Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Sabtu, 15 April 2017

Dosen dan Mahasiswa NW Pancor Rapatkan Barisan Gelar Aksi Pemanasan



LOTIM, SEPUTARNTB. Puluhan Mahasiswa dan Dosen lingkup Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdataian NW Pancor  menggelar aksi mimbar bebas atau pemanasan menolak keras adanya rasisme bertempat di depan kantor YPH NW Pancor, Sabtu (15/4).

Sementara aksi mimbar bebas tersebut juga sebagai bentuk protes atas penghinaan yang dilakukan salah seorang keturunan cina Steven HS terhadap Gubenur NTB/Ketua Umum Dewan Tanfiziyah PB NW, Tuan Guru Bajang (TGB) KHM. Zainul Majdi. Sehingga inilah yang tidak diterima para mahasiswa dan Dosen atas penghinaan tersebut.

" Kami tidak terima dengan penghinaan yang dilakukan Steven keturunan Cina terhadap pemimpin dan guru besar kami, termasuk juga menolak keras adanya rasisme karena itu akan merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas Pembantu Rektor I Universitas Hamzanwadi Selong, DR. Khirjan Nahdi dalam orasinya.

Menurutnya dengan adanya pernyataan-pernyataan kasar yang tidak terpuji dikeluarkan oleh warga keturunan Cina tersebut, maka sejatinya telah merusak khinekaan tunggal ika yang selama ini sudah tertanam dengan baik. Dengan saling menghormati antar etnis tanpa saling menjatuhkan satu sama lainnya.

Namun dengan adanya perlakuan yang dilakukan sekelompok tertentu yang menganut paham rasisme, maka tentunya menjadi kewajiban kami selaku warga negara untuk mencegah dan menolak tindakan rasisme tersebut.

" Sudah saatnya warga pribumi untuk bergerak melawan kelompok yang menganut faham rasisme, apalagi dengan arogasinya melecehkan Gubenur dan warga pribumi sehingga ini tidak bisa dibiarkan harus dilawan," kata Khirjan memberikan semangat kepada mahasiswa dalam orasinya.

Hal yang sama juga disampaikan koordinator Gerakan Pemuda NKRI Anti Rasis Lotim, Giti Wijaya Kusuma dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Himmah NW, Yusron Amri dalam orasinya menegaskan apapun alasannya tidak boleh ada pelecehan atau penghinaan terhadap Tuan Guru Bajang (TGB) atau warga pribumi yang dilakukan warga keturunan. 

Maka pihaknya dengan tegas menyatakan untuk melawan tindakan-tindakan rasis yang dilakukan warga keturunan Cina tersebut. Dengan tentunya harus meminta pertanggungjawaban atas perkataan yang dikeluarkan warga keturunan itu, meski yang bersangkutan telah menyatakan permintaan maaf.

" Apa yang dilakukan warga keturunan Cina itu harus diproses sesuai hukum yang berlaku, karena telah mencederai keberagaman yang ada di negara ini dan aksi ini merupakan pemanasan untuk aksi yang lebih besar hari Senin di Mataram," teriak Gita dalam orasinya.

Sementara para mahasiswa dan dosen tersebut menyampaikan pernyataan sikap untuk kemudian membubarkan diri dengan tertib dan aman, tanpa adanya pengamanan dari pihak kepolisian.

Diantara point isi pernyataan sikapnyanya antara antara lain menjunjung tinggi sikap toleransi antar ras, kedua menjaga keutuhan NKRI dan diskriminasi ras, menolak tindakan dan paham rasisme,menuntut peran negara untuk melindungi segenap warga negara dari tindakan rasis, meminta kepada aparat Polri menindak tegas pelaku rasis dan tegakkan hukum secara adil tanpa keberpihakan.(Rz)
Loading...

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.