Header Ads

  • Breaking News

    PMII Mataram Gelar Dialog Kebangsaan


    LOTIM, SEPUTARNTB. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Mataram menggelar kegiatan dialog kebangsaan,Kamis (23/3). Dengan tema Meredusir gerakan kelompok kiri untuk menangkal penyebaran paham komunisme-sosialisme di NTB.

    Sementara kesimpulan dalam kegiatan itu  komitmen bersama untuk menjaga NKRI dari segala ancaman termasuk komunisme-sosialisme.

    Ketua Cabang PMII kota Mataram, M. Solihin mengatakan masalah komunisme ini sudah tegas dilarang di indonesia karena dalam sejarahnya sudah merusak NKRI, oleh karena itu komunisme-sosialisme dengan segala bentuk propagandanya harus di lawan.

    Begitu juga kamuflase dari gerakan-gerakan komunis sekarang ini sudah merubah diri dengan cara-cara yang lebih elegan dan halus, gerakan yang dibangun bukan lagi dengan mengedepankan kekerasan tetapi lebih mengatasnamakan kepentingan rakyat.

    " Apa yang kami lakukan ini hanya sebagai bentuk komitmen untuk menjaga NKRI dari berbagai gangguan yang mengancam dari dalam dan luar," tegas Solihin.

    Sementara Kadis Pemuda dan Olahraga Kota Mataram,M.Ali mengatakan mahasiswa harus mengedepankan jiwa kritis dan idealisnya namun jangan sampai ditempatkan dalam posisi yang salah gunakan kekayaan tersebut untuk membangun bangsa dan daerah

    Melalui kegiatan ini juga pemerintah berharap agar terjadi persamaan persepsi tentang komunisme-sosialisme di kalangan para aktifis gerakan, supaya jangan sampai kebablasan terkait dengan paham ini.

    " Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan PMII Lotim," terang Ali.

    Staf Ahli Kesbangpoldagri Lotim,Normal Suzana menegaskan pihaknya bersama komponen yang lainnya untuk tetap menjaga NKRI dari ancaman komunisme-sosialisme perlu dilakukan secara bersama-sama,

    Karena dengan cara itulah perlu upaya bersama dalam menjaga daerah ini terhadap masuknya komunisme-sosialisme, jika ada indikasi terkait dengan paham ini maka segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

    " Jangan biarkan komunis berkembang,maka harus dilakukan langkah antisifasi didalamnya," tandas Normal.(Rz)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad