Header Ads

  • Breaking News

    GNPF MUI NTB Desak Ahok Dipenjara

    GNPF MUI NTB Desak Ahok Dipenjara
    MATARAM, SEPUTAR NTB - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI NTB melakukan unjukrasa kedepan Kejati NTB dan depan Mapolda NTB pada Jumat (2/12). Massa mendesak aparat penegak hukum segera memenjarakan Ahok. Desakan ini disampaikan lantaran mulai kasus dugaan penistaan agama ini bergulir, Ahok tak kunjung dipenjarakan.

    Massa mendatangi Kejati NTB dan Mapolda NTB dengan berjalan kaki. Massa membawa banner bertuliskan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI NTB "Penjarakan Ahok" Penistaan Agama dan Perusak Kebhinekaan. Massa juga meneriakkan yel - yel gantung gantung gantung si Ahok gantung si Ahok sekarang juga.

    Massa menyampaikan beberapa alasan yang bisa menjadi pertimbangan para penegak hukum untuk segera memenjarakan Ahok. Menurut massa, alasan pertama karena Ahok dianggap telah melakukan penistaan agama, dan disinyalir berpotensi mengulangi perbuatan.

    “Agar Ahok segera ditangkap dan dipenjarakan karena lahir dari beberapa pertimbangan, alasan pertama yaitu karena Ahok sudah (dianggap) terbukti melanggar pasal 156 a KUHP mengenai penistaan agama, berpotensi mengulangi perbuatan sesuai dengan sikap (yang dianggap) arogannya selama ini yang suka mencaci dan menghina ulama dan umat Islam. Contohnya, yang menyatakan bahwa aksi bela Islam 411 dibayar Rp. 500 ribu per orang.” ungkap massa.

    Massa juga menyampaikan bahwa di Indonesia juga pernah terjadi kasus dugaan penistaan agama yang berakhir dipenjara, seperti kasus yang melibatkan Ahmad Musaddeq, Lia Aminuddin dan lainnya. Berkaca dari kasus sebelumnya tersebut, massa meminta agar Ahok juga dipenjara.

    "Ahok seharusnya langsung ditahan seperti yang pernah terjadi pada kasus Lia Aminuddin, Ahmad Musaddeq." beber massa.    

    Dengan tidak ditahannya Ahok, massa menganggap aparat sudah melakukan praktik tebang pilih dalam proses hukum. Muslim - muslimah NTB ini menilai bahwa hukum hanya runcing kebawah namun tumpul keatas.

    “Kami berkesimpulan bahwa penegakkan hukum yang diciptakan hari ini tidak secara sehat, dan menimbulkan kesan bahwa hukum itu tumpul keatas runcing kebawah,” tegas massa.

    Menyikapi proses penegakkan hukum tersebut, GNPF MUI NTB menyatakan untuk segera menangkap dan memenjarakan Ahok, stop kriminalisasi Buni Yani, dan stop tindakan represif aparat terhadap gerakan massa penuntut.

    Menjelang solat Jum’at, massa akhirnya membubarkan diri setelah menyampaikan pernyataan sikap tersebut. Unjukrasa yang diikuti oleh setidaknya dua ratus muslim - muslimah di NTB ini berjalan dengan damai serta tertib. (Hd)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad