Header Ads

  • Breaking News

    Realisasi Mega Proyek "MENARA EIFFEL LOMBOK" dan 10.000 Apartemen Terkendala Perijinan

    MATARAM, SEPUTARNTB. Pembangunan mega proyek menara dan  apartemen di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat terkendala perijinan.  Setelah gagal diurus oleh pihak lain, Gerbang NTB Emas (GNE) mencoba mengurai dan mengurus perijinan mega proyek yang nilainya triliunan rupiah tersebut.

    Kredibilitas perusahaan milik daerah, Gerbang NTB Emas kali ini diuji setelah badan usaha tersebut mengambil alih pengurusan permohonan perijinan pembangunan mega proyek menara dan apartemen yang akan dibangun di pulau lombok itu.

    GNE resmi mengurus permohonan perijinan pembanguna mega proyek yang bernilai triliunan tersebut melalui penanda tanganan nota kesepahaman atau  MoU (Memorandum  of Understanding) antara sejumlah investor yang tergabung dalam  Koperasi Serba Usaha Menara Agung  dengan pihak Gerbang NTB Emas tertanggal 18 Maret 2017.

    Direktur utama  GNE, Syahdan Ilyas saat ditemui wartawan di kantornya pada Kamis (23/03), menerangkan bahwa proses pengurusan ijin pembangunan proyek Menara dan apartemen yang ditangani oleh GNE ditargetkan selesai paling lama tiga bulan.

    "Proses perijinan pembanguna mega proyek menara apartemen yang salah satunya berada didaerah Obel obel kabupaten Lombok Timur paling lambat selesai dalam waktu tiga bulan,"terangnya.

    Sementara itu, Muliadi Sumardi selaku perwakilan Koperasi Menara Agung menuturkan bahwa para investor berharap kepada PT.GNE sebagai pihak perusahaan daerah yang mengurus perijinan pembangunan mega proyek menara dan apartemen   dapat segera nerampungkan seluruh perijinan yang diperlukan.

    Pembangunan mega proyek menara dan apartemen yang nilanya mencapai 2,15 Triliun di Pulau Lombok itu dipastikan akan mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan tentunya berdampak pada peningkatan perekonomian di pulau lombok khususnya dan NTB umumnya.(ft)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad