Header Ads

  • Breaking News

    Diduga Menistakan Agama, Oknum Anggota DPRD Lobar Dituntut Mundur dan Diproses


    LOMBOK BARAT, SEPUTAR NTB. Salah seorang oknum anggota DPRD Lombok Barat yang diduga melakukan penistaan agama melalui status diakun Facebooknya yang bernama suhaili Romi romi tertanggal (16/02) didatangi massa pada Senin (13/03) meminta yang bersangkutan mundur dan segera diproses secara hukum.

    Kedatangan massa yang merupakan perwakilan dari Aliansi Pemuda Islam (API) Lobar ini tak lain meminta agar Suhaili anggota DPRD Lobar dari Fraksi Partai NasDem segera mundur atau dimundurkan dari jabatannya serta meminta pihak yang berwajib untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan. 

    Mengacu pada  pasal 28 ayat 2 UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE berbunyi, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas dasar suku, agama, ras dan antar golongan (sara). Dan UU hukum pidana (KUHP) tentang penodaan agama yang tercantum dalam padal 156, 156a, yang bersangkutan jelas melanggar pasal tersebut.

    Sementara ditempat terpisah, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Lobar,Bakti Jaya menerangkan, dirinya beserta anggota BK lainnya sangat terkejut mengenai perihal tersebut, pasalnya kalau tidak ada massa aksi yang mendatangi kantor DPRD Lobar, ia tidak tahu sama sekali perihal kasus tersebut. Namun ia juga meminta agar perwakilan massa aksi membuat pelaporan mengenai hal itu yang ditujukan ke BK DPRD Lobar sehingga permasalahannya bisa ditindak lanjuti.

    "Setelah laporan masuk, kami akan mempelajarinya dan tentu akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangannya,"ucap Bakti.  

    Ia juga mengatakan, setelah dilakukan klarifikasi oleh BK, pihaknya pun akan menghadirkan MUI Lobar dan sekaligus meminta Fatwa tertulis terkait perihal tersebut.

    "Jikalau MUI menyatakan hal ini masuk dalam dugaan penistaan agama, maka kami akan mengambil langkah tegas dan mungkin saja dilakukan pemecatan terhadap yang bersangkutan,"tambahnya.

    Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Lobar, Khatib Qazwaini pada saat bersamaan menjelaskan, sejauh ini langkah Partai NasDem sebenarnya tidak tinggal diam, bahkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) telah melakukan panggilan kepada yang bersangkutan untuk dimintai penjelasannya terkait hal tersebut.

    "Pun demikian kami tetap akan meminta Fatwa MUI Lobar apakah yang bersangkutan masuk dalam kategori penistaan agama dan hasilnya akan dibahas dan ditindak lanjuti," tegasnya.(ft) 

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad