Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Selasa, 18 April 2017

Kades Belanting Diamankan Tim Saber Pungli

LOMBOK TIMUR
Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Antonius FE
LOTIM,SEPUTARNTB. Tim saber pungutan liar Kabupaten Lombok Timur mengamankan Kepala Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, H. Sahudin, Senin (17/4). Dalam kasus dugaan pungutan terhadap pembuatan sertifikat prona tahun 2016 terhadap sebanyak 100 orang warga Belanting.

Sementara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya Kades Belanting kini sedang menjalani pemeriksaan di unit Tipikor Reskrim Polres Lotim, guna proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut.

Kades Belanting, H. Sahudin saat dikonfirmasi mengatakan tidak menampik kalau adanya pungutan tersebut, karena mengacu pada perdes No 2 tahun 2015 tentang masalah pungutan yang diatur Desa. 
Sementara yang melakukan penarikan uang adalah Kadus untuk kemudian disetorkan kepada pemerintah desa dengan nilai Rp 84 juta untuk sebanyak 100 orang yang membuat prona. Sedangkan yang sudah dikembalikan sebesar Rp 24 juta sesuai dengan hasil pemeriksaan inspektorat tinggal sisanya sebesar Rp 60 juta.

" Dalam setiap warga yang membuat sertifikat dilakukan pungutan sebesar Rp 500 s. d 1 juta dengan mengacu pada perdes tersebut, namun dirinya membantah kalau itu pungutan liar," tandas Sahudin.

Sementara Kapolres Lotim, AKBP Wingky Adithyo Kusumo,S,ik melalui Kasat Reskrim, AKP Antonius Faebuadodo saat dikonfirmasi membenarkan kalau tim saber pungli mengamankan Kades Belanting dalam kasus dugaan pungutan pembuatan sertifikat prona untuk masyarakat. 

Karena dalam aturan main yang ada tidak dibenarkan adanya pungutan untuk pembuatan sertifikat prona sesuai aturan dari pusat, namun Kades justru melakukannya dengan dalih karena adanya peraturan desa (Perdes) yang mengatur tentang masalah tersebut.

" Untuk sementara Kades kami masih amankan saja,dengan melakukan pemeriksaan dan belum ditetapkan sebagai tersangka," tegas Kasat Reskrim.

Menurutnya, pihaknya mengetahui adanya persoalan mengenai masalah pungutan ini dengan mendapatkan laporan masyarakat yang selama diresahkan dengan adanya pungutan dalam pembuatan sertifikat prona tersebut.

Maka tim saber menindaklanjuti laporan itu dengan turun melakukan investigasi kepada masyarakat sebelum mengamankan Kades yang bersangkutan. Termasuk mengamankan sejumlah barang bukti, namun tidak bisa disebutkan.

" Selain Kades tentunya kami akan lakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi lainnya yang mengetahui kasus ini," Kata Antonius.(Rz)


Loading...

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.