Header Ads

  • Breaking News

    Poto Tano Dicanangkan Sebagai Kampung KB

    Poto Tano Dicanangkan Sebagai Kampung KB
    SUMBAWA BARAT, SEPUTAR NTB - Direktur Pemberdayaan Perempuan Perwakilan BKKBN provinsi Nusa Tengara Barat Drs. Ca’na Wahyuni menegaskan, tujuan pembentukan kampung KB, bukan saja untuk mensukseskan program keluarga berencana namun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. 

    “Tidak hanya untuk mensukseskan program KB, seperti 2 anak cukup, dan pemakaian kontrasepsi, namun lebih dari itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa yang menjadi sasaran pembentukan kampung KB” kata Ca’na dalam sambutan dialog Interaktif Pencanangan Kampung KB di Desa Poto Tano, selasa (8/11). 

    Pasalnya menurutnya, dalam kampung KB ini akan disusun perencanaan pembangunan desa yang meliputi pembangunan di segala bidang seperti kesehatan, pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Untuk dapat mewujudkan peningkatan kesejahteraan tersebut, di kampung KB akan dilakukan optimalisasi semua perangkat dan institusi masyarakat desa, untuk bersama-sama membangun desa.

    Sementara Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI Dra. Hj Ermalena HMS dalam sambutannya menekankan bahwa Undang-undang nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sebagai dasar pelaksanaan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana menekan kewenangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk tidak memfokuskan pada masalah pengendalian penduduk saja namun masalah pembangunan keluarga berencana juga secara berkelanjutan.

    “Dalam rangka penguatan program kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) 2015-2019, diharapkan BKKBN untuk dapat menyusun suatu kegiatan yang dapat memperkuat upaya pencapaian sasaran. Untuk secara langsung bersentuhan dan memberikan manfaat kepada masyarakat, dalam hal ini BKKBN membentuk Kampung Keluarga Berencana (Kampung KB) “ terang Hj. Ermalena.

    Menurutnya, Kampung KB merupakan salah satu contoh dalam pelaksanaan program KKBPK dengan melibatkan seluruh Bidang yang ada dilingkungan BKKBN dan bekerja sama dengan instansi terkait sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah setempat, serta dilaksanakan di tingkat pemerintah terendah (Rw/Rt).

    “Kampung KB adalah satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara, yang memiliki kriteria tertentu, dimana terdapat keterpaduan program kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga dan pembangunan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis “ jelasnya.

    Sedangkan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat Abdul Aziz  menilai bahwa Kampung KB dibentuk sebagai salah satu upaya penguatan program KKBPK yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat dalam memberdayakan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan total program KB sehingga dapat mewujudkan keluarga yang berkualitas.

    “Pembentukan Kampung KB harus memenuhi kriteria utama yaitu  wilayah yang memiliki jumlah Pra KS dan KS-1 (miskin) diatas rata-rata tingkat desa/kelurahan dimana kampung tersebut berada, dan jumlah peserta KB di bawah rata-rata pencapaian tingkat desa/kelurahan dimana kampung tersebut berlokasi“ kata Sekda.

    Setelah terpenuhi kriteria utama tersebut diatas, selanjutnya dapat memilih salah satu atau lebih kriteria berikut; kumuh, pesisir/nelayan dengan Tujuan terbentuknya Kampung KB adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau setara melalui program kependudukan, keluarga berencana dan pembanguan keluarga serta pembangunan sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas (tujuan umum).

    Sementara tujuan khusus adalah: meningkatkan peran pemerintah, lembaga non pemerintah dan swasta untuk menyelenggarakan program kependuddukan, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan berwawasan kependudukan, meningkatkan peserta KB aktif modern. Meningkatkan Ketahanan keluarga melalui Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL) serta Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja, Meningkatkan pemberdayaan keluarga (kelompok UPPKS), Menurunkan angka KDRT, dan Meningkatkan kualitas sekolah penduduk usia sekolah.

    "Kampung KB akan membangun masyarakat yang sejahtera dari tingkat keluarga. Kita harus memperkuat dan merevitalisasi program KB dan keluarga sejahtera. Jangan hanya berhenti pada pencanangan, tapi harus ada aksi dan gerakan," ujar Sekretaris Daerah (Edi. C)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad