Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Jumat, 14 April 2017

Isnu Lotim Kutuk Keras Penghinaan Terhadap TGB



LOTIM, SEPUTARNTB. Jajaran pengurus Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (Isnu) kabupaten Lombok Timur mengutuk keras penghinaan yang dilakukan warga keturunan Cina Steven HS terhadap Gubenur NTB, KHM.Zainul Majdi yang juga seorang ulama kharismatik yang paling di hormati di Bumi Gora ini. Apalagi tempat melakukannya di muka umum yakni di Bandara Changi Singapura.

" Segenap pengurus Isnu Lotim mengukut keras adanya penghinaan terhadap pemimpin daerah kami yang juga ulama menjadi panutan warga NTB, " tegas Ketua Ikatan Sarjana NU Lotim, M.Asri Madianto dalam siaran persnya.

Menurutnya dengan adanya penghinaan tersebut, maka sudah barang tentunya yang ikut merasakan sakit dari penghinaan itu adalah kami selaku masyarakat NTB yang selama ini mencintai dan menghormati ulama maupun pemimpin daerah.

Oleh karena, itu dengan adanya penghinaan tersebut tentunya masyarakat NTB jangan berdiam diri,karena tidak saja ditujukan kepada Tuan Guru Bajang (TGB) semata, melainkan juga masyarakat pribumi juga. Sehingga tentunya ini harus segera disikapi dengan tegas agar menjadi pembelajaran bagi yang lainnya untuk tidak melakukan hal yang sama kepada orang lain.

" Semua elemen masyarakat di NTB harus bersatu padu menuntut pertanggungjawaban dari warga keturunan cina yang telah menghina TGB dan masyarakat pribumi," kata Asri Madianto.

Lebih jauh Ketua Isnu Lotim ini meminta kepada Kapolri untuk memproses secepatnya kasus ini secara hukum, karena sebagai warga NTB sangat keberatan dengan adanya perkataan-perkataan yang tidak semestinya dikeluarkan oleh orang yang memiliki pendidikan intelek seperti Steven tersebut.

Begitu juga kejadian itu menjadi pembelajaran bagi yang lainnya untuk tidak seenaknya mengeluarkan kata-kata yang tidak terpuji, dengan tujuan untuk merendahkan nilai-nilai kemanusian dan harkat serta martabat orang lain. 

" Kalau ini tidak bisa diselesaikan oleh aparat penegak hukum maka masyarakat NTB akan bergerak untuk menuntut keadilan atas perbuatan yang dilakukan warga keturunan Cina tersebut,bahkan bila perlu yang bersangkutan datang langsung ke NTB," tambah Asri Madianto. (Rz)
Loading...

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.