Header Ads

  • Breaking News

    PMII Metro Tantang Kapolres Ungkap Pungli

    PMII Metro Tantang Kapolres Ungkap Pungli
    LOMBOK TIMUR, SEPUTAR NTB - Belasan massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Metro Lombok Timur menantang kepada Kapolres Lotim, AKBP Wingky Adithyo Kusumo untuk mengungkap berbagai kasus dugaan pungutan liar yang dilakukan oknum anggotanya maupun diluar itu. Karena banyak indikasi adanya pungli yang terjadi di Lotim yang dinilai sangat meresahkan masyarakat.

    Pernyataan itu disampaikan dalam aksi yang dilakukan PMII Metro Lotim di Kantor Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Lombok Timur, Senin (31/10/16). "Kapolres Lotim harus berani mengungkap dugaan kasus pungli yang lainnya dan jangan hanya terpokus dalam satu kasus saja," kata orator aksi, Fahrurrozi dalam orasinya.

    Massa menilai dugaan kasus yang pungli yang terjadi dalam bantuan mesin tempel bagi nelayan sebenarnya muaranya di DKP. Sehingga tentunya yang bertanggungjawab adalah oknum yang ada di DKP, termasuk Kepala DKP maupun pejabat yang menangani masalah ini.

    Sementara mengenai adanya oknum yang telah diproses tentunya mereka adalah korban. Karena ada oknum yang paling bertanggungjawab dalam masalah ini juga harus diproses oleh pihak kepolisian, agar kita tahu siapa yang salah dan benar serta bermain dalam kasus ini.

    "Pihak kepolisian juga seharusnya meminta keterangan dan memeriksa orang nomor dua di Lotim,sehingga semakin jelas masalahnya," teriak Ojik seraya menegaskan kembali kalau memang betul-betul Polres ingin berbersihkan kasus pungli maka jangan setengah-tengah.

    Sebelumnya Wakil Bupati Lotim, H.Haerul Warisin menegaskan jangan melakukan fitnah akan tapi silahkan tunjukkan buktinya biar menjadi jelas. Bahkan dirinya pernah dihubungi oleh orang yang mengaku LSM dengan mempertanyakan mengenai masalah bantuan mesin yang didugaan ada dugaan punglinya.

    "Saya minta akan menunjukkan buktinya kalau memang ada terjadi yang demikian agar menjadi jelas dengan tidak katanya-katanya," tegas Haerul Warisin. (Rzl)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad