Header Ads

  • Breaking News

    Wali Kota Mataram Dukung Inovasi Anak Muda


    MATARAM, SEPUTAR NTB. Tiga orang anak muda asal Kota Mataram yang masih terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Mataram (Unram) menghadap Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh pada Jumat (24/02/17). Kedatangan ketiganya; Annisa Raudatun Jannah, Rosmalia Tri Susanti, dan M. Firdaus ini membawa serta beberapa produk hasil kreativitas mereka berupa sepatu olahraga (sneakers) yang dikreasikan dengan kain tenun khas Lombok untuk diperlihatkan kepada Wali Kota yang langsung berminat mencoba salah satu produk sneakres buatan anak muda Kota Mataram tersebut.

    Annisa, juru bicara tim yang menamai produk sepatunya dengan merk “Selo” ini menyebutkan, timnya beranggotakan empat orang yang salah satu diantaranya bernama Sultan Adi tidak dapat ikut berkunjung karena tengah mengikuti kegiatan perkuliahan. Mengusung motto Mendunia Dengan Tenun, Annisa berharap dapat mengangkat produk daerah berupa kain tenun. Dengan modal patungan, kreativitas mereka dimulai sejak bulan Oktober 2016 dengan mengikuti lomba ditingkat nasional dan berhasil meraih juara kedua. Yang masih menjadi kekurangan, sampai saat ini produksi sepatu masih dikerjasamakan pengerjaannya dengan pengrajin diluar daerah.

     “Kami sudah mencoba kerjasama dengan pengrajin lokal, tapi hasilnya belum cukup baik. Kita kalah peralatan”, terangnya sambil memperlihatkan perbedaan pada sepatu hasil produksinya.

    Selain minta dukungan dari Wali Kota dalam upaya memperkenalkan hasil kreativitas mereka lanjut Annisa, dirinya juga berharap kedepan Kota Mataram dapat memiliki sentra pembuatan sepatu sendiri. Karena sebenarnya di Kota Mataram sudah ada lingkungan yang dikenal dapat memproduksi sepatu, yaitu di Lendang Lekong Kelurahan Turida. Hal tersebut bukan tidak mungkin dapat terealisasi mengingat dalam waktu satu bulan saja sejak produksi sepatu “Selo” direalisasikan, telah berhasil dipasarkan lebih dari 100 pasang dengan harga antara 160 ribu sampai dengan 260 ribu rupiah.

     “Sepatu kami bisa dipakai untuk semua usia, walaupun sejujurnya mental anak muda disini kebanyakan belum siap menggunakan produk lokal”, ungkapnya.

    Melihat kesungguhan dan hasil yang cukup baik dari kreativitas anak-anak muda Kota Mataram tersebut, Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh berkomitmen akan memberi dukungan dalam bentuk promosi, sosialisasi, sekaligus pemasaran yang akan diawali dari dirinya, baru kemudian jajaran pejabat SKPD lingkup Kota Mataram untuk menggunakan sepatu olahraga bermotif tenun khas Lombok dan daerah lain di Nusa Tenggara Barat yang tidak kalah bagusnya. Hal tersebut dimaksudkan untuk dapat mengangkat produk daerah dan memajukan industri kreatif di Kota Mataram. 

    “Saya juga mau pakai untuk olahraga, kualitasnya tidak kalah kok”, ujarnya sambil mencoba sepasang sepatu olahraga dengan motif tenun khas Lombok, Beseret.

    Kedepan, Wali Kota berharap produk daerah ini dapat diproduksi di Kota Mataram. Pihaknya melalui SKPD terkait akan berupaya memprogramkan melalui APBD Perubahan 2017 agar produk sepatu yang memiliki sentuhan tradisional tersebut dapat menjadi industri yang mampu mewadahi kreativitas anak-anak muda Kota Mataram secara maksimal. 

    “Saya sangat mengapresiasi dan memberi dukungan atas inovasi dan kreativitas anak-anak mahasiswa kita ini. Bangga dapat menggunakan produk lokal”, tutupnya. (ft)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad