Header Ads

  • Breaking News

    LP Ma’arif NU NTB Pelopori Deklarasi Bumigora

    LP Ma’arif NU NTB Pelopori Deklarasi Bumigora
    MATARAM, SEPUTAR NTB - Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlotul Ulama (LP Ma'arif NU) NTB menggelar deklarasi Bumigora di aula Asrama Haji NTB di Mataram pada Rabu 30 November 2016.

    Deklarasi ini ditanda-tangani oleh Ketua LP. Ma’arif NU NTB, Drs. Lukman Hakim M.Pd bersama Gubernur NTB yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kepemerintahan, Ir. Aminollah, M.Si dan Kapolda NTB yang diwakili oleh Dirbinmas, AKBP. Beni Basyir.

    Isi dari deklarasi ini menegaskan 7 (tujuh) pernyataan, yakni :

    1. Senantiasa menjunjung tinggi toleransi dan menolak segala bentuk kekerasan yang merusak kedamaian.

    2. Menolak sikap ekstrimis, radikal, sikap menafikan, mengkafirkan, dan menyesatkan kelompok lain. Karena pembiaran sikap seperti itu hanya akan menghancurkan masa depan bangsa dan negara.

    3. Mengedepankan sikap saling menghargai, menghormati, membela, menolong, duduk sama rendah, tegak sama tinggi, dalam menjaga kondusifitas Nusa Tenggara Barat.

    4. Membangun kembali saling percaya diantara sesama warga bangsa yang kian tergerus oleh sikap intoleran dan infiltrasi budaya asing.

    5. Menghidupkan kembali nilai-nilai budaya nusantara, seperti budaya local, gotong - royong, dan cinta tanah air.

    6. Mengedepankan rekonsiliasi, reintegrasi, dan musyawarah dalam menyelesaikan konflik horizontal.

    7. Menegakkan hukum sesuai ukuran keadilan yang setara bagi semua pihak, tanpa diskriminasi, diantara warga bangsa.

    Deklarasi tersebut berlangsung di sela- sela seminar bertemakan mendukung pemerintah dalam kontra radikal dan deradikalisasi demi keutuhan NKRI.

    Kegiatan ini dihadiri oleh setidaknya dua ratus peserta dari berbagai unsur, diantaranya dari perwakilan organisasi kepemudaan dan pimpinan ponpes maupun madrasah se pulau Lombok. 

    Dalam seminar ini, hadir narasumber dari NTB diantaranya akademisi Dr. Suprapto, M.Ag menyampaikan materi tentang merawat NKRI dalam bingkai kemajemukan. Termasuk ada juga narasumber nasional diantaranya mantan Napi Bom Bali I, Ali Imron menyampaikan materi radikalisme dan terorisme.

    “Pesertanya sekitar 200 orang yang terdiri dari pimpinan pondok pesantren dan madrasah se-pulau Lombok, Kami berharap melalui seminar ini, kita dapat membangkitkan kembali nilai-nilai Islam Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Narasumber nasional kegiatan tersebut. Pertama, Ali Imran (Mantan Napi Bom Bali I),” ungkap Sekretaris panitia pelaksana Sahadeni. (Hd)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad