Header Ads

  • Breaking News

    Persoalan Desa Dasan Borok Harus Tuntas


    LOMBOK TIMUR, SEPUTAR NTB. Inspektur Inspektorat Lotim, Haris menegaskan permasalahan pembebasan lahan yang berbuntut pada penyegelan kantor desa Dasan Borok, Kecamatan Suralaga yang dilakukan pemiliknya harus dituntaskan. Agar tidak menganggu kegiatan pelayanan kepada masyarakat.

    "Apapun alasannya kasus Desa Dasan Borok harus dituntaskan dengan menyelesaikan masalah pembebasan lahan kantor," tegas Haris kepada wartawan di kantor Bupati Lotim.

    Menurutnya, pihaknya telah menurunkan tim investigasi dalam rangka melakukan audit terhadap Alokasi Dana Desa (ADD) dari tahun 2012 sampai 2016. Karena ada informasi kalau permasalahan pembayaran lahan kantor Desa Dasan Borok sudah diselesaikan tahun 2012 lalu.

    Sehingga inilah yang harus kami lihat dalam laporan tersebut. Namun begitu dalam aturan main yang tidak diperbolehkan Kades melakukan pembayaran lahan kantor Desa dengan menggunakan ADD.

    "Dalam aturan tidak boleh Desa membayar lahan dengan ADD," ujar Isnpektur Inspektorat Lotim, Haris seraya mengatakan kalau pembayaran dibebankan kepada masyarakat darimana akan mendapatkan uang yang begitu banyak.

    Lebih jauh Haris menjelaskan memang biaya ganti rugi untuk pembebasan lahan Desa Dasan Borok itu sejumlah Rp 124 juta dengan luas sekitar 15 are, akan tapi kemudian dinaikkan menjadi Rp 440 juta dan terakhir lagi dinaikkan menjadi Rp 880 juta.

    Sehingga inilah yang tentunya tidak habis pikir kenapa bisa seperti itu pemilik lahan yang juga mantan Kades Dasan Borok, M.Rofii. Namun yang jelas apapun alasannya nantinya hasil audit nantinya akan menentukan apakah lahan itu sudah dibayar atau belum.

    "Hingga saat ini lahan kantor Desa masih tetap disegel pemilik lahan, sedangkan Kades baru berkantor ditempat lain agar pelayanan tetap berjalan," tandasnya.(Rz)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad