Header Ads

  • Breaking News

    Adventurous Sumbawa Kembalikan Kelestarian Laut

    Adventurous Sumbawa Kembalikan Kelestarian Laut
    SUMBAWA BESAR, SEPUTAR NTB - Berawal dari pergerakan Komunitas yang peduli terhadap destinasi wisata Sumbawa, Adventurous Sumbawa (AS) terhadap tempat - tempat wisata yang belum terjamah serta pergerakan dalam upaya mengembalikan kelestarian alam Sumbawa, AS mulai melakukan kegiatan transplantasi terumbu karang di beberapa area pantai seputaran kota Sumbawa seperti pantai Sandro Pole dan Ai Lemak dengan pesona bawah lautnya yang hampir habis akibat ulah - ulah tangan yang tidak bertanggungjawab seperti penangkapan ikan menggunakan Bom ikan, boraks, potasium, dan lain lain yang tentunya dapat mengganggu pola ekosistem laut setra keindahannya.

    Komunitas AS melalui Devisi Transplantasi Terumbu Karang sejauh ini telah menuai hasil yang sangat luar biasa. Salah satunya transplantasi yang saat ini masih difokuskan diarea pantai Ai lemak akan disulap menjadi tempat wisata diving yang sangat mempesona.

    Ditemui Seputar NTB pada jum’at kemarin, ketua Devisi transplantasi terumbu karang Adventurous Sumbawa, Ari Abdussalam mengulas beberapa poin penting terkait transplantasi terumbu karang yang sejauh ini belum ada bantuan atau dukungan dari istansi terkait seperti sumber dana yang selama ini hanya terkumpul dari kas serta bantuan bantuan seikhlasnya dari anggota dan donatur.

    Kegiatan transplantasi terumbu karang yang mulai dilakukan dari September 2016 yang lalu ini sudah menempatkan 90 wadah yang terbuat dari beton dan selama pantauan AS, terumbu karang tersebut tumbuh dengan baik. Selanjutnya AS berencana akan melakukan transplantasi di Teluk Saleh yang telah mengalami kerusakan terumbu karang yang cukup Parah.

    “Mengingat terumbu karang sangat penting bagi ekosistem laut dan terumbu karang banyak yang rusak akibat bom dan potasium sementara pemerintah sangat lamban dalam pencegahan, kama dari itu kami berharp kepada pemda untuk segera merangkul pemuda pemuda disetiap desa pesisir serta memberi mereka pendidikan tentang transplantasi sehingga mereka bisa berkontribusi untuk daerah atau wilayah masing masing, pemerintah harus pekak dan tanggap agar kegiatan kami ini dapat berjalan sesuai dengan apa yang kami harapkan bersama”. ungkap ketua Devisi Transplantasi Terumbu Karang AS yang kerap disapa bang Oiee ini. (Ryan)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad