Header Ads

  • Breaking News

    Satgas Saber Pungli Kota Mataram,adakan Rakor


    MATARAM, SEPUTARNTB. Tim Satgas Saber Pungli (Sapu Bersih Pungutan Liar) Kota Mataram kembali menggelar rapat koordinasi dengan agenda pengarahan dari Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, pemaparan dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mataram Rodiansyah, laporan koordinator masing-masing kelompok kerja (pokja) yang terdiri dari pokja intelijen, pokja pencegahan, pokja penindakan, dan pokja yustisi, diakhiri dengan diskusi antar anggota tim. Rakor yang digelar di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram pada Rabu (15/03/17) 

    Dalam arahannya Mohanmenegaskan, tim yang telah terbentuk merupakan tim yang berfungsi untuk melakukan pencegahan terjadinya praktik-praktik pungli di kalangan penyelenggara pemerintah yang dapat membawa dampak sosial yang merugikan, mempengaruhi wibawa pemerintah. Terbentuknya tim Satgas Saber Pungli menjadi momentum untuk memperbaiki kondisi yang ada. Mengubah mindset serta menghapus stigma birokrasi yang sulit. 

    “Ada stigma dengan kalimat kalau bisa diperpanjang harus diperpendek. Tidak bisa kita pura-pura tidak tahu”, cetusnya.

    Adapun wilayah yang menjadi sorotan pungli adalah pelayanan publik, perijinan, pendidikan, bantuan sosial, dan hibah. Dipertegas Mohan, wilayah yang paling rawan dan sensitif untuk praktik pungli berada di wilayah pendidikan yang memiliki banyak sekali celah. Secara khusus Mohan menegaskan, agar tim segera memfasilitasi pertemuan dengan kepala sekolah dan komite sekolah agar jangan sampai pungutan yang diambil di sekolah melemahan institusi pendidikan. Begitupun dengan pengaduan, ditekankan Mohan agar seluruh aduan yang masuk ditindaklanjuti dengan sebaik-baiknya tanpa kecuali. 

    “Untuk posko pengaduan supaya ada interaksi dan kepastian untuk semua info yang masuk, sehingga ada tanggapan soal info yang mereka sampaikan. Tindak lanjuti apapun itu”, pungkasnya.

    Sementara itu, Kajari Mataram Rodiansyah menyampaikan, di Kota Mataram sendiri saat ini telah terjaring OTT (Operasi Tangkap Tangan) satu orang kepala sekolah. Hal tersebut menyebabkan banyaknya permintaan dari sekolah untuk lebih banyak dilakukan sosialisasi terkait pungli atau semacam penyuluhan hukum di sekolah-sekolah. 

    Lebih lanjut Rodiansyah mengatakan, penangkapan pada kepala sekolah yang dilakukan oleh tim Satgas Saber Pungli Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut juga harus membuat tim Satgas Saber Pungli Kota Mataram harus meningkatkan koordinasi dengan tim dari provinsi NTB agar tidak terjadi tumpang tindih wilayah kerja, Selain itu Rodiansyah juga mengusulkan agar ada satu media komunikasi online yang mewadahi seluruh anggota tim agar komunikasi dapat berjalan lebih lancar. (ft/hm)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad