Header Ads

  • Breaking News

    Sama-Sama Peduli Sampah Untuk Kebersihan Gili Trawangan

    Sama-Sama Peduli Sampah Untuk Kebersihan Gili Trawangan
    LOMBOK UTARA, SEPUTAR NTB – “Clean, kebersihan adalah sebagian dari iman. Dan kebersihan adalah hal utama yang kami persembahkan dan kami lakukan untuk memanjakan pelanggan kami. Creative, adalah ciri khas kami. Ide-ide kreatif yang baru selalu kami tampilkan, untuk menarik hati para pengunjung Gili Trawangan.”.
       
    Merupakan dua dari Sembilan tekad ( 9C/NINE-C ) yang disampaikan oleh H. Acok Bassok,  pemilik Sama-Sama Bar & Bungalow pada saat sambutan hari jadi ke-9 tahun di Gili Trawangan pada bulan Agustus 2016 lalu menjadi semangat bekerja yang ditanamkan di hati seluruh keluarga besar Sama-Sama Bar & Bungalow.

    Melihat kondisi Gili Trawangan yang saat ini mengalami “darurat sampah” membuat gerah sang pemilik Sama-Sama Bar & Bungalow. Sebagai putra asli Gili Trawangan, Acok Bassok (panggilan akrabnya) merasa miris melihat tanah kelahirannya menjelma menjadi pulau sampah. Apalagi, saat ini dia dipercaya sebagai Ketua APGT (Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan), membuat tekad untuk menjadikan Trawangan bebas sampah menjadi semakin kuat.

    Kembali ke niat Clean dan Creative, yang diungkap menjadi sebuah tekad, Acok Bassok membentuk sebuah tim kerja dengan fokus utama “memprovokasi” tamu, warga dan pengusaha Gili Trawangan agar lebih peduli dengan sampah. Tim dengan nama gerakan #SaveGiliIslands bekerja sesuai dengan pikiran dan arahan dari Acok Bassok dalam impiannya menjadikan Gili Trawangan peduli terhadap sampah.

    Edukasi ke masyarakat, ke sesama pengusaha, terutama ke keluarga besar Sama-Sama Bar & Bungalow intens dilakukan oleh Acok Bassok. “Niat melihat Gili Trawangan kembali seperti dulu, membuat saya meluangkan hampir seluruh tenaga, pikiran dan sumber daya yang saya miliki. Saya tidak merasa lelah dan merugi, melihat kawan-kawan respek dengan gerakan kami, membuat energi kami semakin besar dan semangat kami semakin meningkat”, ungkap beliau pada suatu sore. Dan memang dalam berjuang di gerakan ini, Acok Bassok sangat total. Dukungan dari Telly, sang istri tercinta dan dua putranya, Novan dan Dino, serta kawan-kawan menjadikannya semakin yakin dalam melangkah. “Kami bekerja maksimal tanpa berpikir hasil. Kami menikmati proses yang kami jalani. Dan jika Allah SWT berkehendak, hasilnya nanti akan berbanding lurus dengan perjuangan kami. Insya Allah.”.

    Selain sebuah workshop yang didirikan untuk menampung sampah plastik dan kemudian “disulap” menjadi barang-barang tepat guna yang bernilai, menjalankan sebuah gerakan, “kegerahan dan pemberontakan” pikiran dari Acok Bassok juga dituangkan melalui musik. Atas dasar cintanya terhadap musik (terutama reggae), maka dibuatlah rangkaian roadshow di Mataram, Senggigi, hingga Yogyakarta inipun dimaksudkan untuk memberi edukasi dan pemahaman kepada masyarakat. “Musik adalah ekspresi dan cara saya dalam menyampaikan gerakan ini. Dengan ini saya berharap, orang akan semakin aware dengan perjuangan ini.” begitu ungkapnya.

    Dimulai dari awal Oktober 2016 di Warjack, Taman Budaya Mataram, provokasi terhadap sampah ini dimulai oleh Acok Bassok dan timnya, Sama Sama Creative. Berlanjut ke Bandini Koffie, DR Café Paradiso, Lina Cottage Senggigi dan Warung Serena. Antusiasme dan dukungan terhadap gerakan ini semakin bertambah. Lalu pada awal November 2016, Kota Yogyakarta menjadi target berikutnya, mengingat banyak generasi masa depan Lombok dan NTB yang melanjutkan studi disana. Hardcase Papringan, Kampayo XT Square dan Asmara Coffee Shop menjadi sasaran “gerilya” mereka. Kemudian Pantai Senggigi, Lombok Barat menjadi tempat perhelatan acara puncak “Soft Launching” Save Gili Islands dengan membuat festival reggae pada 13 November kemarin, yang disiarkan secara langsung melalui live streaming oleh PT. Andira Infomedia sebagai media partner dalam gerakan ini melalui channel www.gili.tv.

    Gerakan ini banyak menggugah kepedulian perusahaan swasta dan kemudian ikut bergerak bersama mendukung gerakan ini. PT. Multi Bintang Indonesia sebagai salah satu perusahaan yang mempunyai kepentingan di Gili Trawangan ikut tergerak dengan menggelontorkan ratusan tas (tote-bag) dari bahan daur ulang, dan dibagikan gratis dengan syarat menukarkan “sampah plastik” nya.  Begitu juga dengan perusahaan clothing (konveksi) baju dengan label Mahalo, yang mempunyai konter di Gili Trawangan juga ikut menyumbangkan tas-tas daur ulang, dengan harapan, tas tersebut bisa menggantikan fungsi “tas kresek” dan mengurangi limbah plastik. PT. Lombok Aryaguna Jaya, Smirnoff, ,Prost, Air Minum Cleo, Gili Eco-Trust, Andira Kitchen, serta Soundsystem Solutions juga ikut menyumbangkan peran dalam gerakan ini.

    Sebuah gerakan kecil (terhadap sampah), jika dilakukan dan diimplementasikan oleh banyak orang akan bisa membuat Gili Trawangan menjadi berubah. Semoga Gili Trawangan akan kembali menjadi pulau yang bersih dan bebas sampah. Dan semoga akan lahir Acok Bassok lain dan bersama-sama berjuang untuk Gili Trawangan. Salam lima jari untuk sampah. #SaveGiliIslands. KALAU BUKAN KITA, SIAPA LAGI ?. KALAU BUKAN SEKARANG, KAPAN LAGI ?. (As)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad