Header Ads

  • Breaking News

    Penutupan Musyawarah Pembangunan Bermitra Masyarakat (MPBM) Kota Mataram Tahun 2017


    MATARAM, SEPUTARNTB. Musyawarah Pembangunan Bermitra Masyarakat (MPBM) Kota Mataram Tahun 2017 yang digelar selama dua hari berturut-turut di Aula Lantai 3 Kantor Wali Kota Mataram ditutup secara resmi oleh Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana pada Selasa sore (14/03/17).

    Turut hadir anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kota Mataram,Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram H. Amirudin, fasilitator dari kelurahan dan kecamatan.

    Dalam MPBM itu, ada 3 bidang yang menjadi fukus diskusi, yaitu Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PER), serta Bidang Sarana dan Prasarana (SARPRAS). 

    Dalam sambutannya,H. Mohan Roliskana mengapresiasi semangat masyarakat peserta MPBM yang telah berpartisipasi memberikan sumbangsih pemikiran selama mengikuti pelaksanaan MPBM Tingkat Kota Mataram Tahun 2017. 

    Bahkan menurut Mohan, masyarakat merupakan komponen yang sudah semestinya ikut bertanggung jawab untuk dapat menyelaraskan visi misi Kota Mataram dan sebagai garda terdepan untuk menyampaikan persoalan-persoalan yang ada di tengah masyarakat. 

    Sesuai amanat Undang-Undang, perencanaan pembangunan dilakukan dengan proses bottom up. Dimana masyarakat menyampaikan ide, gagasan, dan persoalan sosial yang hasilnya dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun anggaran berikutnya. 

    “Tidak ada alasan pemerintah tidak mengakomodir, tidak boleh tidak karena itu semua berasal dari keinginan masyarakat. Saya akan mengawal tahun 2018 semua akan ter-cover”, tegasnya.

    Lebih lanjut Mohan menyampaikan, Kota Mataram sedang berkembang dengan sangat baik dan bergerak begitu pesat yang merupakan konsekuensi dari efek lokomotif majunya dunia pariwisata menarik gerbong-gerbong lain dibelakangnya. Kota Mataram harus siap menjadi Kota Metropolitan dalam beberapa tahun ke depan. 

    Dinamika tersebut harus dihadapi dengan cara bergerak maju besama-sama meningkatkan kualitas hidup masyarakat, yang dengan demikian agar kesan kesenjangan sosial yang menjadi keresahan di tengah masyarakat dapat diseimbangkan. Dicontohkan Mohan dengan revitalisasi yang tengah dilakukan Mohan di aliran Sungai Jangkuk yang membutuhkan dukungan dari masyarakat disepanjang sungai untuk ikut menjaga kebersihan sungai.

    “Sungai menjadi satu magnet, air yang harusnya menjadi berkah jangan sampai jadi bencana”, ujarnya. (ft/hm)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad