Header Ads

  • Breaking News

    BPS : Nilai Tukar Petani di NTB Meningkat.

    MATARAM, SEPUTARNTB. Memasuki akhir triwulan pertama, nilai tukar petani di NTB mengalami peningkatan, dari 33 Propinsi di Indonesia, NTB tercatat sebagai salah satu 4 dari Propinsi yang mengalami  kenaikan Nilai tukar rupiah, demikian dijelaskan oleh  Ni Kadek Adi Madri, SE dalam Press Realisnya di mataram (3/3/2007).

    Lebih lanjut dijelaskan oleh Kadek yang juga sebagai Kepala Bidang Statistik dan Distribusi pada Badan Pusat Statistik NTB ini menjelaskan bahwa Nilai Tukar Usaha Pertanian diperoleh dari bagi hasil antara indeks yang diterima petani dengan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal.

    ” Pada bulan maret  2017 kemampuan daya beli petani di NTB pada 3 sub sektor berada diatas 100, ini artinya cukup baik “ jelas Kadek.

    Walaupun demikian jelas Kadek ada 2 sub sektor pertanian yang mengalami penurunan yakni sub sektor Tanaman pangan/padi & palawija,  dan sub sektror perikanan, menurutnya sub sektor tanaman pangan mengalami  penurunan sebesar -0.99 % hal ini dipicu oleh penurunan indeks yang diterima petani 

    “ Untuk sub sektor  perikanan  mengalami penurunan sebesar -0.01%, ini disebabkan oleh menurunnya  harga produksi perikanan tangkap” jelasnya.


     Pada kesempatan itu juga Kadek menjelaskan terjadi deviasi perdesaan  sebesar -0.51%, hal tersebut disebabkan oleh menurunnya harga kebutuhan konsumsi rumah tangga antara lain, tomat, sayur, cabai merah, kacang panjang, jeruk, bawal dan kebutuhan pokok lainnya.

     “ Indeks konsumsi rumah tangga pada kelompok bahan makanan menurun sedangkan kelompok pengeluaran lainnya mengalami peningkatan “ papar kadek. (tim ) 

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad