungkawa
    MATARAM, SEPUTAR NTB - BP3TKI Mataram beserta seluruh jajaran menyampaikan bela sungkawa bagi keluarga WNI korban kapal karam yang terjadi pada hari Rabu 2 November 2016 di perairan Batam. Penyampaian ini ditegaskan oleh Kepala BP3TKI Mataram, Mucharom Ashadi, S.Ag.

    ”Inalillahi waina ilaihi rojiun. Semoga Allah menempatkan korban pada tempat yang layak dan keluarga yang ditinggalkan selalu diberi kesabaran. Diberi kesembuhan bagi yang selamat dan segera ditemukan bagi korban yang masih hilang,” ungkap Mucharom Ashadi di Mataram pada Sabtu (5/11/2016).

    Dirinya menyampaikan kronologis kejadian kapal nahas tersebut. Pada Rabu tanggal 2 November 2016 sekitar pukul 03.00 WIB kapal berangkat dari pelabuhan liar di Malaysia. Kapal tersebut mengangkut 101 (seratus satu) orang dengan rincian 98 WNI dan 3 orang Anak Buah Kapal (ABK).  Awalnya kapal berjalan pelan, namun mendekati Out Port Limited (OPL) antara Malaysia dan Indonesia kapal berjalan kencang. Kapal hilang keseimbangan dan terbalik di perairan Tanjung Bembang Batu Besar – Kepulauan Riau. 

    Begitu mendapatkan kabar kapal karam, BP3TKI Mataram memberangkatkan tim guna membantu identifikasi korban serta melakukan koordinasi langsung rencana pemulangan korban ke NTB.

    BP3TKI Mataram juga langsung membuka posko informasi di dua tempat yakni UPP BP3TKI Mataram Jl. Adi Sucipto No 9 Ampenan dan di LTSP Provinsi NTB Jl. Mahoni No 1 Mataram. Crisis Center  0370 643866 juga dibuka bagi warga NTB yang ingin memperoleh informasi terkait korban. 

    “BP3TKI Mataram melakukan koordinasi dengan BNP2TKI dan tim BP3TKI Tanjung Pinang serta pemerintah provinsi  NTB karena dipastikan ada korban yang berasal dari NTB, kepala BP3TKI Mataram langsung menurunkan petugas ke Batam, BP3TKI Mataram juga langsung membuka posko informasi,” ujarnya.                                                                                                                                                           
    Dengan Kejadian ini Kepala BP3TKI Mataram menghimbau agar masyarakat NTB yang akan bekerja ke luar negeri tidak lagi berangkat secara illegal karena sangat beresiko bahkan sampai harus nyawa taruhannya. 

    “Proses secara resmi sangat mudah, murah dan terlindungi, dengan mendaftarkan diri pada Dinas Tenaga Kerja dan BP3TKI setempat,” pungkasnya. (As)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad