Header Ads

  • Breaking News

    Bupati Belum Keluarkan Keputusan Soal Tanah Ulayat


    Bupati Lotim, Ali BD
    LOTIM, SEPUTARNTB. Bupati Lombok Timur, HM.Ali BD mengaku sulit untuk mengeluarkan keputusan mengenai status tanah ulayat atau adat yang diajukan sejumlah warga kepada dirinya. Karena tentunya akan memiliki konsekwensi hukum yang berat kedepannya." Sulit bagi saya untuk keluarkan keputusan mengenai pemberian status terhadap lahan yang diajukan masyarakat menjadi tanah ulayat, apalagi status lahan itu tidak jelas atau ada yang memiliki," tegas Ali BD kepada wartawan.

    Menurutnya hingga saat ini baru tujuh lembaga adat yang mengajukan permohonan kepada saya untuk dibuatkan keputusan status tanah ulayat. Sehingga tentu harus dengan pertimbangan yang matang dan penuh kajian terlebih dahulu terhadap usulan dari lembaga adat tersebut. 
    Diantaranya pejuang tanah adat Jurang Koak, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba dan enam lembaga adat dari Sembalun yang memperjuangkan lahan ratusan hektar di Sembalun untuk menjadi tanah ulayat. Karena dikuasi oleh perusahaan.

    " Untuk di Sembalun itu enam lembaga adat yang mengajukan itu banyak kepentingan makanya dirinya belum merespon sedangkan pejuang tanah adat Jurang Koak saya minta bukti kongkrit terhadap klaim mereka, namun belum diberikan," kata Ali BD.
    Labih jauh Bupati Lotim menjelaskan kalau dirinya tidak habis pikir dengan banyaknya lembaga adat yang berdiri di Sembalun,kemudian mengajukan permohonan yang sama mengenai status lahan yang diperjuangkan tersebut.

    Sehingga ini menandakan kalau enam lembaga adat itu tidak kompok dan memiliki visi dan misi yang sama untuk memperjuangan apa yang menjadi aspirasi warga adat yang ada di Sembalun tersebut. Karena alangkah baiknya kalau lembaga adat di Sembalun itu cukup satu dengan mengakomodir semua masyarakat.

    " Kalau banyak lembaga adat itu menandakan kalau tokoh-tokoh tidak menghormati adat yang ada, karena terdorong banyaknya kepentingan dari masing-masing lembaga adat yang ada, maka ini yang paling bahaya," tambah Ali BD. (Rz)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad