Header Ads

  • Breaking News

    Ketua PKC PMII NTB Diduga Belum PKL, Pengurus Segera Gelar KLB


    MATARAM,SEPUTAR NTB. Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (PKC PMII NTB) yaitu Bendahara Umum, Ahmad Sukandi mengatakan bahwa dirinya merasa tidak menjadi pengurus dalam PKC PMII NTB hari ini. Karena ketua PKC menjalankan organisasi tanpa melibatkan pengurusnya

    “Benar itu, kami ini cinta terhadap PMII. Kalau pimpinannya tidak pernah akomodir pengurus, lalu bagaimana dia bisa menjalankan roda organisasi," ucapnya

    Protes juga dateng dari Sekretaris Dua PKC, Lalu lI Wazir mengatakan, ketua PKC acuh tak acuh dengan pengurusnya. ketua PKC seharusnya tetap melakukan evaluasi. 

    "Karena saya merasa bertanggung jawab atas kepengurusan ini. Selama ini tidak pernah ada rapat evaluasi pengurus. Jangan diam saja, seolah-olah sendiri punya PKC NTB,” ujarnya.

    Sementara, Ketua Tiga, Muhali mengatakan, PKC tidak pernah melakukan kaderisasi formal sesuai yang di mandatkan oleh AD/ART dan PO organisasi. Apalagi ingin membuat agenda informal, formal saja nihil.

    “Seharusnya kita mengutamakan kaderisasi formal. Karena kita ini adalah organisasi kaderisasi," terang Muhalli yang juga mantan Ketua Cabang Loteng.

    Hal senada diungkapkan oleh Koordinator Biro, Alwi mengatakan, ketua PKC tidak pernah melakukan kaderisasi formal. Hasil rakerda tidak pernah dijalankan, bahkan tidak pernah mengundang pengurusnya untuk rapat.

    “Kita ini organisasi kaderisasi, kita ini bukan LSM. Kaderisasi Formal saja tidak bisa di lakukan. Apalagi ingin bahas soal sekretariat. Mimpi jika ketua PKC begini caranya mau  punya sekret. Padahal kepengurusan sudah satu Tahun," tegasnya.

    Ketua II PKC PMII NTB, Suparman Ambakti memaparkan, yang lebih parah lagi, ketua PKC PMII NTB Syamsul Rahman diduga memalsukan sertifikat PKL. Padahal mengikuti jenjang kaderisasi Pelatihan Kader Lanjut (PKL) adalah hal yang wajib bagi setiap Ketua PKC.

    “Setahu saya, Syamsul tidak pernah mengikuti PKL di Mataram. Jika ada sertifikat PKL yang di pakai saat pengajuan SK. Maka saya pastikan sertifikat itu tersebut palsu. Maka Kami Harap PB PMII mengumumkan biar clear dan clean dari dugaan ketua PKC NTB yang tidak pernah PKL,” imbuhnya

    Lanjutnya, jika sertifakat PKLnya Syamsul berasal dari cabang luar NTB, maka sertifikat tersebut palsu, karena dia tidak PKL di cabang luar NTB.

    "Sebagai komitmen menjaga nama baik dan kehormatan organisasi kami sedang lakukan konsolidasi di tingkatan cabang dan pengurus PKC lainnya untuk secepatnya memperbaiki organisasi melalui KLB," kata mantan ketua cabang Mataram ini

    Dia juga menambahkan, isu KLB yang disuarakan oleh pengurus PKC hari ini murni demi kebaikan dan kemaslahatan organisasi.

    "Tidak benar jika isu KLB dikaitkan dengan isu konggres dan momentum politik lainnya," pungkasnya. (mr)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad