Header Ads

  • Breaking News

    Pemuda Mabuk Lempar Mobil Pol.PP

     Pemuda Mabuk Lempar Mobil Pol.PP
    LOMBOK TIMUR, SEPUTAR NTB - Sekitar delapan orang pemuda Kelayu, Kecamatan Selong yang mengkomsumsi minuman keras jenis bram melakukan pelemparan mobil patroli Satuan Polisi Pamong Praja (Sat.Po.PP) saat melintas di depan Ponpes. NW Kelayu, Senin malam (31/10/16), sekitar pukul 24.00 wita. Akibatnya mobil patroli itu mengalami kerusakan.

    Sementara delapan pemuda yang sebagian besar masih bersekolah tersebut langsung diamankan di Kantor Pol.PP untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, guna proses hukum lebih lanjut.

    Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Lotim, Salmun Rahman saat dikonfirmasi membenarkan kalau mobil patroli dilempar oleh sekitar delapan pemuda Kelayu saat sedang mengkonsumsi miras. Sedangkan pada saat ini anggotanya sedang melakukan patroli seperti biasanya.

    "Kemungkinan mereka melakukan pelemparan karena takut ditangkap anggotanya, sehingga setelah itu pemuda yang melakukan pelemparan langsung melarikan diri ke dalam gang," tegas Salmun Rahman seraya mengatakan pihaknya langsung memanggil orang tuanya guna mengetahui perbuatan anaknya.

    Salmun menjelaskan pihaknya sangat menyayangkan apa yang dilakukan sekelompok pemuda tersebut, dengan tidak mempertimbangkan kalau perbuatan yang dilakukannya sudah melanggar hukum pidana. Namun pihaknya tidak sampai melakukan itu karena masih memiliki rasa kemanusiaan meski yang dilakukan pemuda itu salah.

    Sehingga kami meminta kepada orang tua masing-masing pemuda itu untuk memberikan nasehat dan didikan kepada anaknya agar tidak mengkomsumsi miras, karena akan merusak masa depan anak tersebut. Apalagi sampai melakukan pelemparan mobil patroli kami tentunya ini sudah salah besar dan pelanggaran hukum.

    "Pemuda itu telah merusak milik negara, sehingga kalau diproses tentunya akan terkena kasus pidana pengrusakan," tambah Salmun Rahman yang juga mantan Camat Terara ini seraya mengatakan pihaknya baru memberikan pulang kepada delapan pemuda itu setelah membuat surat pernyataan yang disaksikan orang tuanya untuk tidak melakukan perbuatan yang sama lagi. (Rzl)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad